Dijodohkan Dengan Polisi

Dijodohkan Dengan Polisi
episode 65


__ADS_3

Ilham pun membawa Manda kekamar buat istirahat


sedangkan Kenzo digendong sama mama ana


kanza terus terusan ngoceh dengan adik nya itu


semua senang saat melihat kanza begitu sayang pada Kenzo


dan tak ada rasa iri dihati kanza saat melihat Kenzo jadi rebutan minta di gendong oleh granpa, aunty dan uncle nya


malah dia senang tapi dia tidak juga mengizinkan kalau belum cuci tangan


"untung tadi mama duluan yang gendong kalau gak pasti kanza melarang mama gendong Kenzo" ucap mama ana disebelah papa Bahri


"enak mama kalau udah gedong" ucap papa Bahri


mama ana hanya tersenyum melihat wajah cemberut suami nya


karena dilarang kanza untuk gendong bayi Kenzo


Kenzo yang mulai kehausan nampak gelisah dan mulai mengerut wajah nya dan tiba tiba


"owee owe owe" kira kira seperti itu suara tangisan bayi


semua orang terkejut


kanza mulai memarahi semua nya karena membuat adik nya menangis


"tu kan udah kanza bilang, jarang berisik, nangis kan adik bayi Kenzo" ucap kanza kesal melihat adik nya di kasih nangis oleh semua orang disitu


"ma pa" teriak kanza memanggil orang tua nya


Manda mendengar suara kanza pun mau bangun dari rebahan nya, tapi dilarang oleh Ilham


"biar mas aja, kamu rebahan aja" ucap Ilham


Manda pun kembali berbaring


Ilham pun keluar dari kamar nya


"ada apa sayang, kok teriak teriak" ucap Ilham ketika udah keluar dari kamar nya


"ini pa, adik bayi Kenzo di kasih nangis" ucap kanza kesal


"mungkin adik harus" ucap ilham


"terus gimana pa" tanya kanza pada Ilham


"berarti adik udah boleh minum susu dan istirahat tidur" ucap Ilham


"kanza pun harus tidur juga" ucap Ilham lagi


"iya pa" ucap kanza


Ilham pun mengambil Kenzo yang lagi nangis dari gendongan putri


Dan membawa Kenzo kedalam kamar untuk di susui oleh Manda


sedangkan kanza mengajak aunty jeni nya untuk tidur


"sebelum tidur kanza harus makan dulu, kanza kan belum makan siang" ucap mama Ita


"oooo iya, kanza lupa" ucap kanza sambil menepuk jidat nya


"seperti nya kita semua juga makan siang" ujar papa Bahri


mereka semua pun pergi ke meja makan


"yuk Tuti dan Meri, kita makan bersama" ajak mama Ita


mereka berdua pun mengikuti keluarga Ilham dan Manda


sampai dimeja, makanan sudah ditata rapi oleh bibi


jadi mereka hanya duduk manis saja

__ADS_1


mama ana, mama Ita dan putri menaruh nasi untuk suami mereka masing-masing


setelah itu baru lah mereka menaruh untuk mereka sendiri


sedangkan kanza disuapin oleh jeni


mereka pun makan dengan tertib tanpa bersuara


ternyata kebiasaan makan tanpa berbicara diterapkan oleh kedua keluarga


sedangkan Ilham yang dikamar pun merasa lapar


setelah memberi Kenzo kepada manda


"sayang, mas makan dulu ya,,,?" ucap ilham


"iya mas, kalau udah makan jangan lupa bawa nasi juga buat aku" ucap Manda


Ilham pun mengangguk dan keluar dari kamar dan menuju keruang makan


disana dia melihat semua makan dalam diam


Ilham kemudian mengambil nasi untuk dimakan nya


"sini biar mama aja nak" ujar mama ana


"gak usah ma, Ilham bisa kok" ucap ilham menolak dengan lembut


dia tidak mau merepotkan mama nya


"mama lanjut aja makan nya" ucap Ilham lagi


tak ada pilihan mama ana pun melanjutkan makan nya


setelah mengambil nasi untuk nya, Ilham mengambilnya nasi buat istri nya


"Manda belum makan juga ya nak" tanya mama Ita pada Ilham


"belum ma, ini Ilham mau ambil kan" jawab Ilham


setelah beres Ilham menaruh piring nasi dimapan dan tidak lupa dua gelas air putih


sesampai di kamar Ilham memanggil istrinya itu


"sayang, sayang, buka kan pintu dong, aku bawa mapan nie" ucap Ilham dari balik pintu


