
walaupun sebenarnya masih ragu, tapi Manda mencoba percaya, tapi mulai sekarang dia harus waspada terhadap yang namanya pelakor, karena dia gak mau pernikahan nya berakhir dengan perceraian.
sebulan setelah kejadian di kantor nya Ilham, kini Ilham jaga jarak dengan Dewi, dia tidak mau terjadi kesalahpahaman lagi dengan istri nya, Dewi merasa hal itu, dia pun semakin mencari cari celah biar dekat dengan Ilham.
seperti sekarang ini, dia sengaja meminta untuk ditugaskan piket bersama saat berjaga dilalu lintas, "pak, hari ini biar saya dan pak Ilham yang berjaga di lalu lintas," usul Dewi.
namun Ilham menolak, "jangan pak biar saya dengan muslem aja pak," ujar Ilham
pak rugi merasa di permainan pun marah, "kalian pikir ini kantor kepolisian kalian, sehingga dengan enak nya kalian atur, kalian piket dengan siapa, Ilham kamu piket dengan Dodi, dan kamu Dewi dengan muslem" ucap pak Rudi tegas.
Ilham merasa bersyukur karena dia piket bukan dengan Dewi, Dewi pun mendekati Ilham setelah keluar dari ruangan pak Rudi.
"Ilham, kenapa kamu menghindari aku beberapa hari ini," tanya Dewi manja
Ilham yang tidak mau memperdulikan Dewi hanya diam dan berlalu pergi, Dewi pun kesal dan menghentak kan kaki nya dilantai dan pergi ketempat piket nya.
πΌπΌπΌ
dirumah Manda lagi beres beres Pekingan tiba tiba pusing, namun dia masih berusaha untuk kuat, karena Pekingan harus siap hari ini juga.
setelah berusaha akhirnya selesai semua Pekingan nya, sekarang Manda sudah memperkerjakan seorang karyawan yang membantunya ditoko, sedangkan bibik dikhususkan dirumah saja.
"mbak, barang yang sudah dipeking saya taruh di depan ya,,,,!" ujar Tika pada Manda
"boleh dek, karena bentar lagi kurir akan datang, dan jangan lupa catat ya,,,?" ucap Manda
Tika pun mengangguk dan mulai mengangkat, setelah mengangkat barang dan menghitung nya, Tika langsung mencatat barang apa aja dan siapa aja yang menerima.
tidak lama kurir pun datang, "assalamualaikum mbak, saya kurir yang mau ngambil pesanan," ucap kurir
"wa'alaikum salam, ini pak, yang udah dipeking, semua sekitar 20 paket, berapa semua nya pak," ucap Tuti
"itu semua nya cod mbak, jadi nanti saya ambil di pelanggan mbak," ucap pak kurir lagi.
"ooooo maaf pak, karena saya baru kerja jadi belum tau" ucap Tuti minta maaf
"iya gak papa mbak, buk Manda mana ya mbak" tanya kurir
"ada di dalam pak, apa perlu saya panggil kan pak" ucap Tuti
"boleh mbak," ucap pak kurir
__ADS_1
Tuti langsung memanggil Manda, Manda yang dipanggil langsung keluar dan bertemu dengan kurir.
"iya pak maaf, ada yang bisa saya bantu" ucap Manda
"begini buk, saya mau minta tolong, kata nya di ibu ada baju daster ya,,,!" tanya pak kurir
"oh ada pak, tunggu saya bawa keluar dulu, sebab belum saya pajang karena banyak yang pesan online" ucap Manda langsung masuk kedalam untuk mengambil baju daster.
setelah mengambil baju daster, Manda menunjuk kan satu persatu baju daster, dan pak kurir langsung memilih nya, ketika ada satu daster yang merasa dilihat cocok, langsung diambil nya.
"ini berapa harga nya buk" tanya pak Ketut
"kalau ini cuma 45ribu pak, mau ambil berapa lembar pak" jawab Manda
"saya ambil 2 ya mbak," ucap Kurir itu dan langsung membayar nya.
