
Ilham hanya diam mendengar pertanyaan dari papa Bahri, sebenarnya dia juga bingung mau Jawab apa,sebab gak ada alasan yang tepat untuk dia mempercepat pernikahan nya
mama ana langsung menepuk pundak Ilham,
Ilham pun langsung terkejut.
"coba kamu kasih papa alasan kenapa kamu mau mempercepat hari pernikahan kamu,apa kah Manda tau dengan ini,dia mau menikah dengan kamu,papa sudah merasa senang," ujar papa Bahri lagi
"Ilham hanya ingin cepat hidup berumah tangga pa, alasan lain karena Ilham sangat sangat mencintai Manda dan ingin secepatnya menikahi nya,kalau soal itu Manda sudah tau pa," jawab Ilham
"jadi kamu mau nya kapan menikah nya" tanya papa Bahri
"Ilham pengen nya bulan 12 pa" jawab Ilham
"oke nanti coba papa bicara kan kepada pak dika,tapi awas kalau sampai Manda gak tau masalah ini" ujar pak Bahri sambil ngancam
setelah mengutarakan maksud nya pada papa nya, Ilham masuk kedalam rumah dan mengambil hp nya untuk menelpon Manda
drrt drrt drrt drrt
suara hp Manda berbunyi,Manda yang sedang menyiram bunga pun menghentikan aktivitas nya dan mengangkat telpon yang ternyata Ilham yang nelpon
"assalamualaikum Manda" sapa Ilham dari seberang telpon
"wa'alaikum salam,kok pagi pagi udah telpon,ada kabar apa nih" tanya Manda setelah menjawab salam
"aku sudah membicarakan masalah hari pernikahan kita kepada orang tua aku" kata Ilham
"dan orang tua ku mungkin akan berkunjung kembali kerumah mu" lanjut Ilham
"apa orang tua mu tak bertanya kenapa tiba tiba kamu mempercepat hari pernikahan kita" sahut Manda lagi
"ada dan malah ditanya kamu tau gak masalah ini dan aku pun menjawab kalau kamu tau" ujar Ilham kepada Manda
"aku mah gimana kamu aja,soal nya setelah mengingat semua tentang kita, aku merasa senang banget karena kita mau nikah" ucap Manda bahagia
"ya udah aku tunggu kedatangan mu,aku mau lanjut nyiram bunga dulu, assalamualaikum" ucap Manda pamit kepada Ilham
"wa'alaikum salam" jawab Ilham sambil mematikan panggilan nya.
rupanya dibalik pintu kamar ada jeni yang nguping pembicaraan Ilham dan Manda
"hayoo,nelpon kak Manda ya" ucap jeni sambil mengejutkan Ilham
"astaghfirullah,,jeni,,kamu ya,buat Abang jantung aja" ucap Ilham sambil mengelus dada sangking terkejut nya
"seneng banget kayak nya"kata jeni menggoda dengan tatapan tanpa bersalah
"ini adik ya,bukan minta maaf malah menjahilin kita pula" ucap Ilham sambil melempar bantal ke arah jeni
jeni pun berlari keluar kamar, alhasil bantal tidak mengenai jeni tapi mengenai pintu
sedangkan Manda yang sedang menyiram bunga di datangi mama Ita
"manda,apa betul Ilham meminta mempercepat tanggal pernikahan kalian" ucap mama sambil bertanya kepada manda
__ADS_1
"iya ma,!!!"
mama Ita pun langsung masuk kedalam menuju ke ruangan tempat kerja papa dika
"pa,,tadi pak Bahri telpon, beliau bilang masalah pernikahan Ilham dan Manda, dia ingin mempercepat pernikahan Manda katanya" ucap mama Ita panjang lebar
"bagus dong ma kalau Ilham mempercepat hari pernikahan nya" ujar pak Dika
"kapan mereka kerumah kita ma," lanjut papa Dika
"katanya sih nanti malam pa,,!!"
