Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Kecelakaan di masa lalu


__ADS_3

Nick kembali ke rumah orang tuanya dengan wajah datar dan tatapan yang terlihat menakutkan. Tanpa basa basi, Nick langsung menghampiri Nicho yang sedang duduk di sofa. Nick meraih kerah jaket yang di kenakan saudara kembarnya, dengan kasar Nick menarik Nicho lalu memukulinya tanpa ampun.


"Badjingan, mati kau di tanganku!" teriak Nick marah, pria itu membabi buta dan terus memukuli Nicho.


Tak mau kalah, Nicho berusaha melawan. Dia menangkis pukulan Nick lalu menedang perut Nick hingga Nick terjengkang ke belakang. Kesempatan tersebut Nicho gunakan untuk menyerang Nick, dia duduk di atas perut Nick dan memukuli wajah Nick dengan keras.


"Cukup!" teriak Zea histeris, hati ibu mana yang tak sakit melihat kedua putranya saling memukul. "Momy bilang hentikan!" Zea kembali berteriak dan berhasil menghentikan keduanya.


Si kembar lalu berdiri, keduanya saling mengusap darah di wajah masing-masing dan menunduk di hadapan ibunya.


"Kalian sudah dewasa, sampai kapan kalian seperti ini?" ujar Zea seraya menatap kedua putranya secara bergantian.


"Nick yang menyerangku lebih dulu mom," kilah Nicho mencoba membela diri.


Nick menoleh dan menatap Nicho penuh kebencian. "Kau pantas mendapatkannya. Seharusnya aku membunuhmu!" balas Nick.


"Bunuh saja kalau berani!" tantang Nicho seraya menatap kembarannya.


Kedua tangan Nick kembali terkepal, namun Nick mencoba menahan diri demi kedua orang tuanya dan juga Flo.


"Nick, Nicho," panggil Sam dengan suara bergetar, pria tua yang sejak tadi hanya diam berjalan menghampiri kedua putranya. Sam berdiri di hadapan si kembar. "Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kalian saling membeci. Kalian adalah saudara, tidak seharusnya kalian begini?" Sam bertanya dengan wajah sedih. "Nick, kau tak pernah seperti ini sebelumnya? ada apa Nick?"


"Kali ini Nicho sudah keterlaluan dad, dia sendiri yang meninggalkan Flo, dan tiba-tiba dia muncul dan membuat Flo memangis lagi!"


"Cih, kau sangat pandai mencari alasan Nick. Katakan saja kepada dady, kau sangat membenciku karena aku yang membuatmu mandul kan!" sahut Nicho.


Sam menatap Nicho penuh tanda tanya, kenapa sejak tadi Nicho selalu membahas masalah mandul. "Apa maksudmu sebenarnya Nicho, jelas-jelas Nick tidak mandul! Kau lihat sendiri Flo tengah mengandung!"


Nicho tersenyum sinis, dia melirik Nick sekilas. "Aku dengar sendiri dokter memvonisnya mandul dad! Dan aku sangat yakin bayi yang ada di dalam kandungan Flo adalah milikku. kami pernah melakukannya saat kami masih berpacaran!"

__ADS_1


Nick kembali meradang, dia tak terima dengan ucapan Nicho yang terkesan merendahkan Flo. Tanpa basa basi Nick kembali menghajar Nicho tanpa ampun.


"Cukup, hentikan!" Sam berteriak dan menarik tubuh Nick agar berhenti memukuli Nicho yang sudah babak belur. "Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah Nick!"


"Dia pantas di hajar dad!" ujar Nick dengan nafas memburu. "Aku terima saat dia mengambil Flo dariku beberapa tahun lalu, aku terima saat dia mencelakaiku sehingga aku di vonis susah memiliki keturunan, tapi aku tidak rela dia merendahkan Flo, aku tidak terima dia membuat Flo menangis lagi!" kesabaran Nick sepertinya telah melampaui batas, dia bahkan mengeluarkan semua yang terpendam di dalam hatinya selama ini. Dia sangat muak dengan sikap Nicho yang selalu benar dan menganggap dirinya sebagai korban.


"Apa maksudmu dengan Nicho mencelakaimu Nick?" Zea bertanya dengan suara bergetar, dia hanya berharap apa yang di katakan Nick tidaklah benar. "Jawab Nick!"


Flasback beberapa tahun yang lalu...