Manda pun langsung membungkus nya, "ini mau dibungkus pakai kertas kado atau mau masuk dalam plastik aja pak" tanya Manda lagi
"dibungkus kado aja pak, biar nampak bagus, soal nya mau kasih hadiah tuk istri yang lagi hamil" ucap pak kurir
"wah bapak so sweet banget" ucap Manda
Tuti yang mendengar nya pun tersenyum, sedangkan pak kurir malu malu sendiri, "duh ibu bisa aja, ini kan cuma daster biasa buk" ucap pak kurir
setelah menerima bungkusan kado itu pak kurir kemudian mengantar dulu pesanan ke alamat nya masing-masing.
Manda melihat jam, kini jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat 25 menit, yang artinya kanza sebentar lagi pulang, sudah beberapa hari ini kanza pulang dijemput Ilham, karena kalau gak ada razia, Ilham pulang nya siang.
πΌπΌπΌ
Ilham yang sudah selesai tugas nya pun, izin pulang kepada teman nya, "pak Dodi saya pamit pulang, mau jemput anak kesekolah" ucap Ilham
pak Dodi pun mengangguk tanda mengiyakan, dan Ilham pun langsung pergi ke parkiran mengambil mobil nya, kemudian dia mengemudi mobil nya ke arah sekolah nya kanza.
sampai disekolah kanza, Ilham melihat kanza sudah berdiri didepan pos jaga, Ilham pun langsung turun dari mobil nya dan mendekati kanza, "udah lama tunggu nya princess papa," tanya Ilham pada kanza
"eeeemmm lumayan sih pa" jawab kanza enteng
"maafin papa ya,,,,!" ucap ilham
kanza hanya mengangguk, Ilham pun menggandeng tangan kanza menuju ke mobil nya, kemudian mereka naik mobil dan Ilham mengemudi mobil ke arah rumah puka.
__ADS_1
"gimana sekolah nya tadi sayang" tanya Ilham pada anak nya
"seru pa," jawab kanza senang
"kanza sudah bisa berhitung dan membaca pa" ujar kanza lagi dengan semangat
"Alhamdulillah pinter anak papa" ucap Ilham bersyukur
"nanti sampai rumah kanza kasih dengar waktu membaca dan berhitung" ucap kanza lagi.
Tak berapa lama mereka sampai dirumah, setelah memarkir kan mobil di garasi, kanza dan Ilham turun dari dalam mobil.
Manda yang melihat anak dan suami nya pulang langsung keluar dari toko didepan rumah dan menemui mereka berdua, "assalamualaikum ma" ucap kanza sambil menyalami Manda.
"wa'alaikum salam sayang" jawab Manda
kanza pun langsung masuk rumah, dan Manda kemudian menghampiri suami nya dan menyalami tangan suami nya itu, dan Ilham pun mengecup kepala istri nya.
mereka berdua pun masuk rumah, ternyata kanza sudah berganti pakaian dan dia sudah menaruh baju dan tas ditempat yang sudah diajarkan oleh Manda.
"kanza lagi apa sayang,akan dulu yuk" ajak Manda
sedangkan Ilham langsung kekamar untuk mengganti kan baju dinas dengan baju santai.
"bentar lagi ma, kanza tunggu papa, biar sekalian makan bersama" jawab kanza yang terus melihat buku nya itu.
karena penasaran Manda pun mendekati dan melihat apa yang dikerjakan oleh anak nya, setelah melihat Manda pun tersenyum, ternyata anak nya lagi mengerjakan pekerjaan rumah nya itu.
"apa perlu mama bantu sayang," tawar Manda pada anak nya.
"makasih ma, tapi kanza mau buat sendiri" ucap kanza
"memang nya kanza bisa" ucap Manda ragu, takut nanti ada yang salah.
"setelah selesai nanti mama atau papa boleh periksa kok," ucap kanza lagi
Manda mendengar penuturan anak nya pun mengangguk tanda mengerti.
Manda pun duduk didekat kanza, dan hanya melihat apa yang dikerjakan oleh kanza, kanza pun cuma fokus pada pekerjaan rumah nya itu.
πΌπΌπΌ
__ADS_1
semoga kalian suka dan terhiburπ€π€π€
jangan lupa like dan komen ya ππππ