
"Dia yang membuatku pergi Flo. Aku yakin dia sudah merencanakan semuanya! Sejak awal dia sudah jatuh cinta padamu!" ocehan Nicho tanpa sadar membuka tabiat lamanya.
Kedua alis Flo hampir menyatu, dia benar-benar tak tau dengan maksud ucapan Nicho. "Apa maksudmu?" tanya Flo bingung.
Nicho menelan salivanya dengan kasar, dia merutuki dirinya sendiri karena tak bisa menahan ucapannya.
"Jelaskan padanya, kenapa kau hanya diam!" tantang Nick dengan senyum penuh kemenangan, tanpa harus membuka mulut, Nicho hampir membuka rahasia di antara mereka.
Flo menoleh ke arah suaminya, dia pun semakin penasaran dengan apa yang terjadi. "Ada apa Nick? Apa yang kalian sembunyikan dariku!" cecar Flo tak sabaran.
"Dimana pertama kali kau bertemu dengan badjingan itu Flo?" tanya Nick seraya menunjuk Nicho dengan ekor matanya.
"Dekat kampus," jawab Flo apa adanya.
"Menurutmu siapa yang kau temui saat itu? Aku tau dia?"
Flo menatap Nick dan Nicho secara bergantian, dia ingat betul jika pria yang menolongnya memiliki penampilan rapi seperti Nick. Bahkan aroma parfum yang ada di jas pria itu pernah Flo cium di jas Nick. "Maksudmu pria yang menolongku bukan Nicho tapi dirimu?" terka Flo dengan mata berkaca-kaca.
Nick hanya diam, namun diamnya Nick seolah menjadi jawaban untuk Flo. Wanita hamil itu lalu kembali beralih pada Nicho. "Apa dugaanku benar?" tanya Flo dengan suara bergetar, jika dugaannya benar, maka selama ini dia telah mengenali orang yang salah.
__ADS_1
"Maaf," hanya sepenggal kata maaf yang keluar dari mulut Nicho, kata singkat tersebut seolah menjelaskan jika semua dugaan Flo adalah benar.
"Maaf katamu? Setelah semua yang terjadi beraninya kau minta maaf!" teriak Flo marah, dia benar-benar merasa tertipu. "Kau telah menipuku selama ini!"
"Aku tidak bermaksud Flo, dulu kau yang bersikeras jika aku pria yang telah menolongmu. Kau yang selalu datang ke bengkel setiap hari. Aku juga seorang pria Flo, mana mungkin aku tidak tertarik dengan kecantikanmu. Aku pikir tidak ada salahnya kebohongan kecil, toh selama ini kita juga bahagia bukan?" sahut Nicho mencoba membela diri.
Flo begitu muak, dia juga merasa malu di hadapan semua orang. "Selama ini kau pasti mentertawakanku kan Nick?" tanya Flo seraya menatap suaminya. "Kau pasti menganggap aku bodoh kan karena tak bisa membedakan kalian? Apa sekarang kalian puas karena sudah berhasil mempermainkanku?"
"No, aku tidak pernah sedikitpun mentertawakanmu," jawab Nick gusar.
"Lalu kenapa selama ini kau hanya diam?"
"Cih, omong kosong!" sela Nicho menimpali. "Kalau kau tidak ingin merusak kebahagiaannya, lalu kenapa kau mengancamku waktu itu?"
"Mengancam?" Ujar Zea dengan suara memekik tertahan.
Nicho menatap Zea sambil tersenyum sinis. "Ya mom, anak kebanggaan kalian ini yang telah mengancamku sehingga aku memutuskan untuk pergi!"
"Benar begitu Nick?" tanya Zea tak percaya, kini semua tatapan menyorot wajah Nick yang masih terlihat datar tak terkecuali Flo.
__ADS_1
"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi!"
Flashback dua hari sebelum pernikahan...
"Apa kau muak melihat wajahmu?" tanya Nick yang tiba-tiba keluar dari toilet, Nick lalu berdiri di sebelah Nicho dan mencuci tangan.
Nicho kembali membilas tangannya tanpa menoleh sedikitpun. "Saking muaknya aku ingin menghancurkan wajah ini!" sahutnya marah.
"Hancurkan saja kalau begitu," balas Nick dengan wajah datar. "Bukankah menghancurkan sesuatu adalah keahlianmu," cibir Nick lagi. Entah masalah apa yang terjadi di antara keduanya, mereka terlihat seperti musuh dari pasa saudara kembar.
Nicho sangat geram mendengar ucapan Nick, pria itu menoleh dan menatap tajam saudara kembarnya itu.
"Kenapa? Apa kau ingin menghancurkanku lagi?" ujar Nick dengan senyuman sinis. "Apa calon istrimu tau siapa kau yang sebenarnya? Aku rasa dia akan meninggalkanmu setelah tau kebenarannya!" Nick lalu mencondongkan tubuhnya, pria itu lalu membisikkan sesuatu di telinga Nicho. "Pecandu, pengedar, mantan narapidana, pembuat onar, dan penipu!"
Nicho terlihat sangat marah, kedua tangannya terkepal. Ingin rasanya dia memukul wajah Nick sekarang juga.
"Aku ingin tau bagaimana reaksi Flo saat tau yang menolongnya adalah aku, bukan dirimu. Kau pasti muak karena selama ini menjalin hubungan Flo di bawah bayang-bayangku kan? Ah ya, kau bilang Flo jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, bukankah itu artinya yang Flo cintai aku, bukan dirimu. Sungguh kasihan!" sambung Nick dengan senyuman mengejek. Setelah puas mencibir kembarannya, Nick keluar dari kamar mandi sambil bersiul.
Entah apa yang salah, namun ucapan Nick benar-benar mengganggu pikiran Nicho, tiba-tiba dia ragu, dia juga merasa takut Nick akan membongkar aibnya di hadapan Flo.
__ADS_1
BERSAMBUNG...