
"Apa yang kau lakukan Nicho?"
Nick, Nicho dan Flo menoleh ke arah suara, si kembar memasang wajah terkejut melihat pria paruh baya berdiri tak jauh dari mereka. Sementara Flo mematung dengan wajah bingung.
"Uncle Rama!" ujar Nick dan Nicho bersamaan. Keduanya lalu saling menjauh dan merapikan pakaian masing-masing. Sikembar menunduk takut saat Rama berjalan menghampiri mereka.
"Apa yang kalian lakukan? Apa tidak ada hari lain untuk berkelahi. Dady kalian baru saja meninggal, setidaknya pikirkan perasaan momy kalian!" ucap Rama seraya menatap Nick dan Nicho secara bergantian.
"Maaf uncle," sahut Nick masih dalam posisi menunduk, sementara Nicho memilih diam.
Rama mengabaikan kedua keponakannya, pria itu memilih menghampiri Flo yang terlihat bingung. "Kau pasti Flo kan?" tanya Rama dan Flo hanya mengangguk. "Aku kakak Zea, kau bisa memanggilku uncle Rama," Rama mengenalkan dirinya kepada Flo.
"Saya Flo uncle," jawab Flo ramah.
"Ya, Zea sudah banyak bercerita tentangmu. Maaf uncle tidak datang di pernikahanmu dan Nick!"
"Momy ada di atas, sebaiknya uncle temui momy dulu," sela Nick di tengah percakapan Flo dan Rama.
__ADS_1
Rama menoleh dan mengangguk, dia juga sudah sangat mencemaskan adiknya. "Uncle naik dulu. Kalian kembalilah ke kamar dan istirahat. Kau juga Nicho!" ujar Ram seraya melirik Nicho.
"Ya uncle!"
Setelah Rama naik ke lantai atas, Nick dan Flo pun kembali ke kamar, karena keributan tersebut membuat Flo lupa jika dia akan mengompres Nick.
"Berbaringlah, aku akan mengompres keningmu!" ucap Flo begitu mereka tiba di kamar. "Eh, tapi sebaiknya minum obat dulu!"
"Hem," Nick begitu patuh, pria itu lalu duduk dan meminum obat yang Flo berikan, selanjutnya dia membaringkan tubuhnya dan membiarkan sang istri mengompresnya. Rasa lelah bercampur dengan efek obat membuat Nick mulai mengantuk, perlahan matanya terpejam, dan tak lama setelah itu terdengar dengkuran halus dari mulutnya.
Flo masih terus merawat sang suami, wanita hamil itu menatap lekat wajah Nick yang terlihat sendu. "Bahkan saat tidurpun wajahmu menunjukan betapa sedihnya dirimu Nick," gumam Flo sedih, dia kembali di rundung rasa bersalah karena sempat marah dan salah paham kepada Nick.
"Kau mau kemana?" tanya Nick dengan suara serak.
"Aku pikir kau sudah tidur, aku mau ke kamarku!"
Nick menarik tangan Flo sehingga wanita hamil itu kembali duduk di tepi tempat tidur. "Kau ingin mengumumkan kepada semua orang kalau kita tidak sekamar?" tanya Nick seraya menatap wajah Flo.
__ADS_1
Flo menepuk keningnya sendiri, dia lupa jika sekarang mereka masih berada di rumah keluarga Nick. "Aku lupa Nick, maaf!"
"Tidurlah di sini," ucap Nick datar, namun tatapannya terlihat serius.
"Di sini? Di kamarmu? Tapi hanya ada satu tempat tidur Nick?" oceh Flo panik.
"Ya, di sini, di ranjangku!"
Flo tersenyum kaku. "Jangan bercanda Nick!"
"Aku serius. Tidurlah di sini bersamaku!"
Flo menelan ludahnya dengan kasar, jantungnya meletup-letup saat Nick mengajaknya tidur bersama di atas ranjang yang sama. "Tapi Nick, kita...."
"Aku tidak akan menyentuhmu sampai kau sendiri yang menginginkanku!"
"Hah?" Flo terperangah dengan wajah bingung. Wanita hamil itu semakin membeku saat Nick tiba-tiba menggenggam tangannya dengan erat.
__ADS_1
"Kau tentu tau bagaimana perasaanku. Sejak awal hingga saat ini, kau masih tersimpan di sini!" Nick membawa tangan Flo ke dadanya, dia ingin Flo merasakan debaran yang sama setiap kali dia menatap ataupun berdekatan dengan Flo. "Bukan aku mensyukuri lukamu karema Nicho meninggalkanmu, namun aku menikahimu karena aku tulus, aku mencintaimu Florencia Tan!"
BERSAMBUNG...