
Kini kandungan Manda memasuki bulan ke 7
dan pernikahan Antoni pun tidak lama lagi,
pergerakan Manda mulai susah, karena perut nya yang sudah besar
sedangkan ditoko, makin banyak pesan orang
karena merasa kasihan pada Tuti, Manda pun merekomendasi kan satu lagi pegawai nya
Tuti pun merasa senang karena sudah ada teman ditoko
"gimana mbak, setelah ada teman" tanya Manda sambil memegang perutnya yang sudah membesar
"makasih mbak, sekarang aku udah ada teman nya, dan Alhamdulillah udah ringan kerjaan" jawab jujur Tuti
Tangan nya tetap bekerja untuk mempeking barang pesanan.
selama kandungan nya mulai membesar, Manda sudah membeli hp untuk ditaruh ditoko
jadi Manda tidak usah sibuk lagi mengatakan siapa aja yang pesan
tapi Manda tetap kontrol dari cctv dan juga hp yang terhubung dengan hp satu lagi
"sudah ada berapa Pekingan mbak" tanya Manda
"udah sekitar 20 Pekingan mbak" jawab Tuti
"oke untuk hari ini berarti udah habis ya mbak" ucap Manda
"iya mbak" jawab Tuti
"oke, mungkin bentar lagi kurir datang, jadi jangan lupa nanti semua dicatat supaya tidak ada yang ke cecer" ucap Manda
diangguk kan oleh Tuti
"oh ya, mbak mira gimana kerja disini kerasan" tanya Manda pada karyawan nya yang baru beberapa hari kerja
"Alhamdulillah kerasa mbak" jawab Mira sambil mengangguk dan tersenyum
Manda mendengar nya pun lega, kemudian dia pun kembali kedalam rumah
πΈπΈπΈ
Dirumahnya mama ana, mama ana sibuk dengan membuat masakan kesukaan nya Manda dibantu oleh jeni
"ma, memang harus ya, bawa semua makanan ini kerumahnya kak Manda" tanya jeni
"iya sayang, mana tau kakak mu itu lagi mau makan masakan mama" ucap mama ana percaya diri
"yakin sekali mama" ujar jeni
mama ana hanya mengangguk tanda nya iya
jeni pun mengalah dan lanjut membantu mama nya
sedangkan asik memasak ada yang mengucapkan salam
"assalamualaikum"
"wa'alaikum salam" jawab jeni dan mama ana berbarengan
"Jen, tolong buka kan pintu nya sayang" ucap mama ana kepada jeni
"oke" jawab jeni sambil meninggalkan dapur
"assalamualaikum" kembali terdengar suara orang mengucapkan salam dan berbarengan dengan suara ketukan pintu
""wa'alaikum salam, tunggu bentar" ujar jeni sambil sedikit berlari kedepan pintu
setelah pintu dibuka, ternyata mama Ita dan papa Dika datang
"eh tante dan om, masuk tan, om" ucap jeni mempersilahkan besan mama nya masuk
"siapa jeni" teriak mama ana dari dapur
__ADS_1
"Tante Ita dan om Dika ma" jawab jeni sambil berteriak juga
mendengar besan nya yang datang mama ana langsung berhenti masak, dan menemui besan nya dulu
"lagi sibuk jeng" ucap mama Ita setelah melihat mama ana keluar dari dapur
"gak seberapa kok jeng, silahkan duduk jeng, eh ada pak Dika juga" ucap mama jeni sambil mempersilahkan kedua besan nya duduk
"jeni, tolong buat kan minum sayang" ucap mama ana
"gak usah repot-repot jeng" ucap mama Ita
"gak repot kok jeng, cuma minum aja" ujar mama ana
"pak Bahri nya ada buk" tanya pak Dika
"mas Bahri masih dikantor, mungkin bentar lagi pulang" ucap mama ana
pak Dika pun mengangguk kan kepala nya tanda mengerti
mereka pun ngobrol santai dan tak lama datang jeni dengan membawa minuman
"silahkan diminum om dan Tante" ucap jeni mempersilahkan setelah meletakkan nya diatas meja
"terima kasih sayang" ucap mama Ita
jeni pun duduk disamping mama nya
tidak lama kemudian, papa Bahri pulang dari kantor nya
