Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Suamiku tidak mandul


__ADS_3

"Mana mungkin itu bayimu sementara dokter memvonismu mandul!"


Nick terperanjat, mata elangnya menatap sang kembaran penuh amarah. Kedua tangannya terkepal serta urat-urat lehernya mencuat di permukaan kulitnya yang putih. Detik selanjutnya, sekujur tubuh Nick bergetar, ucapan Nicho seakan menelanjangi tubuhnya. Apalagi saat kedua orang tuanya menatapnya penuh tanda tanya.


"Kenapa kau diam saja Nick? Katakan pada mereka kalau yang aku katakan itu benar," ucap Nicho seraya membalas tatapan Nick.


"A-a-ak..." seketika lidah Nick menjadi kelu, pria yang biasanya sangat tegas seakan kehilangan jati dirinya. Namun di saat pria itu terlihat lemah, sebuah tangan mungil menggenggam tangannya yang terkepal, tangan yang terasa begitu hangat seolah meluruhnya amarahnya, ketakutannya seakan sirna. Nick menoleh, menatap tangan Flo yang berada di atas tangannya, tatapan Nick lalu berpindah pada wajah cantik sang istri.


"Dokter bukan Tuhan, kehamilanku adalah bukti kalau suamiku tidak mandul," jawab Flo dengan tegas, bahkan wanita hamil itu tak ragu menatap mantan kekasihnya.


Sebutan suami yang keluar dari mulut Flo membuat jantung Nick bergetar, hatinya terasa begitu hangat saat Flo akhirnya menyebutnya sebagai suami di depan keluarganya, meski Nick tau Flo melakukan hal tersebut demi menutupi rahasia mereka.

__ADS_1


"Jangan bohong Flo!" Nicho berujar tak terima, dia sangat yakin jika bayi yang Flo kandung adalah miliknya.


Flo tersenyum sinis, dia sangat muak menghadapi Nicho. Seketika Flo menyesal karena telah mencintai pria seperti Nicho. "Aku tidak butuh kepercayaan darimu. Percaya atau tidak itu bukan urusan kami. Bayi ini adalah milik Nick!" tegas Flo penuh penekanan, wanita itu lalu beranjak dari duduknya sambil menarik tangan sang suami. Flo menunduk menatap Nick yang masih diam di tempatnya. "Bangunlah Nick, aku ingin pulang!"


Nick mendongakkan kepala, tatapan Flo yang begitu teduh membuat kepercayaan diri Nick kembali. Nick lalu berdiri mensejajari istrinya. "Ayo, kau pasti lelah kan," jawabnya lembut. Nick lalu menatap Nicho di iringi senyuman mencemooh.


"Kalian tidak boleh pergi sebelum Nick memberi bukti jika bayi yang ada di dalam perut Flo adalah miliknya!" Nicho masih bersikeras, pria itu lalu berdiri di susul oleh Sam dan Zea.


"Cukup," teriak Sam mencoba melerai kedua putranya. Pria tua itu menatap Nick dan Nicho secara bergantian. "Sudahi semua kegilaanmu Nicho!" sambung Sam kecewa, rasa malunya belum habis di hadapan keluarga Tan, dan kini Nicho kembali membuat ulah.


Nicho menoleh, menatap sang ayah dengan marah. "Aku hanya sedang memperjuangkan milikku dad! Aku tidak rela Nick mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku!" jawab Nicho seolah yakin jika bayi yang Flo kandung adalah miliknya.

__ADS_1


"Milikmu?" ulang Sam dengan tatapan gusar. "Mana yang kau sebut sebagai milikmu?"


Nicho meneguk ludahnya dengan kasar, kesalahannya begitu besar hingga dia tak mampu menjawab pertanyaan sang ayah.


"Dengar Nicho, semua yang hilang darimu karena kesalahanmu sendiri. Nick tidak pernah mengambil apapun darimu termasuk rumah sakit dan Flo! Kau tentu ingat saat kau memilih minggat dari rumah ini dan meninggalkan masalah yang begitu fatal bagi rumah sakit. Nick dan dady yang harus menanggung semua perbuatanmu, Nick bekerja siang dan malam agar rumah sakit tetap buka! Dan untuk Flo, kau sendiri yang meninggalkannya bukan? Jika bukan karena Nick, mungkin Flo sudah tiada!"


"Apa maksud dady dengan Flo mungkin sudah tiada?" tanya Nicho dengan suara bergetar.


"Flo hampir bunuh diri karenamu!" kali ini Zea yang angkat bicara, sudah cukup Nicho membuat masalah. Wanita paruh baya itu tidak mau rumah tangga Flo dan Nick hancur karena kembalinya Nicho di kehidupan mereka.


Lemas, tubuh Nicho terasa tak berdaya. Dia tak menyangka perbuatannya berakhir fatal. Nicho menatap Flo dengan perasaan bersalah. "Maaf Flo, tolong maafkan aku!" ucap Nicho penuh sesal. Namun detik berikutnya tatapannya di penuhi amarah, dia kembali menatap kembarannya penuh kebencian. "Dia yang membuatku pergi Flo. Aku yakin dia sudah merencanakan semuanya! Sejak awal dia sudah jatuh cinta padamu!"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2