
mama Ita langsung berlalu keatas untuk memanggil Manda
"Manda, keluar nak keluarga nak Ilham sudah datang"panggil mama Ita dari luar kamar Manda
"iya ma,bentar lagi Manda turun,Manda lagi siap siap" Jawab Manda dari dalam kamar
"ya sudah,mama turun kebawah ya, jangan lama lama" sahut mama lagi sambil turun kebawah
sampai di bawah mama menuju ke ruang tamu dan kembali bergabung dengan para tamu nya itu
"maaf Manda lagi siap siap bentar lagi turun" kata mama Ita memberi tahu
Manda yang didalam kamar lagi siap siap,merasa semua sudah oke,Manda langsung keluar kamar menuju tempat dimana para keluarga Ilham dan keluarga nya berkumpul
Ilham yang melihat Manda turun dari tangga terpesona karena Manda terlihat cantik
Antoni yang melihat adik nya pun tercengang karena selama ini Manda tidak pernah dandan sekali dandan cantik nya poll
"cantik nya Manda malam ini"batin Ilham
"itu betul adik gue kan"batin Antoni
eemheemm terdengar deheman papa Dika membuyarkan lamunan Ilham dan juga Antoni
"jangan gitu juga kali liat anak om" goda pak Dika sambil melirik Ilham
"eh gak om,eemm itu apa nama nya,,,!' kata Ilham terputus karena tak tau memberi alasan nya,saking malu nya Ilham menunduk "cantik" guman Ilham masih didengar oleh keluarga nya dan keluarga manda
"apa nak Ilham bilang" kata papa Dika pura pura tidak mendengar
"eemm itu om,eeemmm Manda cantik" Ilham langsung tutup mulut dan tertunduk sangking malu nya
Manda yang mendapat pujian Langsung merona wajah nya, Antoni melihat wajah adik nya merona tak kalah menggoda
"cie cie yang dipuji sama calon suami,sudah merah wajah nya"
"apa sih kak" ketus Manda sangking malu nya Manda ingin berbalik,tapi dicegah mama ana
"udah calon menantu mama jadi malu tuh" kata mama ana
"sini sayang" lanjut mama ana sambil menepuk sofa yang diduduki mengisyaratkan,Manda pun duduk disamping mama ana dan mama Ita.
Ilham masih tertunduk dan sekali kali melirik pada Manda
manda menyadari lirik kan Ilham karena Manda juga sekali kali mencuri pandang
"yuk semuanya kita makan malam dulu" ajak mama Ita
semuanya bangun menuju keruang makan, mama Ita langsung menyediakan makanan yang sudah dimasak dengan Manda tadi
__ADS_1
"kebanyakan ini yang masak Manda loh" ujar mama Ita
"yang benar jeng,gak sabaran pengen nyoba" ucap mama ana
"bismillah,,,,,eemmmm enak banget jeng masak Manda, kalau gini masak kan nya otomatis Ilham makin gemuk hhhaaaa" ucap mama ana sambil ketawa
"gimana nak Ilham,rasa nya masakan Manda" timpal pak Dika kepada Ilham
"eemm enak om,kayak nya kalah nie masakan mama dengan masakan Manda" jawab Ilham sambil tersenyum kearah Manda
"loh yang tanya kan om kok liat nya ke Manda sih," canda pak Dika
"sudah sudah makan aja dulu,kapan selesainya kalau asik ngobrol" timpal mama Ita,
kemudian mereka diam dan melanjutkan makan, setelah makan mereka duduk kembali keruang tamu
"bagaimana apa bisa kita mulai membicarakan kapan tanggal untuk pernikahan Ilham dan Manda" tanya pak Bahri memulai percakapan
"gimana kalau bulan 1 tahun depan ini kan udah bulan 10, kalau kita buat acara bulan 11 gak mungkin bisa tercapai karena banyak Persiapan yang harus kita siapkan" ujar mama Ita
"boleh juga, gimana menurut kalian Manda, Ilham," tanya mama ana
"terserah papa sama Mama aja", Jawab serentak Ilham dan Manda
