
Isak tangis mengiringi pemakaman Sam, bahkan Zea sampai pingsan saat peti mati suaminya masuk ke dalam liang lahat dan perlahan tertutup oleh tanah. Nick membawa Zea ke dalam mobil, sementara Flo tak melepaskan pelukannya pada Adelia.
"Dady," ucap Adelia lirih, kini dia benar-benar telah kehilangan sosok yang selalu dia banggakan.
"Kau harus kuat, demi momy," bisik Flo seraya mengusap lengan Adelia.
Pemakaman telah selesai, para pelayat yang notabene petinggi dan staff rumah sakit satu persatu meninggalkan makam. Flo menuntun Adel menuju mobil dimana Zea dan Nick berada.
"Bagaimana kondisi momy Nick?" tanya Flo saat melihat Nick berada di luar mobil.
"Momy sudah sadar dan tertidur di dalam," jawab Nick dengan wajah lesu. "Masuklah, kita pulang sekarang!"
Flo mengangguk patuh, setelah membantu Adel masuk ke dalam mobil, Flo mengikuti Nick dan menatap Nick yang masih sempat membukakan pintu mobil untuknya. Namun melihat wajah lelah Nick membuat Flo tidak tega.
"Kau terlihat sangat lelah, lebih baik aku yang menyetir Nick," pinta Flo seraya menatap Nick.
"No, kau sedang hamil, berbahaya bagimu dan bayi kita!" tolak Nick dengan segera.
"Justru kalau kau yang menyetir akan lebih membahayakan bayi kita dan semua orang Nick!"
__ADS_1
Deg...
Perasaan aneh muncul di hati Nick saat kali pertama mendengar Flo menyebut bayi yang ada di dalam kandungannya sebagai bayi kita. Perlahan pria itu pun luluh dan mengangguk pelan, selanjutnya Nick sedikit membungkuk dan mengusap perut Flo. "Maafin papa karena merepotkanmu dan mama hari ini," ucapnya lembut, lalu dia segera masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan pulang Nick memejamkan matanya, beberapa kali Flo melirik dari ekor matanya dan terlihat jelas kesedihan di wajah sang suami.
"Fokus menyetir Flo, aku baik-baik saja," ucap Nick tiba-tiba, pria itu perlahan membuka matanya dan menatap Flo yang terlihat gugup karena tertangkap basah menatap Nick secara diam-diam.
"Ak-aku pikir kau tertidur Nick," jawab Flo gugup.
"Tatapanmu membangunkanku!"
"Maaf Nick, tidurlah lagi. Aku tidak akan mengganggu!"
Setibanya di rumah, Flo membantu Adel membawa Zea ke kamar. Keduanya membaringkan Zea di atas tempat tidur lalu menyelimutinya.
"Flo," panggil Zea lemah.
Flo menghampiri Zea dan duduk di tepi ranjang. "Ya mom, apa momy butuh sesuatu?" tanya Flo lembut.
__ADS_1
"Tolong temani Nick, dia tak setegar yang orang lain pikirkan. Temani dia Flo!" pinta Zea dengan tatapan sendu namun terlihat begitu serius.
Flo mengangguk pelan. "Baik mom. Momy istirahat ya, kalau perlu sesuatu panggil Flo saja!"
"Hem!"
Flo lalu keluar dari kamar Zea, namun bukannya pergi ke kamar Nick, wanita hamil itu malah pergi ke dapur dan mencari sesuatu yang bisa di makan, Flo yakin sejak pagi Nick belum mengisi perutnya.
Sialnya saat sedang memanggang roti, tiba-tiba Nicho datang. Keduanya tampak terkejut namun Flo berusaha acuh dan fokus pada rotinya.
"Apa kau datang kemari demi Nick?" tanya Nicho setelah cukup lama diam dan menatap punggung Flo.
"Ya," Flo menjawabnya singkat.
"Apa kau benar-benar sudah tak perduli lagi padaku?"
Flo menghela nafas berat, dia memindahkan roti panggangnya ke atas piring lalu menoleh dan menatap Nicho penuh kebencian. "Ya!" jawabnya singkat namun tegas.
"Semudah itu kau melupakanku Flo?"
__ADS_1
Flo tersenyum kecut, dia sangat muak melihat wajah memelas Nick. "Habis separuh nyawaku untuk menangisimu saat kau tiba-tiba pergi tanpa alasan. Di waktu terberatku Nick datang menawarkan bantuan. Dia begitu baik, dia begitu perhatian dan perduli padaku. Tak ada alasan bagiku untuk terus perduli padamu, apalagi saat aku tau jika cinta pertamaku adalah Nick bukan dirimu. Tak ada perasaan yang tersisa untukmu, hanya ada kebencian yang terbersit di hatiku!"
BERSAMBUNG...