Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Semuanya akan baik-baik saja


__ADS_3

Brakk....


Seketika mata Nick membelalak, pria itu begitu terkejut melihat sebuah kursi mendarat di perut sang istri. "Flo," teriak Nick histeris, sementara Flo memekik kesakitan sambil memegangi perutnya, rasa sakit yang menusuk perut bagian bawahnya membuat tenaga Flo seolah lenyap, kedua kakinya terasa lemas dan tak butuh waktu lama bagi wanita itu sampai akhirnya limbung, untung saja tepat sebelum Flo jatuh, Nick lebih dulu menahan tubuh Flo sehingga Flo jatuh di dalam pelukan suaminya.


Sekujur tubuh Nick bergetar hebat, pria itu terkulai di lantai sambil memeluk istrinya. "F-Flo, sa-sayang," ucapnya dengan suara bergetar, bahkan kini tetesan air matanya membanjiri wajah tampannya.


"Sakit Nick," ucap Flo tertatih.


"Bertahanlah, kita akan ke rumah sakit sekarang," sahut Nick seraya mengusap air mata di wajah istrinya. Sialnya di saat genting seperti ini Nick malah tak berdaya, bahkan dia seakan tak memiliki kekuatan untuk mengangkat tubuh istrinya.


Sama seperti Nick yang tengah panik, Nicho masih berdiri di tempatnya dengan tatapan kosong, dia tak pernah menyangka jika Flo akan melindungi Nick. Sesal tak ada artinya lagi, Nicho merutuki dirinya sendiri karena telah melukai wanita yang dia cintai.


Keributan sebelumnya terdengar sampai ke dalam rumah, di saat Adel dan Zea keluar keduanya terkejut melihat Nick dan Flo berada di lantai. Keterkejutan mereka berubah menjadi kepanikan saat mereka melihat darah menetes di sela kaki Florencia.


"Kak, Flo berdarah," ujar Adel dengan wajah tegang.


Nick memeriksa hal tersebut, pria itu semakin panik melihat darah yang mulai menetes di lantai. "Tolong antar kakak ke rumah sakit Del," pinta Nick.


"Cepat bawa Floke rumah sakit!" seru Zea tak kalah cemas.

__ADS_1


Dengan sisa-sisa tenaga yang di miliki, Nick berhasil menggendong Flo dan membawanya ke dalam mobil. Tak lama Adel segera mengemudikan mobil tersebut menuju rumah sakit dan di ikuti Zea serta Nicho dengan mobil lainnya.


"Nick," panggil Flo dengan suara pelan dan terdengar menyayat hati.


Nick menunduk sambil menatap wajah istrinya yang semakin pucat. "Ya sayang, aku di sini. Semuanya akan baik-baik saja!" ucap Nick mencoba menenangkan istrinya.


"Bayi kita...


"Bayi kita pasti baik-baik saja, dia kuat seperti mamanya!" potong Nick sebelum Flo merampungkan kalimatnya. Nick lalu mengusap wajah Flo dengan lembut. "Jangan katakan apapun lagi, simpan energimu. Semua akan baik-baik saja!"


Setelah tiba di rumah sakit, Adel keluar terlebih dahulu untuk memanggil bantuan. Tak lama berselang, beberapa perawat keluar sambil mendorong brankar, mereka lalu membantu Nick memindahkan Flo ke atas brankar.


"Istri saya sedang hamil dan perutnya terbentur," jelas Nick dengan mata berkaca-kaca.


Perawat lalu membawa Flo menuju ruang tindakan, tak sedetikpun Nick melepaskan tangan Flo, namun saat berada di depan ruang tindakan Nick terpaksa melepaskan tangan sang istri karena perawat melarangnya masuk.


Nick dan Adel menunggu di depan ruang tindakan, keduanya terlihat cemas. Atensi Nick teralihkan saat mendengar suara derap langkah mendekat, pria itu menoleh, tatapannya seketika berubah saat melihat Nicho sedang berjalan ke arahnya dan...


Bugghhh...

__ADS_1


Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Nicho, tak sampai di sana Nick masih berusaha menghajar kembarannya, untung saja Zea dan Adel berhasil menahan Nick.


"Apa yang kau lakukan Nick? Kita ada di rumah sakit!" tegas Zea seraya menatap Nick.


"Dia yang membuat Flo celaka, badjingan itu yang membuat istriku terluka!" sahut Nick sambil menunjuk wajah Nicho.


Zea menoleh dan menatap Nicho. "Apa benar yang di katakan Nick?" tanyanya dengan harapan semua yang Nick ucapkan tidaklah benar.


Nicho menunduk lemah, dia bahkan tak berani menjawab pertanyaan sang ibu.


"Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada istri dan anakku, akan aku pastikan kau membayarnya dengan nyawamu!" tatapan Nick di penuhi kebencian, bahkan kini ancamannya terdengar begitu menakutkan.


Di tengah pertikaian tersebut, seorang dokter keluar dari ruang tindakan. "Keluarga nyonya Florencia," panggil dokter dengan keras, Nick melepaskan tangan Adel yang menahannya lalu menghampiri dokter.


"Bagaimana kondisi istri dan bayi saya dok?" tanya Nick takut.


"Maaf tuan Nick, bayi anda tidak bisa kami selamatkan!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2