
Sesak, itulah yang Flo rasakan di sepanjang perjalanan pulang. Awalnya dia pikir kisah cintanya begitu sempurna, namun siapa sangka pria yang berhasil merebut hatinya sejak kali pertama bukanlah pria yang menghabiskan waktu selama dua tahun bersamanya, sungguh ironi.
Lamunan panjang Flo berakhir saat mobil yang dia tumpangi berhenti di depan rumah Nick, meski sempat ragu untuk turun namun Flo sadar dia tak memiliki tempat tujuan lain. Toh Nick berjanji akan memberinya waktu untuk sendiri.
Sialnya, Flo harus menunda waktu untuk menenangkan diri karena saat dia turun dari mobil dia mendapati Rospita berdiri di depan rumahnya. Rospita tersenyum mengejek saat melihat kedatangan Flo dengan wajah sembab dan mata sedikit bengkak.
"Holla, bagaimana kabarmu tuan putri?" tanya Rospita saat Flo sudah berdiri tak jauh darinya. "Hmm, sepertinya kabarmu tidak baik-baik saja? Lihatlah wajah sembab dan matamu yang memerah itu. Apa kau baru saja menangis?" ejeknya seraya menatap wajah Flo.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Flo acuh.
"Apalagi, tentu saja untuk melihatmu menangis!"
Flo mengetatkan kedua sisi rahangnya. "Jangan bilang kau yang telah membuat Nicho kembali muncul?" tebak Flo tepat sasaran.
Rospita tertawa puas karena rencananya berhasil. "Oh wow, bagaimana kau bisa tau? Jadi apakah Nick menceraikanmu setelah Nicho kembali?" ujarnya penuh harap.
Flo tersenyum kaku, kini dia tau apa yang ada di dalam pikiran Rospita. "Jangan harap!" jawab Flo dengan tegas, Flo lalu meraih kunci di dalam tas dan membuka pintu. Pintu telah terbuka, Flo berdiri di ambang pintu sambil menatap ibu tirinya penuh kebencian. "Lupakan semua khayalanmu itu, aku dan Nick tidak akan pernah bercerai karena aku sedang mengandung anaknya!" papar Flo seraya mengusap perutnya yang mulai berisi.
Rospita tampak begitu terkejut, kedua matanya membelalak sempurna mendengar ucapan Flo. "Tidak mungkin!" sangkalnya.
__ADS_1
Kini giliran Flo yang tertawa melihat ekpresi wajah Rospita. "Pulanglah dan tidur, siapa tau kau bisa bermimpi untuk menikahi suamiku!" ejek Flo tak mau kalah.
"Kurang aja kau Flo!" Rospita menggeram kesal bersamaan dengan pintu rumah yang tertutup dengan sangat kencang. "Dia pasti bohong!" gumam Rospita tak terima.
Sementara di dalam rumah, Flo sudah berada di kamarnya. Wanita hamil itu meringkuk di atas tempat tidur sambil memeluk kakinya sendiri. Belum juga sembuh luka yang Nicho tinggalkan, dan Nicho kembali menabur garam di atas lukanya, mungkin saja sebentar lagi lukanya akan bernanah ataupun membusuk.
"Kenapa kau begitu kejam padaku?" ucap Flo bermonolog, dia masih tak percaya Nicho telah menipunya sejak awal. Dan yang membuat Flo semakin terluka adalah ketika dia tau jika pria yang menolongnya adalah Nick bukan Nicho. "Aku sangat membencimu Nicho!"
***
"Dady!" Adelia yang sejak tadi menyimak sambil duduk di atas tangga langsung berlari turun saat melihat Sam tak sadarkan diri. Gadis berusia 25 tahun itu tak henti-hentinya menangis bersama sang ibu.
"Ya!" Nicho berlari keluar untuk menyiapkan mobil, sementara Nick berusaha menggendong Sam, dan setelah Sam berada di punggungnya, Nick segera membawa Sam keluar. Dengan bantuan Nicho, keduanya membaringkan Sam di bangku mobil, tak berselang lama Zea sudah mendampingi suaminya.
"Siapkan barang-barang dady dan susul kami ke rumah sakit!" ucap Nick memerintah adiknya, Adelia.
"Ya kak!"
Nick mengusap air mata Adelia dengan lembut. "Jangan menangis, dady akan baik-baik saja!"
__ADS_1
"Hem!"
"Kakak pergi dulu, hati-hati saat kau menyusul!"
Nick lalu masuk ke dalam mobil yang segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sementara Nicho mengikuti dengan sepeda motornya.
Nick mencoba terlihat tenang meski dia sangat panik, untung saja jarak rumah sakit tak terlalu jauh sehingga mereka cepat tiba di rumah sakit. Sam langsung di bawa ke UGD dan di tangani oleh dokter.
"Dady pasti baik-baik saja mom," ucap Nick seraya memeluk Zea, dia merasa bersalah karena keributan yang dia sebabkan membuat Sam jatuh sakit.
"Hm, dady akan baik-baik saja!" sahut Zea di tengah isak tangisnya.
Nicho menghampiri Nick dan Zea dengan perasaan canggung. Dia juga merasa bersalah atas apa yang telah terjadi.
"Maaf mom," ucap Nicho penuh sesal.
Zea melepaskan pelukan Nick, wanita paruh baya itu menatap Nicho dengan tatapan nyalang. "Kalau terjadi sesuatu yang buruk pada suamiku, aku tidak akan pernah memaafkanmu!"
BERSAMBUNG...
__ADS_1