Dijodohkan Dengan Polisi

Dijodohkan Dengan Polisi
-


__ADS_3

Kini kandungan Manda memasuki bulan ke 7


dan pernikahan Antoni pun tidak lama lagi,


pergerakan Manda mulai susah, karena perut nya yang sudah besar


sedangkan ditoko, makin banyak pesan orang


karena merasa kasihan pada Tuti, Manda pun merekomendasi kan satu lagi pegawai nya


Tuti pun merasa senang karena sudah ada teman ditoko


"gimana mbak, setelah ada teman" tanya Manda sambil memegang perutnya yang sudah membesar


"makasih mbak, sekarang aku udah ada teman nya, dan Alhamdulillah udah ringan kerjaan" jawab jujur Tuti


Tangan nya tetap bekerja untuk mempeking barang pesanan.


selama kandungan nya mulai membesar, Manda sudah membeli hp untuk ditaruh ditoko


jadi Manda tidak usah sibuk lagi mengatakan siapa aja yang pesan


tapi Manda tetap kontrol dari cctv dan juga hp yang terhubung dengan hp satu lagi


"sudah ada berapa Pekingan mbak" tanya Manda


"udah sekitar 20 Pekingan mbak" jawab Tuti


"oke untuk hari ini berarti udah habis ya mbak" ucap Manda


"iya mbak" jawab Tuti


"oke, mungkin bentar lagi kurir datang, jadi jangan lupa nanti semua dicatat supaya tidak ada yang ke cecer" ucap Manda


diangguk kan oleh Tuti


"oh ya, mbak mira gimana kerja disini kerasan" tanya Manda pada karyawan nya yang baru beberapa hari kerja


"Alhamdulillah kerasa mbak" jawab Mira sambil mengangguk dan tersenyum


Manda mendengar nya pun lega, kemudian dia pun kembali kedalam rumah


🌸🌸🌸


Dirumahnya mama ana, mama ana sibuk dengan membuat masakan kesukaan nya Manda dibantu oleh jeni


"ma, memang harus ya, bawa semua makanan ini kerumahnya kak Manda" tanya jeni


"iya sayang, mana tau kakak mu itu lagi mau makan masakan mama" ucap mama ana percaya diri


"yakin sekali mama" ujar jeni


mama ana hanya mengangguk tanda nya iya


jeni pun mengalah dan lanjut membantu mama nya


sedangkan asik memasak ada yang mengucapkan salam


"assalamualaikum"


"wa'alaikum salam" jawab jeni dan mama ana berbarengan


"Jen, tolong buka kan pintu nya sayang" ucap mama ana kepada jeni


"oke" jawab jeni sambil meninggalkan dapur


"assalamualaikum" kembali terdengar suara orang mengucapkan salam dan berbarengan dengan suara ketukan pintu


""wa'alaikum salam, tunggu bentar" ujar jeni sambil sedikit berlari kedepan pintu


setelah pintu dibuka, ternyata mama Ita dan papa Dika datang


"eh tante dan om, masuk tan, om" ucap jeni mempersilahkan besan mama nya masuk


"siapa jeni" teriak mama ana dari dapur

__ADS_1


"Tante Ita dan om Dika ma" jawab jeni sambil berteriak juga


mendengar besan nya yang datang mama ana langsung berhenti masak, dan menemui besan nya dulu


"lagi sibuk jeng" ucap mama Ita setelah melihat mama ana keluar dari dapur


"gak seberapa kok jeng, silahkan duduk jeng, eh ada pak Dika juga" ucap mama jeni sambil mempersilahkan kedua besan nya duduk


"jeni, tolong buat kan minum sayang" ucap mama ana


"gak usah repot-repot jeng" ucap mama Ita


"gak repot kok jeng, cuma minum aja" ujar mama ana


"pak Bahri nya ada buk" tanya pak Dika


"mas Bahri masih dikantor, mungkin bentar lagi pulang" ucap mama ana


pak Dika pun mengangguk kan kepala nya tanda mengerti


mereka pun ngobrol santai dan tak lama datang jeni dengan membawa minuman


"silahkan diminum om dan Tante" ucap jeni mempersilahkan setelah meletakkan nya diatas meja


