Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Tidur di pelukan suami


__ADS_3

"Bantu aku merebut harta warisan keluarga Tan, dan jadikan Nick sebagai milikku!" ucap Rospita memberi syarat.


Nicho tak habis pikir dengan syarat yang Rospita berikan, dia masih memaklumi jika Rospita mengincar harta keluarga Tan, namun Nicho tak mengerti mengapa Rospita menginginkan saudara kembarnya. "Nick?" ulang Nicho penuh selidik.


Ropita mengangguk sambil menatap Nick dari kejauhan. "Ya, aku ingin Nick menjadi milikku," Rospita lalu menoleh, menelisik raut wajah Nicho yang terlihat bingung. "Bagaimana? Kau setuju kan? Akan semakin mudah memisahkan mereka jika kita bekerja sama, kau kembali mendapatkan Flo lagi dan Nick akan menjadi milikku!" sambungnya.


"Aku juga memiliki syarat!" ujar Nicho tegas.


"Katakan!"


"Jangan sakiti Flo! Aku tau sejak lama kau sangat membenci Flo. Aku setuju kita bekerja sama, tapi kalau sampai kau menyentuh Flo, maka aku tidak akan mengampunimu!" ucapan Nicho lebih terdengar seperti sebuah ancaman.


"Tenanglah Nich, kita akan bermain cantik!"


Rospita dan Nicho sepakat untuk bekerja sama, kedua saling betukar nomor telefon sebelum Rospita meninggalkan kediaman keluarga si kembar.


Flo dan Nick sudah berada di kamar mereka. Keduanya sibuk dengan laptop masing-masing, hanya helaan nafas yang mengisi keheningan di kamar yang ukurannya cukup besar itu.


Setelah tugas kampusnya selesai, Flo menutup laptopnya, menghampiri sang suami yang sedang duduk di sofa. "Nick," panggil Flo ragu.


Nick menoleh, sedikit mengangkat kepala dan menatap istrinya. "Ada apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Bisa kita bicara sebentar?"


Nick mengangguk, dia sedikit bergeser memberi ruang agar Flo bisa duduk. "Duduklah!" titahnya seraya menepuk sofa.


Flo menurut dan duduk do sebelah Nick, wanita hamil itu sedikit memutar tubuhnya menghadap sang suami. "Dua bulan lagi semesterku selesai, aku memutuskan untuk cuti kuliah. Bagaimana menurutmu Nick?"


Entah mengapa Nick merasa begitu senang, mungkin karena Flo mulai membuka diri dan meminta pendapatnya. "Sekarang kehamilanmu masuk usia empat bulan, dua balan lagi sudah enam bulan. Akan sangat melelahkan jika kau tidak cuti semester depan. Belum lagi menyusun Tesis membutuhkan tenaga ekstra. Aku akan mendukung apapun keputusanmu!" jawab Nick bijak.


"Terima kasih Nick," ucap Flo sambil tersenyum.


Nick membalas senyuman Flo, dia ingat jika Flo sangat menyukai senyumannya. Sebisa mungkin Nick akan sering tersenyum di hadapan istrinya. "Flo," panggil Nick lembut.


"Mmmm," Nick tampak ragu. "Aku tidak tau kedepannya hubungan kita akan seperti apa. Aku tidak ingin memaksamu untuk terus menjalani pernikahan ini bersamaku. Tapi aku memiliki impian Flo, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu dan anak kita. Untuk itu aku sedang mempersiapkan rumah yang layak untukmu dan anak kita. Aku memiliki beberapa desain interior untuk rumah kita, apa kau mau memilih salah satu yang cocok dengan seleramu?"


Flo terkesiap, bahkan Nick sudah memikirkan tempat tinggal untuknya dan calon anaknya kelak. Bagaimana Flo bisa mengabaikan Nick jika pria itu begitu baik padanya. "Tapi Nick, aku merasa tidak pantas mendapatkan semua ini," jawab Flo sedih, dia beruntung karena Nick mencintainya tanpa syarat, namun dia juga merasa malu akan masa lalunya.


Nick meraih tangan Flo dan menggenggamnya dengan lembut. "Jangan bicara seperti itu, kau pantas bahagia. Dan aku sedang berusaha membahagiakanmu!"


"Terima kasih Nick!"


Entah apa yang Flo pikirkan, tiba-tiba dia mendekatkan kepalanya ke arah Nick, wanita hamil itu menyandarkan kepala di dada sang suami hingga dia bisa merasakan debaran jantung Nick yang begitu berpacu. Nick begitu gugup, namun dia tersenyum karena hubungan mereka memiliki kemajuan. Tangan Nick pun mulai bergerak, mengusap kepala Flo dengan lembut.

__ADS_1


"Kau akan membantuku memilihnya kan?" Nick mengulangi pertanyaannya.


"Hem," Flo hanya bergumam, wanita hamil itu tak bergerak sedikitpun karena aroma tubuh Nick membuatnya merasa sangat nyaman, bahkan saking nyamannya Flo sampai tertidur di pelukan sang suami.


"Flo," panggil Nick pelan saat dia merasa hembusam nafas Flo yang mulai teratur. Pria itu sedikit menunduk, senyumnya terbit saat tau kalau Flo tertidur. Anggap saja Nick sedikit picik, saat Flo pulas, dia tak henti-hentinya menciumi pucuk kepala sang istri.


Sialnya, kemesraan tersebut harus terjeda karena suara ketukan pintu yang terus berbunyi. Flo sampai terbangun dan wanita itu terlihat malu karna tertidur di pelukan suaminya.


"Sudah bangun?" tanya Nick seraya merapikan rambut Flo.


"Kenapa tidak di bangunkan?" jawab Flo malu-malu.


"Kau terlihat lelah, aku tidak tega. Lanjutkan tidurmu di ranjang, aku akan membuka pintu!"


Nick beranjak dari duduknya, pria itu lalu membuka pintu yang sejak tadi terketuk. Nick begitu terkejut karena tiba-tiba seorang gadis memeluknya hingga kaki Nick mundur beberapa langkah dan Flo melihat suaminya di peluk oleh wanita lain.


"Nick!"


"Zilla!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2