Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Memenuhi semua keinginan


__ADS_3

Usai periksakan kandungan, Nick dan Flo tidak langsung pulang. Keduanya mampir ke salah satu restoran karena Flo mengindam-idamkan nasi goreng bebek cabe ijo yang hanya di jual di restoran tersebut.


Nick tersenyum lebar melihat istrinya makan dengan lahap, akhir-akhir ini Flo sering muntah sehingga badannya terlihat sedikit kurus. Namun hari ini Nick merasa lega karena akhirnya Flo makan dengan lahap.


"Pelan-pelan makannya Flo," ucap Nick seraya mengusap sisa minyak di sudut bibir istrinya.


Flo menoleh, wanita hamil itu terkekeh. "Maaf Nick, soalnya aku sangat ingin makan nasi goreng ini," jawab Flo apa adanya.


"Kau menyukainya?" tanya Nick dan Flo hanya mengangguk. "Apa mau di bungkus juga? Kau bisa makan di rumah nanti!" tawar Nick.


"Kalau di bungkus nanti dingin Nick, rasanya sudah tidak enak lagi!" tolak Flo.


"Hmm begitu ya! Ya sudah, katakan kapanpun kau ingin memakannya, aku akan menemanimu makan!"


"Hem!"


"Aku ke toilet sebentar ya!"


Nick lalu pergi ke belakang, namun bukannya pergi ke toilet, pria itu justru mencari manager restoran tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya sang manager setelah salah satu anak buahnya memanggilnya.


"Istri saya sangat menyukai menu nasi goreng bebek cabai hijau di sini, saya berniat membeli resepnya!" jawab Nick to the point.


Manager restoran tersebut terlihat terkejut, baru kali ini ada orang yang mencarinya karena ingin membeli resep kesukaan istrinya. "Maaf tuan untuk masalah tersebut tidak masuk dalam kewenangan saya. Namun saya bisa membantu anda untuk menghubungi pemilik langsung restoran ini!" manager restoran tersebut lalu memberikan sebuah kartu nama kepada Nick.


"Terima kasih!"


Nick lalu kembali ke tempat duduknya, di sana Flo masih terlihat menikmati makanannya.


"Kau tidak makan?" tanya Flo karena sejak tadi Nick hanya menatapnya.


"Aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan," jawab Nick berkelakar.


Flo menggelengkan kepala, namun dia ingat kalau Nick belum sempat makan siang. Flo lalu mengambil sendok baru, dia menyendok nasi goreng dan menuntunnya ke mulut Nick. "Karena hari ini kau sudah mengantarku ke dokter, jadi aku akan berbaik hati dan membagi nasi gorengku," ucap Flo sambil tersenyum.


Alangkah senangnya hati Nick karena untuk kali pertama Flo berinisiatif mendekatkan diri. Nick lalu membuka mulutnya lebar dan membiarkan Flo menyuapinya.

__ADS_1


"Bagaimana Nick? Enak kan?" Flo tak berkedip menatap Nick yang sedang mengunyah.


Kepala Nick manggut-manggut karena rasa nasi goreng tersebut cocok di lidahnya. "Emmm, pantas saja kau suka. Rasanya enak!"


"Apa aku bilang Nick, kalau saja restorannya dekat dengan rumah, aku pasti membelinya setiap hari!"


Nick menatap wajah istrinya, baru kali ini dia mendengar Flo menginginkan sesuatu. "Aku akan mengabulkan semua keinginanmu sayang!" batin Nick.


"Apa yang sedang kau pikirkan Nick?"


"Hmm, aku hanya sedang memikirkan jenis kelamin anak kita Flo. Apapun itu asal dia dan dirimu sehat aku pasti sangat bahagia," jawab Nick setengah bohong, dia tak mungkin jujur jika sedang memikirkan cara untuk membeli resep nasi goreng bebek kesukaan Flo.


"Anak kita pasti bahagia memiliki papa sebaik dirimu!"


"Aku juga harap kau bahagia memiliki suami sepertiku!"


Flo diam sejenak, bagaimana mungkin dia tak bahagia memiliki pria seperti Nick di sisinya. Hanya saja Flo masih malu untuk mengakuinya.


****


Rasa kepercayaan diri Nicho kembali besar setelah Rospita menghubunginya. Nick yang saat itu berada di bengkel pun segera pulangke rumah orangtuanya, dia benar-benar ingin mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.


Deru suara mobil mendekat menarik perhatian Nichio, pria itu tersenyum samar sambi menatap mobil Nick terparkir di halaman rumah dan tak lama setelah itu Nick dan Flo keluar dari mobil.


Langkah kaki Nick terlihat cepat, dia segera mensejajari Flo dan memeluk pinggang istrinya saat melihat Nicho berdiri di depan pintu utama. Pasangan suami istri itu berusaha mengacuhkan Nicho, namun Nicho malah menghadang langkah mereka.


