Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Flo keguguran


__ADS_3

"Maaf tuan Nick, bayi anda tidak bisa kami selamatkan!"


Deg...


Nick tercengang di tempat dengan wajah memucat, jawaban yang dia dapat dari dokter seolah pukulan besar yang mengenai kepalanya, bahkan kini telinganya mulai berdenging, tatapannya mulai samar dan seolah semua energi terlepas dari tubuhnya. Kedua kaki yang lemas tak mampu menopang beban tubuh, pria itu terkulai lemas di lantai masih dengan tatapan kosong.


"Nick," Zea berlutut dan memeluk tubuh putranya yang masing linglung, baru kali ini Zea melihat Nick begitu sedih. Zea dan Adel lalu membantu Nick untuk duduk, setelahnya Zea kembali menemui dokter.


"Lalu bagaimana dengan kondisi menantu saya dok? Dia baik-baik saja kan?" tanya Zea khawatir.


"Nyonya Flo masih kritis karena kehilangan banyak darah, kami akan segera melakukan tindakan kuretasi, mohon salah satu anggota keluarga menandatangani dokumen persetujuan," jelas sang dokter.


"Baik dok," Zea menghampiri Adel yang sedang berusaha menenangkan Nick. "Del, jaga kakakmu sebentar!"


"Ya mom!"


Sementara di sisi lain ruang tindakan, Nicho berdiri dengan perasaan bersalah yang menusuk hati. Bagaimana tidak, bukan hanya mencelakakan Flo, namun dia juga telah membuat bayi dalam kandungan Flo keguguran, bukankah sama saja dia telah membunuh darah dagingnya sendiri?

__ADS_1


Zea kembali setelah mengurus dokumen persetujuan, tak lama setelah itu Flo di bawa ke ruang operasi. Nick, Adel dan Zea menunggu dengan cemas, mereka berharap Flo bisa melewati masa kritisnya.


"Bagaimana aku harus menjelaskannya mom, bagaimana Nick harus menjawab jika Flo bertanya tentang bayinya?" Nick tak kuasa menahan air matanya, dia sedih karena kehilangan calon bayi mereka, namun Nick jauh lebih takut melihat Flo bersedih karena keguguran.


Zea mengusap punggung Nick dengan lembut, dia tau apa yang menjadi kekhawatiran putranya. "Jangan pikirkan itu dulu, sekarang lebih baik kau berdoa agar istrimu baik-baik saja nak," jawab Zea sedih karena dia juga tak bisa memberi jawaban jika Flo bertanya tentang bayinya, karena jawaban apapun tidak akan mudah di terima oleh seorang ibu yang baru saja kehilangan bayi mereka.


Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya Flo keluar dari ruang operasi dan di pindahkan ke ruang perawatan. Untung saja Flo dapat melewati masa kritisnya, namun wanita itu masih belum sadarkan diri meski hampir dua jam dia di pindahkan ke bangsal.


Tak sedetikpun Nick melepaskan tangan Flo, tatapannya hanya tertuju pada wajah pucat sang istri. Entah berapa banyak air mata yang keluar, namun Nick tak bisa mengendalikan dirinya, air matanya terus saja menetes, membasahi luka di dalam hatinya.


Berita keguguran Flo telah sampai di telinga tuan Tan dan Rospita, keduanya pun bergegas ke rumah sakit, selama perjalanan tuan Tan tampak begitu cemas, berbeda dengan Rospita yang terlihat menahan senyum bahagianya karena telah berhasil menyingkirkan bayi dalam kandungan Flo. Rospita juga senang karena dia tak perlu mengotori tangannya sendiri, dalam hal ini Nicho adalah bidak catur yang sempurna baginya.


Rospita menahan tangan suaminya, dia tak mau suaminya membuat keributan. "Sudah mas, lepaskan dia. Kita harus segera melihat Flo!"


Mendengar nama anaknya, tuan Tan langsung melepaskan cengkeramannya. "Aku tidak akan membiarkanmu berada di sekeliling putriku!" ujar tuan Tan bernada ancaman, setelahnya dia masuk ke dalam kamar rawat inap.


"Ayah," ucap Nick dengan suara serak, pria itu beranjak dari duduknya dan menghampiri sang ayah mertua. Nick menunduk di hadapan tuan Tan, rasanya bia begitu malu karena tak bisa menepati janjinya. "Maaf yah, Nick tidak bisa menjaga Flo dengan baik," sesal Nick.

__ADS_1


Tuan Tan menepuk lengan sang menantu, meski dia belum tau apa yang sebenarnya terjadi, namun dia juga tak ingin menyalahkan menantunya. "Semua ini takdir, jangan salahkan dirimu sendiri Nick!"


Tuan Tan lalu menghampiri Flo, dia sangat tidak tega melihat kondisi putrinya. "Kasian sekali kau nak," pekiknya dengan mata berkaca-kaca.


Rospita kembali memainkan perannya sebagai seorang ibu yang baik, wanita itu ikut menangis dengan air mata palsu. "Flo pasti sangat sedih mas, bagaimana kita harus menghiburnya nanti," ucapnya sambil terisak.


Nick menatap Rospita, tak sengaja dia melihat seutas senyum samar di wajah wanita licik itu. Sejak awal dia sudah tau jika Rospita dan Flo tak memiliki hubungan yang bagus, namun Nick tak pernah menduga jika Rospita bisa sekejam itu, dia tersenyum di atas penderitaan Flo.


"Ni-Nick."


Atensi Nick teralihkan saat dia mendengar suara lirih, dia menoleh dan segera mendekati ranjang saat melihat Flo mulai membuka matanya.


"Sayang, kau sudah bangun," ucap Nick lega.


"Nick," panggil Flo lagi.


"Aku di sini sayang. Jangan banyak bicara dulu, dokter bilang kau harus banyak istirahat agar kau cepat pulih," Nick mengusap kepala Flo dengan lembut, pria itu juga mengecup kening istrinya penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Bayi kita baik-baik saja kan Nick?"


BERSAMBUNG...


__ADS_2