
karena tak mendapat jawaban yang diinginkan Ilham pun kembali keruang nya
dia duduk sendiri memikirkan apa yang harus dibuat supaya Bram mau buka mulut
tiba tiba ada ide cemerlang dari Ilham
dia pun kembali keruangan interogasi
tapi sebelum memasuki ruangan itu Ilham dipanggil atasan nya
"Ilham" panggil atasan nya
"iya pak" jawab Ilham sambil mengangkat tangan nya tanda penghormatan
"apa ada ide untuk membuka mulut nya tanpa harus memukul nya" tanya atasan nya itu
"ada pak, tapi kita harus main ancaman" jawab Ilham
"ancaman, maksud nya" ucap atasan nya heran
"nanti juga bapak tau" ujar Ilham
Ilham pun masuk keruangan interogasi dan duduk didepan Bram
"apa lagi kamu kesini, jawab ku tetap akan sama" ucap Bram
"tidak aku tidak akan menanyakan itu, cuma aku ingin memperlihatkan foto seseorang" ucap Ilham
tanpa diketahui tim nya, Ilham memfoto kekasih Bram yaitu Sonia
Ilham pun mengambil hp nya dan langsung menampakkan foto kekasih nya itu
"gimana, cantik juga ya kekasih mu" ucap Ilham
Bram yang melihat foto kekasih nya pun sangat marah
tapi dia tidak bisa apa apa
"gimana ya kalau kekasih mu itu aku bawa kesini, dan dia tahu kalau kamu seorang perampok," ujar Ilham menggoyahkan iman nya Bram
bram pun bimbang apa yang harus dilakukan nya
jika dia mengatakan sejujurnya, maka dia akan menjadi penghianat bagi tim nya
tapi jika dia tidak mengatakan nya, makanya kekasih nya jadi korban
"apa yang akan kamu lakukan pada Sonia" tanya Bram
"aku tidak akan melakukan apa apa, tapi bukan aku tapi orang orang mu yang akan melakukan nya" jawab Ilham enteng
"gak mungkin, mereka semua sahabat ku, gak mungkin mereka macam macam" ucap Bram
"oh iya kah, tapi apa bisa jadi sahabat lagi kalau mereka tau kamu sudah ditangkap" ucap Ilham
"karena siarannya tentang perampok akan kami siaran kan besok, dan mereka akan tau kalau kamu sudah ditangkap" ucap Ilham lagi
Bram pun mulai memikirkan nya, di satu sisi memang betul, kalau ada yang tertangkap mereka akan lepas tangan,
terus kalau dia buka mulut pasti Sonia dalam bahaya
"apa jaminan nya, kalau saya buka mulut" tanya Bram
"kekasih mu akan aman dan kami akan mengawasi nya, sampai pelaku lain nya tertangkap" jawab Ilham
"tidak mudah menangkap mereka, karena mereka bukan tinggal disatu titik" ucap Bram
"kamu hapal kan nomor hp mereka" tanya Ilham lagi
"aku hapal beberapa nomor hp" jawab Bram
"oke kamu tulis nomor hp beberapa komplotan yang kamu cipta kan" ujar Ilham sambil menyerahkan selembar kertas dan pulpen
__ADS_1
Bram pun menulis beberapa nomor hp yang dia tau
kemudian menyerahkannya pada Ilham
"saya mau kamu tepati janji kamu pada ku" ucap Bram
"tenang kami polisi selalu melakukan tugas kami" ucap Ilham
Ilham pun meninggalkan ruangan interogasi dan pergi keruangan atasan nya
"lapor komandan" ucap ilham sambil mengangkat tangan tanda memberi penghormatan
"iya, ada apa, apa ada petunjuk atau Bram sudah buka mulut" tanya atasan Ilham
"disini ada nomor hp para komplotan perampok, yang di berikan oleh Bram" jawab Ilham
"apa kamu yakin" tanya atasan nya lagi
"lebih baik kita lacak dulu komandan" ujar Ilham
mereka berdua pun pergi keruangan tempat dimana hekter berada
"tolong kamu lacak nomor ini semua" ucap Ilham memberi perintah
"baik pak" jawab hekter itu
satu persatu nomor hp itu dilacak, benar kata Bram, kalau komplotan nya itu tidak bertahan disatu titik
"pak mereka berpindah pindah" ucap hekter itu
"tapi kalau salah satu bisa berbicara selama 15 menit maka kita akan bisa lacak mereka berada" ucap hekter itu
"oke kalian tunggu disini, kalau ada informasi kabari segera" ucap atasan Ilham pada hekter