"cie cie kompak nie pasangan muda hhheee" goda jeni
"cieeeeeee yang mau menyenangkan calon istri" goda jeni lagi
Antoni cuma senyum senyum sendiri lihat manda nya digoda sama calon adik ipar nya Manda
Manda hanya bisa menunduk malu dalam hati sudah berbunga bunga karena perkataan Ilham
"ya sudah berarti bulan Januari kita akan membuat acara akad nikah dan resepsi nya,mulai besok kita harus mempersiapkan semua nya,dari fitting baju pengantin dan sebagainya nya" kata mama ana
"boleh Manda mengusulkan sesuatu" tanya Manda hati hati takut mama dan papa nya marah
"boleh dong sayang" ucap lembut mama Ita
"Manda mau baju pengantin nya dijahit ma,Manda gak mau yang ada dibutik" kata Manda
"boleh sayang,kan pernikahan nya masih 2 lagi,jadi baju akad dan resepsi masih sempat untuk di jahit" ucap mama ana
"nanti biar mama yang Carikan tempat jahit yang bagus" ujar mama Ita lagi
"om Tante boleh saya berbicara dengan Manda berdua" pinta Ilham
"boleh dong sayang" jawab mama Ita
Ilham dan Manda pun bangun menuju ketaman yang ada dibelakang rumah
__ADS_1
"mau bicara apa" tanya Manda sesampai di taman
"duduk dulu,kita mau ngobrol santai kok" jawab Ilham sambil mempersilahkan Manda duduk.
"boleh aku bertanya" lanjut Ilham setelah Manda duduk
"boleh" Jawab Manda
"kenapa kamu mau menerima perjodohan ini,kan kamu pernah minta waktu untuk menjawab," tanya Ilham
"iya aku memang pernah meminta waktu,tapi setelah melihat kesedihan Dimata Abang dan orang tua ku,aku gak sanggup" Jawab Manda jujur sambil menunduk kan wajah nya takut Ilham marah karena jawaban nya itu
"oh jadi kamu mau menerima perjodohan ini karena keluarga mu,bukan karena kamu suka sama aku" ada raut kecewa diwajahnya ilham setelah mendengar jawaban Manda, tidak seperti dibayangkan jawaban dari Manda
"maaf" hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Manda
"oke, tidak apa apa,aku akan membuat kamu jatuh cinta kepada ku" tekat Ilham sambil melihat Manda
setelah mendengar jawaban dari Manda, Ilham langsung bergegas kembali berkumpul dengan keluarga nya dan Manda
"Ilham Manda mana nak" tanya mama ana
"masih ditaman ma"jawab Ilham
"loh kok bisa,kan tadi kalian barengan keluar nya" ujar pak Bahri
tidak lama Manda masuk " Manda yang nyuruh Ilham masuk duluan tadi" jawab Manda menutup kesalahan Ilham karena meninggalkan nya sendiri ditaman
Ilham hanya diam dan duduk dekat adik nya jeni
jeni tau kalau terjadi sesuatu karena melihat raut wajah Abang nya yang murung,jeni menyenggol tangan Ilham, Ilham pun melihat adik nya dan dia cuma bisa tersenyum,jeni meminta penjelasan lewat mata nya, Ilham lagi lagi hanya tersenyum
karena tak mendapat jawaban akhirnya jeni diam saja
"seperti nya malam makin larut kami sekeluarga pulang dulu" kata pak Bahri
"oh iya pak, akhirnya tidak lama lagi kita akan menjadi besan" ucap pak Dika senang
"kami pamit pak Dika dan jeng Ita" sahut jeng ana
"iya jeng ana" jawab jeng Ita
"assalamualaikum" salam pak Bahri
"wa'alaikum salam" jawab keluarga Manda bersama
mereka tak menyadari perubahan wajah Ilham dan Manda setelah masuk tadi,cuma jeni yang menyadari nya, sepanjang perjalanan pulang Ilham hanya diam dan memikirkan perkataan Manda
setelah keluarga Ilham pulang,Manda minta izin mau kekamar untuk istirahat.
__ADS_1