Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Jangan sentuh milikku


__ADS_3

Nick merasa haus, tenggorokannya terasa kering namun tak ada air putih di kemarnya. Meski kepalanya terasa berat dan sekujur tubuhnya menggigil, pria itu memaksakan diri untuk bangun. Dengan langkah pelan Nick turun ke dapur, lamat-lamat dia mendengar suara Flo tengah berbicara dengan seseorang. Dan betapa terkejutnya Nick saat melihat Nicho tengah memeluk istrinya.


Kedua sisi rahang Nick mengeras, kedua tangannya terkepal dan matanya memerah menahan amarah. ""Lepaskan tangan kotormu dari istriku!" teriak Nick lantang, dia segera menghampiri Nicho dan menarik paksa tubuh Nicho hingga Nicho terjatuh karena pengaruh alkohol yang membut tubuhnya setengah sadar. "Badjingan, beraninya kau menyentuh milikku!" ujar Nick marah, pria itu benar-benar lupa jika mereka sedang dalam kondisi berduka, tanpa basa-basi Nick memukul Nicho yang masih terlentang di lantai.


"Nick cukup!" Flo mencoba menahan tangan Nick, namun wanita hamil itu malah mendapat tatapan tajam dari suaminya.


"Kenapa? Apa kau masih mencintainya?" tanya Nick sambil membaca ekpresi wajah sang istri.


"Bukan begitu, aku tidak mau kau mengotori tanganmu Nick," Flo berhasil meraih tangan Nick dan membawa tangan kekar tersebut menuju perutnya. "Bayi kita pasti sedih melihat papanya begini!"


Seketika Nick meleleh, luapan emosinya seakan mereda begitu tangannya menyentuh perut Flo yang mulai berisi. Nick perlahan berdiri, dia lalu memeluk Flo dengan erat, karena tak ingin membuat Nick semakin marah, Flo membiarkan Nick memeluknya. "Maaf Flo, aku tidak bisa menahan emosiku!" ucapnya penuh sesal.


"Aku juga minta maaf, yang kau lihat adalah kesalah pahaman, Nicho mabuk dan tiba-tiba dia memelukku," sahut Flo menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ya, aku tau!"

__ADS_1


Flo melepaskan pelukan Nick, dia kembali memeriksa suhu tubuh suaminya lewat kening. "Demammu masih tinggi, ayo kita kembali ke kamar!" ajak Flo dan Nick hanya mengangguk. Namun saat keduanya akan pergi, tiba-tiba Nicho berdiri dan menatap tangan Nick yang memeluk pinggang Flo.


Dengan setengah kesadaran yang di miliki, Nicho berlari menghampiri Nick dan Flo, dia lalu melepas paksa tangan Nick dari pinggang Florencia. "Aku tidak akan memberikan Flo padamu Nick!" ujar Nicho dengan nafas terengah-engah membuat Nick dan Flo menatapnya tajam.


"Kau mabuk, cepat kembali ke kamarmu!" Nick berusaha untuk tidak terpancing, selain untuk menghargai Flo dia juga tak ingin membuat Zea semakin sedih melihat pertengkaran kedua putra kembarnya.


"Haha, kenapa? Apa kau takut aku akan memukulmu lagi? Atau kau takut Flo akan berpaling padaku lagi?" ucap Nicho memprovokasi.


Nick menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Nicho benar-benar membuatnya meradang.


"Flo bukan barang yang harus di perebutkan!" Nick memberikan jawaban dengan lantang, dia tak ingin berdebat dengan orang mabuk, dia kembali menggandeng tangan Flo dan mengajak Flo pergi.


Namun Nicho tak melepaskan Nick begitu saja, dia menarik lengan Nick dengan kasar hingga tautan tangan Nick dan Flo terlepas, lalu tanpa aba-aba Nicho memberikan bogem di wajah tampan Nick hingga tubuh Nick terhuyung ke samping.


"Nick," Flo begitu terkejut, dia segera memeriksa wajah Nick yang mulai memar. Melihat luka di wajah suaminya semakin membuat Flo membenci Nicho. Wanita hamil itu menoleh dan menatap mantan kekasihnya dan...

__ADS_1


Plaakkk...


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Nicho, rasa panas menyeruak di sisi wajahnya membuat pria itu mulai sadar dari pengaruh alkoholnya. "Kau memukulku hanya demia dia?" tanyanya tak percaya.


"Ya! Untuk itu jangan pernah menggangguku dan suamiku lagi!"


Nicho benar-benar tak terima, dia tak rela Flo memanggil Nick dengan sebutan suami. "Semua ini gara-gara kau Nick, aku akan membunuhmu!" Nicho kembali mengangkat tangan dan bersiap memukul Nick, namun sebuah seruan menghentikannya.


"Apa yang kau lakukan Nicho?"


Nick, Nicho dan Flo menoleh ke arah suara, si kembar memasang wajah terkejut melihat pria paruh baya berdiri tak jauh dari mereka. Sementara Flo mematung dengan wajah bingung.


"Uncle Rama!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2