
Ilham pun membawa Manda kekamar buat istirahat
sedangkan Kenzo digendong sama mama ana
kanza terus terusan ngoceh dengan adik nya itu
semua senang saat melihat kanza begitu sayang pada Kenzo
dan tak ada rasa iri dihati kanza saat melihat Kenzo jadi rebutan minta di gendong oleh granpa, aunty dan uncle nya
malah dia senang tapi dia tidak juga mengizinkan kalau belum cuci tangan
"untung tadi mama duluan yang gendong kalau gak pasti kanza melarang mama gendong Kenzo" ucap mama ana disebelah papa Bahri
"enak mama kalau udah gedong" ucap papa Bahri
mama ana hanya tersenyum melihat wajah cemberut suami nya
karena dilarang kanza untuk gendong bayi Kenzo
Kenzo yang mulai kehausan nampak gelisah dan mulai mengerut wajah nya dan tiba tiba
"owee owe owe" kira kira seperti itu suara tangisan bayi
semua orang terkejut
kanza mulai memarahi semua nya karena membuat adik nya menangis
"tu kan udah kanza bilang, jarang berisik, nangis kan adik bayi Kenzo" ucap kanza kesal melihat adik nya di kasih nangis oleh semua orang disitu
"ma pa" teriak kanza memanggil orang tua nya
Manda mendengar suara kanza pun mau bangun dari rebahan nya, tapi dilarang oleh Ilham
"biar mas aja, kamu rebahan aja" ucap Ilham
Manda pun kembali berbaring
Ilham pun keluar dari kamar nya
"ada apa sayang, kok teriak teriak" ucap Ilham ketika udah keluar dari kamar nya
"ini pa, adik bayi Kenzo di kasih nangis" ucap kanza kesal
"mungkin adik harus" ucap ilham
"terus gimana pa" tanya kanza pada Ilham
"berarti adik udah boleh minum susu dan istirahat tidur" ucap Ilham
"kanza pun harus tidur juga" ucap Ilham lagi
"iya pa" ucap kanza
Ilham pun mengambil Kenzo yang lagi nangis dari gendongan putri
Dan membawa Kenzo kedalam kamar untuk di susui oleh Manda
sedangkan kanza mengajak aunty jeni nya untuk tidur
"sebelum tidur kanza harus makan dulu, kanza kan belum makan siang" ucap mama Ita
"oooo iya, kanza lupa" ucap kanza sambil menepuk jidat nya
"seperti nya kita semua juga makan siang" ujar papa Bahri
mereka semua pun pergi ke meja makan
"yuk Tuti dan Meri, kita makan bersama" ajak mama Ita
mereka berdua pun mengikuti keluarga Ilham dan Manda
sampai dimeja, makanan sudah ditata rapi oleh bibi
jadi mereka hanya duduk manis saja
__ADS_1
mama ana, mama Ita dan putri menaruh nasi untuk suami mereka masing-masing
setelah itu baru lah mereka menaruh untuk mereka sendiri
sedangkan kanza disuapin oleh jeni
mereka pun makan dengan tertib tanpa bersuara
ternyata kebiasaan makan tanpa berbicara diterapkan oleh kedua keluarga
sedangkan Ilham yang dikamar pun merasa lapar
setelah memberi Kenzo kepada manda
"sayang, mas makan dulu ya,,,?" ucap ilham
"iya mas, kalau udah makan jangan lupa bawa nasi juga buat aku" ucap Manda
Ilham pun mengangguk dan keluar dari kamar dan menuju keruang makan
disana dia melihat semua makan dalam diam
Ilham kemudian mengambil nasi untuk dimakan nya
"sini biar mama aja nak" ujar mama ana
"gak usah ma, Ilham bisa kok" ucap ilham menolak dengan lembut
dia tidak mau merepotkan mama nya
"mama lanjut aja makan nya" ucap Ilham lagi
tak ada pilihan mama ana pun melanjutkan makan nya
setelah mengambil nasi untuk nya, Ilham mengambilnya nasi buat istri nya
"Manda belum makan juga ya nak" tanya mama Ita pada Ilham
"belum ma, ini Ilham mau ambil kan" jawab Ilham
setelah beres Ilham menaruh piring nasi dimapan dan tidak lupa dua gelas air putih
sesampai di kamar Ilham memanggil istrinya itu
"sayang, sayang, buka kan pintu dong, aku bawa mapan nie" ucap Ilham dari balik pintu