"assalamualaikum" papa Bahri mengucapkan salam dan melangkah masuk
"wa'alaikum salam" jawab mereka serentak
"eemmm ada tamu ternyata" ujar papa Bahri
"sudah lama pak Dika buk Ita" tanya papa Bahri lagi
"gak lama juga pak, baru beberapa menit" ucap pak Dika
"oh iya pak, silahkan" jawab papa Dika
pak Bahri pun masuk kekamar nya, sekitar 10 menit pak bahri pun kembali keluar dan duduk disofa dekat pak Dika
"gimana pak, seperti nya ada sesuatu sehingga pak Dika, kerumah saya" ucap papa Bahri basa basi
"hhhheeee sebenarnya gak ada istimewa pak, cuma silahturahmi sekalian ngantar undangan untuk besan," ucap pak Dika
"oh iya, gak lama lagi kan antoni nikah, hampir lupa saya" ucap papa Bahri
karena papa bahri udah ada mama ana pun pamit mau lanjut masak
"besan saya tinggal dulu, mau lanjut masak, takut nya nanti telat antar untuk Manda" ucap mama ana pada besan nya
"oh boleh, apa bisa saya bantu jeng" tawar mama Ita
"eh nanti merepotkan besan pula" ujar mama ana
"gak kok jeng" ucap mama Ita
mereka pun bangun dan menuju kedapur, jeni pun mengikuti mama ana dan tante Ita
sampai didapur mama Ita langsung terkejut
"loh jeng, banyak banget masak nya" ucap mama Ita
"biasa Tante, untuk menantu kesayangan, hehehe" ujar jeni
"kamu ini ada ada aja jeni" ucap mama ana
mereka pun melanjutkan masak
tidak beberapa lama masakan pun jadi, dan mereka memasukkan nya kedalam rantang
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Manda sudah selesai ngecek semua pesanan akhirnya masuk kedalam rumah
Tak berapa lama pulang kanza dan Ilham
"assalamualaikum mama" teriak kanza dari luar sambil berlari masuk kedalam rumah
Manda yang mendengar nya pun melihat kebelakang
"wa'alaikum salam sayang" jawab manda
"hati hati sayang jangan lari lari" ucap Ilham yang mengikuti kanza dari belakang
kanza pun mencium tangan manda
kemudian Manda mencium takzim tangan suami nya
bibi yang mendengar suara kanza langsung menuju kedepan
dan menghampiri kanza
"kanza ganti baju dulu ya,? dengan bibi" ucap Manda
kanza yang sudah tau kondisi mama nya
pun mengangguk tanda mengerti
bibi pun langsung membawa kanza kekamar nya kanza
sedangkan Ilham masuk kedalam kamar diikuti oleh Manda
"mas kok telat pulang nya" tanya Manda sambil melihat jam
ternyata Ilham pulang telat
Ilham mendengar pertanyaan dari Manda pun
berbalik mendekati Manda
"kenapa sayang, kangen ya sama mas" bukan nya menjawab malah menanyakan kembali pertanyaan lain
Manda mendengar nya pun panik, ingin marah kok dia yang terpojok
"eh bukan itu mas, tapi,,,,,,! belum sempat manda menjawab Ilham sudah mencium bibir nya sekilas
Manda kaget sampai mata nya terbuka lebar
Ilham melihat mata istri nya langsung tersenyum
dia senang melihat istrinya seperti itu
pipi Manda sudah merona gara gara cium dadakan nya Ilham
"mas apa sich" ucap Manda
"maaf mas refleks, habis kamu menggoda sich sayang" ucap Ilham makin menggoda istri nya itu, membuat pipi manda semakin merona
karena tak tahan godaan suami nya, akhirnya manda langsung keluar kamar
Ilham melihat Manda kabur langsung tertawa terbahak bahak sendirian dikamar
setelah itu Ilham langsung mengganti baju dinas nya dengan baju santai
Dan dia menyusul Manda keluar kamar
πΈπΈπΈ
Hay relaksi yang setia membaca novel ku
makasih atas komen nya dan like nya
jangan bosan bosan ya, baca novel ku
love you all ππππ
jangan lupa komen dan like nya
__ADS_1
jika suka jangan vote nya ππππ