Sejak pertemuannya dengan Flo beberapa bulan yang lalu, Nick sering mendatangi kampus tempat mereka tak sengaja bertemu dengan harapan dia bisa bertemu dengan Flo lagi. Hingga akhirnya penantian Nick terjawab, dia melihat Flo keluar dari kampus dan terlihat sedang menunggu seseorang.


Nick berniat turun dari mobil untuk menghampiri Flo, namun Nick harus menahan diri saat melihat Nicho tiba-tiba datang dan menghampiri Flo. "Apa yang dia lakukan disini?" tanya Nick pada dirinya sendiri. Lalu untuk menjawab rasa penasarannya, Nick mengikuti Nicho dan Flo yang berboncengan sepeda motor.


Nick menepikan mobilnya saat Nicho dan Flo berhenti di bengkel milik Nicho. Keduanya terlihat sangat dekat membuat Nick merasa cemburu. Nick masih menunggu dan mengawasi keduanya, sampai akhirnya Flo pergi dari bengkel Nicho sambil mengendarai sepeda motor yang berbeda. Karena penasaran, Nick lalu turun dari mobilnya dan menghampiri Nicho.


"Wah, wah, lihatlah siapa yang datang," ucap Nicho saat melihat Nick datang.


Nicho sedikit heran karena tak biasanya Nick ingin tau tentang orang-orang di sekitarnya. "Dia kekasihku? Kenapa?" jawab Nicho dengan sombong.


"Dimana kalian bertemu dan bagaimana kalian bisa kenal?" cecar Nick, menurutnya Flo mengenal Nicho setelah pertemuan tak sengaja antara mereka karena waktu itu saja Flo tak mengenali Nick.


"Bukan urusanmu Nick!"


Nick tampak kecewa, namun dia memilih untuk tak bertanya lagi. Nick memilih pergi karena tak ingin terlalu lama bersama Nicho.


"Jangan bilang kau yang menolongnya saat dia di copet!"


Langkah kaki Nick terhenti, pria itu kembali berbalik dan menatap Nicho. "Lalu apa kau mengaku sebagai aku?"

__ADS_1


Nicho tersenyum sinis. "Bagaimana aku harus mengelak, gadis itu terus mendekatiku dan berkata kalau aku pahlawannya. Dia sangat cantik dan menarik, aku pikir tak ada salahnya aku mamanfaatkan kemiripan wajah kita kan!"


Kedua tangan Nick terkepal dengan rahang mengetat. "Tidak seharusnya kau menipu gadis itu. kalian bahkan bersama sekarang!"


"Sedikit tipuan kecil tak masalah bukan?" ujar Nicho sambil mengedikkan bahu.


"Sedikit katamu? Jelas-jelas kau telah menipunya mentah-mentah. Tidak bisa, aku harus bertemu dengan gadis itu dan mengatakan segalanya!"


Nick hendak pergi, namun Nicho menahan lengan Nick. "Jangan kekanakan Nick, biarkan saja dan anggap kau tak tau apapun!"


"Kau yang kekanakan!"


"Kenapa kau harus ikut campur, atau jangan-jangan kau menyukai dia?" tanya Nicho dengan tatapan penuh selidik.


"Ya, aku menyukainya sejak awal. Dan aku tidak terima kau membohonginya!"


Marah, Nicho meradang saat mengetahui Nick juga menyukai Flo. Dia tidak rela kalau sampai Nick membongkar rahasianya. "Tolong rahasiakan ini, anggap saja kau tak tau apapun!" pinta Nicho.


"Tidak!"


Nick masih bersikeras, dia kembali menepis tangan tangan Nicho yang menahannya. Keputusan Nick sudah bulat, dia akan memberi tahu Flo tentang kebenarannya. Namun saat Nick akan kembali ke mobilnya, tiba-tiba Nicho memukul punggung Nick dengan besi hingga Nick tersungkur di aspal. Nick berusaha bangkit dan setelah berhasil berdiri dia menatap Nicho dengan marah. "Apa-apaan ini Nicho?"


"Pelajaran untukmu agar kau tetap diam!"


"Dasar pecundang!" maki Nick kesal.


Namun bukannya sadar, Nicho malah kembali memukul tubuh Nick dengan besi yang dia bawa. Nick mencoba menghindar, naasnya di saat yang sama sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak tubuh Nick hingga pria itu terpental dan jatuh di aspal lalu tak sadarkan diri.


Nicho menghampiri Nick yang tergelatak di atas aspal. "Rasakan itu Nick!"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2