Manda yang mendengar suara suaminya pun bangun dari bari nya


Dan membuka pintu kamar


bayi Kenzo telah lelap tidur nya jadi Manda bisa makan dengan nyaman


tanpa mendengar suara tangisan bayi Kenzo


mereka pun makan dengan khidmat


sedangkan yang dimeja makan mereka telah makan


Meri dan Tuti membantu bibik untuk membereskan meja makan


dan tidak lupa juga Meraka untuk mencuci piring


kanza dan jeni masuk kamar kanza untuk tidur siang


mama ana dan mama Ita duduk di kursi taman belakang dan putri pun juga duduk didekat mertua nya itu


"gimana bulan madu kemarin nak" tanya mama Ita


"Alhamdulillah lancar ma, dan aku sangat senang, makasih ya ma, udah lahirkan jodoh ku yang begitu sempurna" ucap putri memuji mama Ita dengan tulus


mama Ita pun tersenyum dan memeluk menantu nya itu


"semoga disini cepat ditiup kan ruh, dan bisa dapat dedek bayi kayak Kenzo" ucap mama Ita sambil mengelus perut datar putri


"aminnn" ujar mama ana dan putri berbarengan

__ADS_1


didapur Meri dan Tuti sibuk membantu bibik beres beres


papa Dika dan papa Bahri lagi asik nonton berita tentang saham, antoni pun ikutan


Ilham yang sudah makan dengan Manda pun, ingin kembali kedapur untuk menaruh piring kotor


tapi dilarang oleh Manda


"biar aku aja mas" ucap Manda


"gak papa sayang kamu kan masih sakit pasca melahirkan anak kita" ucap ilham dengan tulus


"tapi aku lihat kamu capek sekali mas, kamu istirahat aja ya,,?, aku udah gak papa kok" ujar Manda lagi


"sayang, ibu yang baru melahirkan tidak boleh banyak bergerak, nanti asi nya berkurang loh" ucap ilham lagi


"ihhh mana ada, ngacok kamu mas" ucap Manda tak percaya


"coba tanya sama mama ana dan mama Ita" ucap Ilham


karena membawa kedua nama mama, Manda akhirnya ngalah


dan Manda pun kembali berbaring


bayi Kenzo terlelap nyaman di dalam boxs bayi


Ilham pun langsung keluar kamar sambil membawa mapan berisi piring kotor


kebetulan sekali Meri dan Tuti masih cuci piring


Ilham pun meletakkan didekat Meri


Meri pun mengangguk tanda sopan setelah melihat suami bos nya meletakkan piring kotor


Ilham setelah menaruh mapan langsung kembali berjalan menuju kamar nya


"Tuti, enak ya, kalau punya suami pengertian kayak pak Ilham" ucap Meri


"iya kamu betul, gak usah ngehalu" ucap Tuti


"bukan ngehalu, tapi menghayal memiliki suami kayak pak Ilham" ujar Meri


"sudah lah, gak usah menghayal nanti kemasukan" ucap Tuti lagi


Meri pun berbidik ngeri setelah mendengar ucap Tuti


mereka pun mempercepat kerja mereka


kini jeni sedang meniduri kanza


bukan kanza saja yang tidur, jeni pun ikut tertidur di samping kanza


setelah selesai membantu bibik, mereka pun pamit untuk pulang


"buk, kita pamit pulang dulu" ucap Tuti sewaktu pamit pulang kepada orang tua Ilham dan Manda


karena Manda tidak keluar dari kamar nya jadi mereka terpaksa minta izin pada orang tua bos nya


"kok cepat x pulang nya" ucap mama Ita basa-basi


"kami ada tugas dari buk bos, untuk mempermosi kan barang melalui toko online buk bos" ucap Tuti beralasan


sebenarnya bukan alasan tapi memang ada disuruh buk bos yaitu Manda untuk posting barang ke toko online nya


selama Manda belum bisa bekerja


"ya sudah, hati hati aja dijalan, dan terima kasih karena sudah bantu bantu bibik" ucap mama Ita


mereka pun pulang, tidak lupa diberi bingkisan untuk mereka bawa pulang kerumah


bersambung


jangan lupa tinggalkan jejak ya🙏🙏🙏🙏


makin banyak dukungan semakin semangat author nulis nya🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


dan terima kasih yang selalu mendukung karya ku🙏🙏🙏😍😍😍😍😍


salam sayang dari aku di Aceh 😍😍😍😍


__ADS_2