"oke siap kan aja kue ma,kita menyambut calon besan hhhhaaa" kata pak Dika sambil ketawa
setelah berbicara dengan papa bahri,mama Ita langsung memanggil Manda
"Manda"
"Manda,,!!"
"iya ma,,,?" jawab Manda sambil sedikit teriak
"kemari nak," ucap mama Ita lagi
"ada apa ma" heran Manda
"hari ini kita menyiapkan kue untuk menyambut kedatangan calon suami mu dan keluarga nya" ucap mama Ita sambil menarik tangan Manda untuk menuju ke dapur
sekarang mama Ita dan Manda sedang membuat kue..
kebetulan hari ini semua dirumah
sudah 2 jam di dapur akhirnya nya siap juga dan Manda merasa badan nya sudah sangat lengket,,
"ma, Manda mandi dulu ya" kata Manda
"iya sayang" ujar mama Ita
setelah mandi Manda langsung turun kebawah untuk makan ciang, setelah itu Manda pamit untuk masuk kembali kekamar, karena kelelahan Manda akhirnya tertidur,,
tak terasa hari sudah hampir malam,Manda bangun tidur dan mulai membersihkan diri
keluarga Ilham pun sudah datang
Ilham langsung disambut oleh Antoni dan mengajak Ilham duduk ditaman belakang rumah
terjadi lah percakapan antara ke dua laki laki itu
"ham, aku dengar kamu mau mempercepat pernikahan ini" tanya Antoni
"ya Toni," Jawab Ilham singkat
"kenapa,pasti ada alasan nya kan" tanya antoni
"alasan nya adik mu cantik,aku takut nanti kalau lama lama adik mu diambil orang" jawab Ilham asal
__ADS_1
sedangkan diruang tamu, orang tua Ilham dan orang tua Manda langsung membicarakan masalah pernikahan yang diminta dipercepat oleh Ilham
"gimana pak dika,apa bisa kita percepat pernikahan ini" ujar pak Bahri
"menurut ku lebih cepat lebih baik pak" ucap pak Dika
"berarti sudah ditentukan bahwa pernikahan nya bulan 12, masalah tanggal nanti dicari, tanggal berapa yang bagus" ujar pak bahri
seminggu lagi nanti kami sekeluarga akan datang lagi" lanjut pak Bahri
pak Dika pun mengangguk tanda setuju
"tante, kak Manda kemana" tanya jeni ke mama Manda
"oh Manda dikamar nak" ujar mama Ita
jeni pun minta izin untuk kekamar manda calon kakak ipar nya
tok tok tok tok
"kak,ini jeni boleh masuk kak" tanya jeni
"masuk aja Jen" ucap Manda dari dalam
" lagi apa sih kak,kok gak turun kebawah" tanya jeni
dibawah kan hanya membahas masalah pernikahan kan dek, kakak setuju semua keputusan yang dibuat oleh orang tua kita" jawab Manda bijak
"iya juga sih kak" sahut jeni
"apa kakak gak mau jumpa dengan Abang ku" lanjut jeni
"udah tu, coba lihat dari balkon kamar kakak, langsung menampakkan bang Ilham dan bang antoni" ucap Manda
jeni yang kurang percaya pun akhirnya melihat, ternyata benar disana ada bang Ilham dan bang antoni
setelah puas ngobrol dengan Manda,jeni pun keluar dari kamar Manda
Manda pun mengikuti jeni dari belakang
mama ana langsung memanggil Manda
"Manda sini sayang" panggil mama ana
",iya Tante,,!"
"Manda apa betul kamu tau masalah ini" ucap pak Bahri
"tau om,!!!"
"memang kamu gak pa pa kalau dipercepat tanggal pernikahan" ucap mama ana
"insya Allah Manda gak pa pa Tante" sahut Manda sopan
setelah menentukan tanggal pernikahan akhirnya Ilham dan Keluarga nya pamit undur diri.
__ADS_1