Manda yang mendengar suara suaminya pun bangun dari bari nya
Dan membuka pintu kamar
bayi Kenzo telah lelap tidur nya jadi Manda bisa makan dengan nyaman
tanpa mendengar suara tangisan bayi Kenzo
mereka pun makan dengan khidmat
sedangkan yang dimeja makan mereka telah makan
Meri dan Tuti membantu bibik untuk membereskan meja makan
dan tidak lupa juga Meraka untuk mencuci piring
kanza dan jeni masuk kamar kanza untuk tidur siang
mama ana dan mama Ita duduk di kursi taman belakang dan putri pun juga duduk didekat mertua nya itu
"gimana bulan madu kemarin nak" tanya mama Ita
"Alhamdulillah lancar ma, dan aku sangat senang, makasih ya ma, udah lahirkan jodoh ku yang begitu sempurna" ucap putri memuji mama Ita dengan tulus
mama Ita pun tersenyum dan memeluk menantu nya itu
"semoga disini cepat ditiup kan ruh, dan bisa dapat dedek bayi kayak Kenzo" ucap mama Ita sambil mengelus perut datar putri
"aminnn" ujar mama ana dan putri berbarengan
__ADS_1
didapur Meri dan Tuti sibuk membantu bibik beres beres
papa Dika dan papa Bahri lagi asik nonton berita tentang saham, antoni pun ikutan
Ilham yang sudah makan dengan Manda pun, ingin kembali kedapur untuk menaruh piring kotor
tapi dilarang oleh Manda
"biar aku aja mas" ucap Manda
"gak papa sayang kamu kan masih sakit pasca melahirkan anak kita" ucap ilham dengan tulus
"tapi aku lihat kamu capek sekali mas, kamu istirahat aja ya,,?, aku udah gak papa kok" ujar Manda lagi
"sayang, ibu yang baru melahirkan tidak boleh banyak bergerak, nanti asi nya berkurang loh" ucap ilham lagi
"ihhh mana ada, ngacok kamu mas" ucap Manda tak percaya
"coba tanya sama mama ana dan mama Ita" ucap Ilham
karena membawa kedua nama mama, Manda akhirnya ngalah
dan Manda pun kembali berbaring
bayi Kenzo terlelap nyaman di dalam boxs bayi
Ilham pun langsung keluar kamar sambil membawa mapan berisi piring kotor
kebetulan sekali Meri dan Tuti masih cuci piring
Ilham pun meletakkan didekat Meri
Meri pun mengangguk tanda sopan setelah melihat suami bos nya meletakkan piring kotor
Ilham setelah menaruh mapan langsung kembali berjalan menuju kamar nya
"Tuti, enak ya, kalau punya suami pengertian kayak pak Ilham" ucap Meri
"iya kamu betul, gak usah ngehalu" ucap Tuti
"bukan ngehalu, tapi menghayal memiliki suami kayak pak Ilham" ujar Meri
"sudah lah, gak usah menghayal nanti kemasukan" ucap Tuti lagi
Meri pun berbidik ngeri setelah mendengar ucap Tuti
mereka pun mempercepat kerja mereka
kini jeni sedang meniduri kanza
bukan kanza saja yang tidur, jeni pun ikut tertidur di samping kanza
setelah selesai membantu bibik, mereka pun pamit untuk pulang
"buk, kita pamit pulang dulu" ucap Tuti sewaktu pamit pulang kepada orang tua Ilham dan Manda
karena Manda tidak keluar dari kamar nya jadi mereka terpaksa minta izin pada orang tua bos nya
"kok cepat x pulang nya" ucap mama Ita basa-basi
"kami ada tugas dari buk bos, untuk mempermosi kan barang melalui toko online buk bos" ucap Tuti beralasan
sebenarnya bukan alasan tapi memang ada disuruh buk bos yaitu Manda untuk posting barang ke toko online nya
selama Manda belum bisa bekerja
"ya sudah, hati hati aja dijalan, dan terima kasih karena sudah bantu bantu bibik" ucap mama Ita
mereka pun pulang, tidak lupa diberi bingkisan untuk mereka bawa pulang kerumah
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak ya🙏🙏🙏🙏
makin banyak dukungan semakin semangat author nulis nya🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
dan terima kasih yang selalu mendukung karya ku🙏🙏🙏😍😍😍😍😍
salam sayang dari aku di Aceh 😍😍😍😍