
Berita kehamilan Flo benar-benar mengganggu Rospita, setelah makan siang bersama keluarga Zea, wanita itu pergi ke taman belakang untuk melihat-lihat kediaman Zea yang terbilang sederhana untuk pemilik sebuah rumah sakit dan beberapa restoran ternama di ibu kota. Saat tengah berkeliling, ekor mata Rospita menangkap seorang pria yang sedang duduk termenung di bangku yang berada di pojok taman. Rospita mengamati pria itu dengan seksama, setelah yakin dia lalu menghampiri pria itu dan duduk di sebelahnya tanpa izin.
"Kenapa tidak ikut makan siang Nich?" tanya Rospita pada Nicho.
Nicho menoleh dan melayangkan tatapan kurang suka pada Rospita. Sejak dulu Nicho tau jika Rospita dan Flo tidak pernah akur. "Bukan urusanmu!" jawab Nicho ketus.
Rospita tersenyum smrik, terlihat jelas kelicikan di balik senyum tersebut. "Kau pasti sakit hati melihat kedekatan Flo dan Nick kan? Kau pasti tidak pernah menyangka Flo akan hamil secepat ini. Semudah itu dia melupakanmu. Uhh, sungguhh Nicho yang malang," ujar Rospita memprovokasi.
Kedua tangan Nicho terkepal, ucapan Rospita berhasil memancing amarahnya. "Flo hanya mencintaiku!" jawab Nicho kesal.
__ADS_1
"Haha, tapi buktinya dia hamil bersama Nick," sambung Rospita mengejek.
Nicho beranjak dari duduknya, dia berdiri dan menatap Rospita dengan tajam. "Bayi itu milikku, bukan milik Nick!"
Pengakuan Nicho membuat Rospita terkejut, tatapan Nicho yang begitu serius membuat Rospita yakin jika Nicho tidak sedang bercanda. "Kau yakin itu?" Rospita ikut berdiri mensejajari Nicho.
"Nick di vonis mandul sejak beberapa tahun yang lalu, jadi aku sangat yakin bayi itu milikku!" tegas Nicho kesal.
"Aku bisa melakukannya sendiri," tolak Nicho dengan cepat, pria itu lalu melangkahkan kakinya pergi.
__ADS_1
"Aku tidak yakin. Buktinya sejauh ini kau tak pernah bisa mengalahkan Nick. Kau tak bisa mendapatkan Flo lagi tanpa bantuanku!" Rospita sengaja berbicara dengan keras, dia yakin Nicho mendengar suaranya meski pria itu terus melenggang pergi.
Nicho mencoba mengabaikan tawaran Rospita, pria itu masuk ke dalam rumah karena merasa lapar, sejak kemarin belum ada satupun makanan yang masuk ke dalam perutnya. Sialnya, kekesalan yang hampir meredup itu kembali terpantik saat Nicho tak sengaja melihat Nick sedang mengusap perut Flo dengan lembut di hadapan keluarga mereka.
Rasa lapar berubah menjadi amarah, perutnya seketika terisi hawa emosi. Namun yang bisa di lakukan Nicho sekarang hanyalah diam dan menatap kedekatan Nick dan Flo yang semakin intens.
"Kau lihat itukan? Flo terlihat sangat nyaman berada di samping Nick!" ucap Rospita yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Nicho dan ikut memperhatikan Flo dan Nick.
Nicho sama sekali tak menoleh, dia terus menatap tajam ke arah Nick, ingin rasanya dia mematahkan tangan Nick yang terus mengusap perut Flo. Seketika Nicho teringat tawaran Rospita, mungkin tak ada salahnya dia menerima tawaran tersebut. "Imbalan apa yang kau inginkan jika kau berhasil memisahkan Flo dan Nick?" Ucap Nicho sambil menoleh lalu menatap Rospita dengan serius.
__ADS_1
Rospita tersenyum jahat, rencananya untuk memprovokasi Nicho berhasil. "Bantu aku merebut harta warisan keluarga Tan, dan jadikan Nick sebagai milikku!"
BERSAMBUNG...