Ilham dan atasan nya pun keluar dari ruangan itu
setelah melihat jam, Ilham langsung terkejut, sudah jam 8 malam, tak terasa waktu begitu cepat berputar
Ilham pun pamit kepada atasan nya untuk pulang
"iya silahkan, selamat beristirahat" ucap atasan nya
Ilham pun meninggalkan ruangan atasan nya
Bram sudah dipindahkan ke sel tahanan
kini Ilham berada diparkir mau masuk kedalam mobil tiba-tiba ada beberapa orang naik sepeda motor melemparkan batu yang dibalut dengan kertas
kemudian Ilham mengambil batu itu dan membuka lembaran kertas itu
"jangan coba coba bermain dengan kami, kalau ingin selamat lepas kan bos kami,"
kira kira seperti itu isi tulisan di kertas itu
Ilham pun tidak jadi pulang dia kembali kedalam kantor polisi dan menuju keruangan atasan nya
"pak saya mendapat teror dari anak buah nya Bram" ucap Ilham sambil memperhatikan kertas itu
atasan Ilham pun membaca nya
"sebaik nya kamu hati hati, seperti nya Bram bukan komplotan biasa" ucap atasan Ilham
"dan mungkin ini ada hubungannya dengan mafia atau semacam nya" ucap atasan Ilham lagi
*bisa jadi pak, saya sudah curiga waktu Bram mengatakan kalau semua komplotan itu sahabat nya, berarti ini yang dimaksud nya" ucap Ilham
atasan Ilham pun mengangguk angguk kepala nya
"kenapa kamu tidak pulang terus, sayang istri dan anak mu" ucap atasan Ilham
Ilham pun terkejut dari lamunan nya dan langsung bergegas pulang
__ADS_1
tapi sebelum itu Ilham pamit pada atasan nya
kini Ilham pun menuju ketempat parkiran dan langsung masuk kedalam mobil
Ilham pun melaju kan mobil nya dengan kecepatan sedang
πΌπΌπΌ
sedangkan dirumahnya Manda sudah sangat cemas karena sudah jam 8 malam suaminya belum pulang
mama Ita mencoba menenangkan, sedangkan kanza pun sudah beberapa kali tanyain papa nya
Kenzo sedang bermain dengan putri dan antoni
"Antoni coba kamu susul si Ilham" ucap mama Ita
"ma, Manda, Ilham bukan anak kecil lagi, dia kan udah bilang telat pulang kenapa, berarti dia pasti sibuk kerja, apa lagi akhir akhir ini ada kasus perampok" ucap Antoni
"apa,,, kok mas Ilham gak cerita sama aku" ucap Manda
"gak semuanya harus diceritain kan nak" ucap mama Ita
"mungkin belum saat nya dia cerita, kamu jangan suuzon dulu dengan suami mu nak" ucap mama Ita menasehati anak nya
"astagfirullah hal'zim" akhirnya Manda mengucapkan
mereka pun kembali diam
gak lama kemudian terdengar suara mobil
Manda langsung menuju keluar
ternyata suami nya pulang
Manda langsung menghampiri suami nya
"assalamualaikum sayang" ucap ilham ketika melihat istri nya
"wa'alaikum salam mas" ucap Manda sambil mencium takzim suami nya itu
Manda tidak berani bertanya, sebab dia melihat suami nya terlihat sangat lelah
kemudian mereka berdua masuk kedalam rumah
"assalamualaikum" ucap Ilham
"wa'alaikum salam" jawab mereka semua serentak
"maaf semuanya, Ilham mau kekamar dulu, mau bersih bersih" pamit Ilham pada keluarga besar Manda
"iya nak, tak apa apa, kamu istirahat aja dulu" ucap mama Ita
"papa kok lama pulang nya" tiba tiba kanza bertanya dan langsung berdiri
"maaf sayang papa banyak kerjaan" jawab Ilham
Manda pun memberikan kode pada Antoni untuk mengambil kanza, supaya jangan mengganggu papa nya
Antoni pun mendekati kanza
"sayang main dengan uncle yuk" ajak Antoni mengalihkan perhatian kanza
"yuk" jawab kanza
Ilham pun langsung menuju kekamar nya dan diikuti oleh Manda
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak nya πππ
like dan komen π πππ
__ADS_1
makasih yang udah setia membaca karya author πππ
salam sayang dari author buat kalian semua πππππ