
"Bukan aku mensyukuri lukamu karena Nicho meninggalkanmu, namun aku menikahimu karena aku tulus, aku mencintaimu Florencia Tan!" aku Nick tanpa ragu, sorot matanya yang selalu tajam kini melembut dan wajahnya yang datar seolah memberi tanda jika ucapannya benar-benar serius.
"Maaf," hanya sepatah kata yang terucap dari mulut Flo, anda waktu bisa di ulang dia berharap tidak salah mengenali antara Nick dan Nicho sehingga dia tak membuang waktu bersama orang yang tidak tepat.
"Aku tidak akan memaksamu, jadi jangan pernah minta maaf padaku. Aku hanya ingin kau tau tentang perasaanku. Mencintaimu adalah keputusanku, aku tidak ingin membebanimu dengan perasaanku!" Nick mengusap tangan Flo dengan lembut, lalu saat Flo menatapnya, Nick memberikan senyum terlebar yang belum pernah dia tunjukan kepada siapapun.
Wajah datar itu di hiasi senyum membuat Flo takjub akan keindahan yang selama ini tersembunyi di balik wajah datar tanpa ekspresi. "Aku tidak tau kau bisa tersenyum selebar ini Nick," ucap Flo tanpa sadar, dia terbius dengan senyuman Nick yang menawan.
"Kau menyukainya?" tanya Nick dan Flo hanya mengangguk pelan. "Kalau begitu aku akan tersenyum setiap hari di hadapanmu!"
__ADS_1
Flo terkekeh, dia masih tak percaya Nick bisa bermulut manis. Awalnya Flo pikir Nick pria dingin dengan tatapan yang mengerikan, siapa sangka semakin mengenal Nick, dia menemukan sisi lain Nick yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
"Sudah malam, tidurlah! Aku akan tidur di sofa!" Nick melepaskan tangan Flo, pria itu lalu beranjak turun dari tempat tidur. Namun siapa sangka, jika Flo berani menahan jari kelingkingnya membuat Nick mengurungkan niatnya. Nick menunduk menatap jari kelingkingnya yang di tahan oleh Flo. "Apa kau butuh sesuatu?" tanya Nick pelan.
Flo ikut bangun dan berdiri mensejajari Nick, tak lupa dia juga melepaskan jari kelingking milik Nick. "Kau masih demam, aku saja yang tidur di sofa!"
"No, sofa sangat tidak nyaman untuk ibu hamil. Tidurlah di ranjang!" tolak Nick dengan cepat.
Nick menghela nafas panjang, pria itu diam sejenak untuk memikirkan solusi. "Hmm, kalau begitu kita harus tidur di ranjang yang sama!" ujarnya.
__ADS_1
"Eh," Flo terkejut dengan mata membola, ajakan Nick bagai panah asmara yang membuat jantungnya kembali berdebar-debar.
Ekpresi wajah Flo yang begitu lucu membuat Nick tertawa, benar-benar menggemaskan. "Aku hanya bercanda Flo!" ucapnya menahan tawa. Lalu tanpa pemberitahuan, tiba-tiba Nick mengusap kepala Flo dengan begitu lembut. "Selamat malam Flo," ucapnya setengah berbisik, dia lalu melangkahkan kakinya menuju sofa dan berbaring di sana.
Bak robot, Flo memutar tubuhnya dengan kaku, netranya menelisik setiap jengkal tubuh Nick yang terbaring di sofa. Dia merasa kasihan melihat Nick tidur di sofa, namun akan terlalu canggung jika mereka tidur di ranjang yang sama. Untuk mengurasi rasa tidak enak hatinya, Flo mengambil bantal dan selimut lalu membawanya ke sofa. "Pakai ini agar tubuhmu hangat. Bangunkan aku jika kau butuh sesuatu!" ujar Flo seraya memberikan selimut dan bantal kepada Nick.
"Hem, terima kasih!"
Flo kembali ke ranjang, wanita hamil itu merebahkan tubuhnya dan membelakangi Nick. Meski Nick tak berada di atas ranjang yang sama dengannya, namun Flo dapat mencium aroma tubuh Nick yang tertinggal di kasur. Aroma tubuh itu membuat Flo teringat masa lalu, dimana Nick membantunya dari pencopet. "Maaf karena salah mengenalimu Nick. Aku akan berusaha membuka hati untukmu. Aku janji!"
__ADS_1
BERSAMBUNG...