
Nicho terpaku di tempatnya dengan kedua tangan terkepal setelah mendengar ucapan Flo yang sangat menyakiti hatinya. Kini Nicho merasa tak memiliki siapapun lagi karena Flo juga telah berpaling darinya.
Sakit yang sama juga tengah Flo rasakan, jauh di dalam lubuk hatinya dia juga belum bisa melupakan Nicho. Benar memang jika cinta pertamanya adalah Nick, namun Flo telah menghabiskan waktu selama dua tahun bersama Nicho dan bahkan kini telah mengandung darah daging Nicho.
Flo menyeka air matanya, dia mengatur nafas lalu mengetuk pintu kamar Nick, tak lama setelah itu terdengar suara Nick menyuruhnya untuk masuk.
Flo masuk ke dalam kamar Nick sambil membawa nampan berisi roti panggang dan susu, dia meletakannya di nakas yang berada di sebelah tempat tidur. "Aku buatkan roti panggang, makanlah dulu sebelum tidur Nick," ucap Flo lembut.
Nick berusaha bangun, dia lalu duduk dan bersandar pada headboard. "Apa kau sudah makan?" tanya Nick seraya menatap Flo.
Flo menggeleng pelan. "Aku akan makan setelah kau makan!" jawabnya.
"Duduklah!" Nick menepuk tepi ranjangnya. "Leherku sakit kalau kau terus berdiri!"
Flo menggaruk leher yang tak terasa gatal, setengah ragu dia duduk di tepi ranjang. Dia lalu meraih segelas susu dan memberikannya kepada Nick. "Minum susunya Nick!"
"Kau dulu yang minum," sahut Nick.
"Tapi Nick ak...
"Minum Flo!" titah Nick yang lebih terdengar seperti sebuah paksaan.
Flo menelan ludahnya kasar, tatapan Nick begitu mengintimidasi membuat Flo takut untuk menolak, mau tidak mau akhirnya Flo meminum susu tersebut.
"Gadis baik," ucap Nick seraya mengusap kepala Flo, pria itu lalu mengambil gelas di tangan Flo dan menghabiskan susu yang telah Flo minum setengahnya.
__ADS_1
"Nick, itu bekasku. Aku akan membuatkan yang baru!" Flo hendak beranjak, namun Nick menahan tangannya hingga dia kembali duduk.
"Tidak perlu. Mana rotinya!"
Flo meraih piring berisi dua potong roti panggang yang dia olesi selai cokelat dan memberikannya kepada Nick.
"Kau suka selai cokelat?" tanya Nick seraya menatap Flo intens.
"Ya, bagaimana denganmu Nick?"
"Apapun yang kau masakkan untukku aku pasti menyukainya!"
Glek...
Flo menelan salivanya kasar, ucapan Nick membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
"Apa momy sudah tidur?" tanya Nick setelah menghabiskan makanannya.
"Hem," Flo hanya bergumam karena mulutnya penuh dengan makanan. Detik selanjutnya dia hampir tersedak saat Nick tiba-tiba mengusap sudut bibirnya yang terkena selai cokelat. Flo mengangkat kepala dan menatap Nick heran karena Nick menjilat jari yang Nick gunakan untuk menyeka bibirnya. "Nick, kau sangat jorok!" ujar Flo masih dengan menatap Nick.
"Kenapa jorok, toh bekas bibir istriku sendiri!" jawab Nick dengan santainya.
Flo merasa wajahnya sedikit panas karena Nick memanggilnya dengan sebutan istri. "Cepat istirahat!" ucap Flo untuk menutupi rona merah pada wajahnya, wanita itu kembali beranjak namun saat dia akan pergi tiba-tiba Nick menarik tangannya sehingga Flo terjatuh tepat di pelukan suaminya.
Kepala Flo sedikit mendungak sehingga dia bisa melihat wajah Nick dengan jelas, di saat yang sama Nick juga menunduk sehingga mata mereka saling bertemu. Tubuh Flo dan Nick saling menempel membuat Flo merasakan panas dari tubuh suaminya.
__ADS_1
"Kenapa badanmu sangat panas Nick?" tanya Flo tanpa berkedip, reflek tangan kanannya menyentuh kening sang suami. "Astaga, kau demam Nick!" Flo segera menjauh dengan wajah panik, sejak tadi dia tidak sadar jika Nick sedang demam. "Tunggu di sini, aku akan ambilkan obat untukmu!"
"Kotak obatnya ada di dekat ruang makan Flo!"
"Ya!"
Flo berjalan cepat menuju pintu membuat Nick cemas. "Perhatikan langkahmu Flo!"
Flo menoleh dan melemparkan senyum, meski dari kejauhan namun senyuman Flo terlihat sangat indah di mata Nick. "Tenang saja, aku akan hati-hati!"
Flo pergi ke dapur untuk mengambil air hangat dan dia kembali bertemu Nicho di mini bar yang berada tak jauh dari ruang makan. Flo mengacuhkan mantan kekasihnya itu meski Nicho terus menatapnya.
"Apa yang kau lakukan Flo? Kenapa kau mencari obat?" tanya Nicho dengan suara parau, sepertinya pria itu berada dalam pengaruh alkohol.
"Nick demam!" jawab Flo singkat.
Nicho beranjak dari duduknya, pria itu menghampiri Flo dengan langkah sempoyongan. "Kau sangat perduli padanya, aku juga butuh perhatianmu Flo!"
"Dia suamiku tentu saja aku perduli padanya!"
"Cih, suami pengganti maksudmu!" cibir Nicho kesal.
Flo tak ingin meladeni mantan kekasihnya, dia memilih pergi namun Nicho malah memeluknya dari belakang. "Lepaskan aku Nicho!" pekik Flo sambil berusaha melepaskan diri.
"Aku sangat merindukanmu Flo!"
__ADS_1
"Lepaskan tangan kotormu dari istriku!"
BERSAMBUNG...