
Rospita tersenyum puas setelah mendapat telefon dari Nicho, sepertinya usahanya menyuruh orang untuk membuntuti Flo tidak sia-sia. Rospita segera bergegas setelah mendapat telefon dari anak buahnya, kini dia telah tau dimana rumah sakit tempat Flo memeriksakan kandungannya.
Setibanya di rumah sakit, Rospita langsung menemui anak buahnya. "Dimana mereka?" tanya Rospita setengah berbisik.
"Di depan Poli Kandungan nyonya, mereka sedang mengantri untuk di panggil!" jawab anak buah Rospita.
"Mengantri?" ulang Rospita heran. "Ck, Nick berlagak seperti orang biasa, jelas-jelas rumah sakit ini salah satu cabang milik keluarganya! Pasti ada yang tidak beres sehingga Nick tidak menggunakan identitasnya sebagai pemilik rumah sakit!" gumam Rospita dengan senyuman licik. Setelah anak buahnya pergi, Rospita mengawasi Flo dan Nick dari kejauhan.
Tak lama berselang, Flo dan Nick masuk ke dalam ruang dokter. Keduanya tampak begitu senang karena akan melihat bayi mereka meski hanya lewat layar monitor.
"Bagaimana kondisi bayi kami dok?" tanya Nick antusias.
"Kondisinya bagus, detak jantungnya juga normal. Petumbungannya sesuai dengan usia!"
"Apa jenis kelaminnya sudah terlihat dok?" kini Flo yang bertanya, dia tak sabar ingin mengetahui jenis kelamin bayinya.
__ADS_1
Dokter tersenyum mendengar pertanyaan Flo. "Untuk sekarang belum terlihat jelas bu, nanti saat usia kandungan memasuki minggu ke 18 biasanya jenis kelamin akan terlihat jelas!" jelas dokter dengan ramah.
Setelah pemeriksaan selesai, Flo dan Nick segera keluar dari ruangan dokter, keduanya menuju apotek untuk menebus obat. Kesempatan tersebut tentu saja Rospita gunakan untuk mencari info mengenai kehamilan Flo. Saat pasien lain akan masuk ke ruang dokter, tiba-tiba Rospita menyerobot antrian.
"Maaf dokter, apa putri saya sudah selesai periksa?" tanya Rospita dengan nafas yang sengaja dia buat terengah-engah.
"Siapa yang anda maksud?" tanya dokter seraya menatap Rospita, sangat aneh karena wanita muda seperti Rospita mengaku memiliki putri yang tengah mengandung.
"Florencia Tan dok. Dia putri sambung saya. Kami janjian mau ke dokter bersama, tapi saya malah terjebak macet. Padahal saya ingin melihat calon cucu saya," jawabnya dengan wajah pura-pura sedih.
"Lalu bagaimana kondisi calon cucu saya dok? Apa jenis kelaminnya sudah terlihat? Saya sudah tidak sabar ingin membelikan perlengkapan bayi untuk cucu saya?" selidik Rospita.
"Usia kandungan nyonya Florencia baru memasuki minggu ke 12 jadi jenis kelaminnya belum terlihat!"
"Minggu ke 12?" batin Rospita terkejut. "Oh bagitu, terima kasih informasinya dok. Saya permisi, maaf sudah mengganggu waktu dokter!"
__ADS_1
Rospita bergegas keluar dari ruang tersebut, dia segera menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Rospita lalu membuka ponsel, wanita itu membuka kalender dan mengitung berapa usia pernikahan Nick. "Apa ini, mereka menikah satu setengah bulan yang lalu, dan usia kehamilan Flo sudah 12 minggu, artinya Flo hamil 3 bulan sekarang?" ucap Rospita bermonolog. Wanita itu lalu menarik sudut bibirnya, sebuah senyuman licik terbit saat mengetahui fakta mencengangkan tersebut. "Kalian sangat pintar bersandiwara. Kita lihat saja, sampai kapan kalian bisa menyembunyikan rahasia itu dari semua orang!"
Rospita lalu menghubungi Nicho dan mengajak pria itu untuk bertemu. Keduanya bertemu di sebuah cafe yang berada tak jauh dari kediaman Zea.
Rospita menghampiri Nicho dengan wajah berbinar, wanita itu lalu duduk dengan angkuhnya.
"Info apa yang kau dapat?" tanya Nicho tanpa basa-basi.
"Informasi yang akan membuatmu bersemangat!" jawab Rospita sambil tersenyum.
"Jangan berbelit-belit. Katakan apa yang kau tau!"
"Flo hamil tiga minggu, sementara belum dua bulan sejak mereka menikah. Artinya bayi dalam kandungan Flo adalah milikmu!"
BERSAMBUNG...
__ADS_1