
Flo kembali ke rumah dengan wajah lesu, suasana hatinya semakin memburuk saat tak sengaja dia berpapasan dengan Nicho. Flo mencoba menghindari pria itu, namun sang mantan kekasih mengekorinya hingga di depan kamar.
"Flo," panggil Nicho dengan pelan.
Flo menghela nafas berat, langkahnya terhenti lalu wanita itu berbalik. "Apa?" jawabnya ketus, bahkan Flo tak sudi menatap wajah Nicho lagi.
"Apa kau benar-benar telah melupakanku? Semudah itu kau mencintai Nick?"
Muak, satu kata yang mungkin ingin Flo teriakkan di wajah Nicho saat ini. "Ya, semudah kau meninggalkanku waktu itu!" balasnya.
"Aku minta maaf Flo, waktu itu aku benar-benar takut. Aku mengakui semua kesalahanku, tolong beri satu kesempatan lagi untukku, aku berjanji akan memperbaiki semuanya!" pinta Nicho dengan wajah memelas.
Flo tersenyum sinis, semudah itu kata maaf terlontar dari mulut Nicho. "Terlambat Nicho, namamu benar-benar telah hilang dari dalam hatiku. Hari itu, saat kau tiba-tiba pergi meninggalkanmu aku sudah memutuskannya, kau bukan lagi bagian dari diriku!" tutur Flo dengan lugas. Flo lalu berbalik, memutar gagang pintu dan berniat masuk, namun wanita hamil itu kembali berhenti dan menoleh sekilas. "Aku sudah bahagia bersama Nick, tolong jangan hancurkan kebahagiaanku lagi!" pungkasnya lalu masuk ke dalam kamar dan menutupnya rapat
Nicho tak bergeming, dia benar-benar belum bisa menerima kenyataan tersebut. Ya, dia akui dia salah karena begitu pengecut dan lari sehari sebelum pernikahan mereka, namun dia tak menyangka jika Nick memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut Flo dari sisinya. Nicho semakin sadar, diam dan tenangnya Nick ternyata menyimpan banyak akal picik. Dan untuk membalas sakit hatinya, Nicho bersumpah akan menghancurkan Nick dan merebut Flo kembali.
Sementara di tempat lain, Nick terus mencoba mengirim pesan kepala Flo, dia pikir Flo mungkin masih ada kelas sehingga dia memutuskan menunggu di depan kampus.
Namun hingga dua jam kemudian Nick tak kunjung mendapat balasan, karena cemas Nick menghubungi Zea, mungkin saja Flo memang sudah pulang.
"Hallo Nick, ada apa?" tanya Zea begitu panggilan tersambung.
"Hallo mom, apa Flo sudah pulang?" sahut Nick tanpa basa basi.
"Sudah nak, sekitar dua jam yang lalu," jawab Zea.
"Oh syukurlah mom, kalau begitu Nick juga pulang sekarang!"
__ADS_1
"Hati-hati nak!"
Nick sempat merasa heran kenapa Flo pulang lebih awal dari jadwalnya, pria itu lalu segera pulang karena takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.
Setibanya di rumah, Nick bergegas ke kamarnya, saking buru-burunya dia sampai mengabaikan Adel dan Zea yang sedang duduk bersama di ruang tamu.
Nick memutar gagang pintu, rupanya pintu di kunci dari dalam. "Flo, buka pintunya!" ucap Nick seraya mengetuk pintu. "Flo, ini Nick," ulang Nick karena pintu tak kunjung di buka. "Flo, buka pin.."
Pintu terbuka sebelum Nick menyelesaikan kalimatnya. Tatapan Nick langsung tertuju pada wajah lesu sang istri, sepertinya baru bangun tidur.
"Kau baik-baik saja kan?" tanya Nick dengan tatapan cemas.
"Hem, kenapa memangnya?" jawab Flo penasaran.
Nick menghela nafas lega, pria itu beranjak masuk ke dalam kamar bersama Flo lalu menutup pintu. "Aku menunggumu dua jam di depan kampus. Aku pikir terjadi sesuatu yang buruk padamu!" ujar Nick.
Nick mengangguk pelan, tanpa aba-aba dia merengkuh tubuh Flo ke dalam pelukannya. "Lain kali kabari aku kalau kau pulang lebih awal. Aku sangat cemas," titah Nick lembut, tangannya pun bergerak mengusap kepala istrinya penuh kasih sayang.
"Aku pikir kau sedang mengajak Zilla jalan-jalan!" Flo masih enggan membalas pelukan suaminya, hatinya kembali kesal teringat kejadian siang tadi dimana Nick dan Zilla makan siang bersama.
"Apa kau cemburu?" tebak Nick.
Flo mendorong tubuh Nick hingga pelukan mereka terlepas. "Tidak!" sangkal Flo dengan cepat.
Nick terkekeh, wajah masam Flo menjelaskan semuanya. " Aku senang kalau kau cemburu Flo!" goda Nick sambil tersenyum.
"Aku tidak cemburu Nick!" Flo kembali menyangkal karena dia sendiripun tidak yakin dengan isi hatinya. "Lalu bagaimana dengan Zilla? Kenapa kau malah pulang?"
__ADS_1
"Aku menyuruh Govi untuk mengajak Zilla berkeliling!"
Flo tersenyum samar, entah apa yang dia pikirkan, hanya saja dia merasa lega karena Nick tidak pergi bersama Zilla. "Pasti Zilla kecewa," ucap Flo sekedar basa-basi.
"Govi lebih tau tempat-tempat yang biasa di datangi anak muda. Lagipula aku ingin menghabiskan waktu bersamamu di rumah!"
Flo menunduk untuk menyembunyikan senyuman di wajahnya, ucapan Nick benar-benar membuat hatinya berseri.
"Apa kau senang aku pulang lebih awal?" tanya Nick seraya menatap Flo.
"Biasa saja!"
Nick tak percaya, dia lalu menangkup kedua wajah Flo dan sedikit mengangkat kepala istrinya. "Wajahmu menjawab semuanya Flo. Kau pasti sangat senang karena aku tidak jadi pergi bersama Zilla kan?"
"Memangnya kau ini pakar ekspresi? Mandi sana, kau sangat bau!" Flo mencoba mengalihkan pembicaraan sebelum Nick semakin menggodanya.
"Aku bau? Tidak mungkin? Kau harus memeriksanya lagi!" Nick menarik pinggang Flo hingga tak ada jarak di antara mereka lagi. "Endus baik-baik, apa benar aku bau?" ujar Nick seraya menatap Flo dengan intens.
Flo meneguk ludahnya dengan kasar, tatapan Nick membuat jantungnya berdisko ria.
"Apa aku bau?" ulang Nick dengan suara lembut.
Flo menggeleng tanpa sadar, lagi-lagi dia hanyut dalam pesona suaminya.
"Aku mau mandi? Apa kau mau ikut Flo?"
"Haaaa?"
__ADS_1
BERSAMBUNG...