"terima kasih sayang" ucap mama Ita


jeni pun duduk disamping mama nya


tidak lama kemudian, papa Bahri pulang dari kantor nya


"assalamualaikum" papa Bahri mengucapkan salam dan melangkah masuk


"wa'alaikum salam" jawab mereka serentak


"eemmm ada tamu ternyata" ujar papa Bahri


"sudah lama pak Dika buk Ita" tanya papa Bahri lagi


"gak lama juga pak, baru beberapa menit" ucap pak Dika


"oh iya pak, silahkan" jawab papa Dika


pak Bahri pun masuk kekamar nya, sekitar 10 menit pak bahri pun kembali keluar dan duduk disofa dekat pak Dika


"gimana pak, seperti nya ada sesuatu sehingga pak Dika, kerumah saya" ucap papa Bahri basa basi


"hhhheeee sebenarnya gak ada istimewa pak, cuma silahturahmi sekalian ngantar undangan untuk besan," ucap pak Dika


"oh iya, gak lama lagi kan antoni nikah, hampir lupa saya" ucap papa Bahri


karena papa bahri udah ada mama ana pun pamit mau lanjut masak


"besan saya tinggal dulu, mau lanjut masak, takut nya nanti telat antar untuk Manda" ucap mama ana pada besan nya


"oh boleh, apa bisa saya bantu jeng" tawar mama Ita


"eh nanti merepotkan besan pula" ujar mama ana


"gak kok jeng" ucap mama Ita


mereka pun bangun dan menuju kedapur, jeni pun mengikuti mama ana dan tante Ita


sampai didapur mama Ita langsung terkejut


"loh jeng, banyak banget masak nya" ucap mama Ita


"biasa Tante, untuk menantu kesayangan, hehehe" ujar jeni


"kamu ini ada ada aja jeni" ucap mama ana


mereka pun melanjutkan masak


tidak beberapa lama masakan pun jadi, dan mereka memasukkan nya kedalam rantang


🌸🌸🌸

__ADS_1


Manda sudah selesai ngecek semua pesanan akhirnya masuk kedalam rumah


Tak berapa lama pulang kanza dan Ilham


"assalamualaikum mama" teriak kanza dari luar sambil berlari masuk kedalam rumah


Manda yang mendengar nya pun melihat kebelakang


"wa'alaikum salam sayang" jawab manda


"hati hati sayang jangan lari lari" ucap Ilham yang mengikuti kanza dari belakang


kanza pun mencium tangan manda


kemudian Manda mencium takzim tangan suami nya


bibi yang mendengar suara kanza langsung menuju kedepan


dan menghampiri kanza


"kanza ganti baju dulu ya,? dengan bibi" ucap Manda


kanza yang sudah tau kondisi mama nya


pun mengangguk tanda mengerti


bibi pun langsung membawa kanza kekamar nya kanza


sedangkan Ilham masuk kedalam kamar diikuti oleh Manda


"mas kok telat pulang nya" tanya Manda sambil melihat jam


ternyata Ilham pulang telat


Ilham mendengar pertanyaan dari Manda pun


berbalik mendekati Manda


"kenapa sayang, kangen ya sama mas" bukan nya menjawab malah menanyakan kembali pertanyaan lain


Manda mendengar nya pun panik, ingin marah kok dia yang terpojok


"eh bukan itu mas, tapi,,,,,,! belum sempat manda menjawab Ilham sudah mencium bibir nya sekilas


Manda kaget sampai mata nya terbuka lebar


Ilham melihat mata istri nya langsung tersenyum


dia senang melihat istrinya seperti itu


pipi Manda sudah merona gara gara cium dadakan nya Ilham


"mas apa sich" ucap Manda


"maaf mas refleks, habis kamu menggoda sich sayang" ucap Ilham makin menggoda istri nya itu, membuat pipi manda semakin merona


karena tak tahan godaan suami nya, akhirnya manda langsung keluar kamar


Ilham melihat Manda kabur langsung tertawa terbahak bahak sendirian dikamar


setelah itu Ilham langsung mengganti baju dinas nya dengan baju santai


Dan dia menyusul Manda keluar kamar


🌸🌸🌸


Hay relaksi yang setia membaca novel ku


makasih atas komen nya dan like nya


jangan bosan bosan ya, baca novel ku


love you all 😍😍😍😍


jangan lupa komen dan like nya

__ADS_1


jika suka jangan vote nya 😍😍😍😍


__ADS_2