"Ada apa?" tanya Nick dengan tatapan tajam.


 "Mau sampai kapan kau berbohong?" ucap Nicho seraya menatap Flo.


Flo mengerutkan kening, dia bingung dengan maksud ucapan Nicho.


"Aku sudah tau semuanya. Bayi yang kau kandung adalah bayiku, milikku!" tegas Nicho menjawab pertanyaan Flo yang tak terucap.


"Apa kau tak bosan membuat masalah denganku? Harus berapa kali aku katakan, bayi ini milik suamiku, Nick!" jawab Flo tak kalah tegas, tatapannya yang biasanya lembut kini berubah tajam dan penuh kebencian.


Nicho tersenyum hambar, pria itu lalu mengeluarkan ponsel dan memutar rekaman yang di kirimkan oleh Rospita. "Usia kandungan nyonya Florencia baru memasuki minggu ke 12 jadi jenis kelaminnya belum terlihat!"

__ADS_1


Deg...


Sekujur tubuh Flo terasa lemas, dia hapal betul suara wanita yang ada di dalam rekaman tersebut. Namun dari mana Nicho mendapatkan rekaman suara dokter yang memeriksa kandungannya?


Berbeda dengan Flo yang terlihat panik, Nick justru terlihat lebih tenang, pria itu bahkan mengulas senyum mengejek sambil menatap kembarannya. "Apa yang kau lakukan Nich? Rekaman suara siapa yang kau bawa itu?"


"Suara dokter kandungan yang memeriksa Flo! Sekarang sudah jelas kan kalau Flo hamil anakku!" Nicho menjawabnya penuh keyakinan.


"Lalu aku dan Flo harus apa? Kau pikir kami bodoh dan mudah di tipu dengan rekaman sampah seperti itu! Berhentilah mengada-ada, karena bayi yang Flo kandung adalah darah dagingku!" Nick menekankan setiap kata-katanya, andai tidak memikirkan perasaan Zea, mungkin Nick sudah menghajar Nicho untuk kesekian kalinya. "Ayo sayang, kau harus istirahat!" Ajak Nick seraya menarik lembut tangan istrinya, namun saat Flo akan masuk ke dalam rumah tiba-tiba Nicho menarik salah satu tangannya dengan kerasa hingga pegangan tangan Nick terlepas.


"Apa-apaan Nich, lepas!" Flo mencoba menepis tangan Nicho yang mencengkeram pergelangan tangannya, namun usahanya sia-sia karena cengkeraman Nicho sangat kuat.


Melihat Flo kesakitan membuat Nick naik pitam, emosinya tak terbendung lagi. Nick melepas paksa tangan Nicho. "Lepaskan istriku!"


Nick berhasil melepaskan tangan Nicho dan keteganganpun tak terelakan, keduanya saling menatap tajam dengan sorot penuh amarah.


"Sekali lagi kau berani menyentuh istriku, akan aku pastikan tangan dan tubuhmu terpisah!" ancam Nick dengan nafas berat, wajahnya kini memerah karena menahan amarah.


Bukannya takut, Nicho justru semakin memancing amarah Nick. Pria itu nekat menyentuh perut Flo meski tak bertahan lama karena Flo segera menjauh.


"Beraninya kau!"


Bukkk..


Sebuah pukulan mendarat di wajah Nicho, karena kurang persiapan tubuhnya terhuyung ke belakang dan terjatuh. Nick menghampiri Nicho dan berniat memberi pelajar lagi, namun Flo lebih dulu menahan tangan Nick. "Jangan Nick, jangan kotori tanganmu lagi. Lebih baik kita pergi Nick!"


Nick menoleh dan menatap wajah Flo, amarahbya menguap melihat mata Flo berkaca-kaca. "Maaf Flo, jangan menangis, maafin aku!" ucap Nick penuh sesal, tangan kekarnya kini menangkup wajah Flo dengan harapan bendungan air mata milik istrinya tidak tumpah.


Melihat kedekatan Flo dan Nick membuat Nicho semakin marah, dia tak terima di perlakukan secara tidak adil, apalagi mereka masih mengelak jika bayi tersebut adalah milik Nicho. Perlahan Nicho mulai bangun, tanpa di sadari oleh siapapun, Nicho meraih kursi santai yang berada di dekat pintu. Entah apa yang Nicho pikirkan saat itu, dia hanya ingin menyingkirkan Nick dari hidupnya.


Nicho mengangkat kursi tersebut dan mengayunkannya ke arah Nick, namun siapa sangka di detik terakhir Flo menyadari hal tersebut. Tak ingin melihat Nick terluka, reflek Flo mendorong tubuh Nick ke samping.


Kejadian begitu cepat, Nicho tak sempat menghentikan ayunan kursinya sehingga benda itu mendarat keras di perut Flo.


Brakkkk....


"Flo!"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2