Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
Kedatangan Rama


__ADS_3

Rama menatap adiknya sedih, entah berapa lama Zea menangis hingga matanya bengkak dan wajahnya begitu sembab. Pria yang tak lagi muda itu duduk di tepi tempat tidur dan membiarkan adiknya terlelap. "Maaf karena aku baru datang Ze," ucap Rama pelan, namun suara pelannya mengusik tidur Zea yang tak begitu lelap, kedua kelopak matanya terbuka dan menatap Rama pilu.


"Rama," pekik Zea dengan suara tertahan, Zea berusaha bangun namun Rama mencegahnya dan membiarkan Zea tetap berbaring. "Kapan kau datang?" tanyanya kemudian.


"Baru saja. Maaf, aku datang terlambat Ze!" sesal Rama.


"Sam sudah pergi Ram, dia meninggalkanku dan anak-anak!"


Rama mengusap air mata yang mulai membanjiri wajah adiknya. "Setiap yang hidup pasti akan mati Ze. Sam bukan meninggalkanmu, dia hanya pergi lebih dulu untuk menyiapkan tempat terindah untukmu dan anak-anak!"


"Aku berharap segera bertemu dengannya Ram!" balas Zea dengan suara parau, sesakit itu rasanya kehilangan orang yang sangat di cintai.


"Anak-anak masih membutuhkanmu Ze, kau harus hidup lebih lama demi mereka. Jangan lupa kalau sebentar lagi kau akan memiliki cucu!"


Zea menghapus air matanya, setidaknya semangat hidupnya bertambah saat teringat jika Flo tengah mengandug anak Nick. "Kau benar Ram, aku harus kuat demi mereka. Sam ingin melihat Nick dan Nicho akur, aku harus mewujudkan impiannya Ram!"


Rama tersenyum simpul, perasaannya merasa lega melihat Zea memiliki harapan untuk terus hidup.


"Dimana Vallen dan Zilla?" tanya Zea saat menyadari tak melihat kedatangan istri dan anak Rama.


"Mereka akan menyusul besok!"


"Aku tidak sabar bertemu mereka. Aku sangat merindukan Zilla!"

__ADS_1


****


Flo mengerjapkan matanya perlahan, kilau sinar matahari menembus jendela kaca dan menerpa wajah cantik natural milik Florencia Tan. Dengan gerakan lembut, telapak tangannya terangkat menutupi mata. kedua kelopak indah berkedip seirama, bola mata sebening salju menelisik seisi ruangan yang terlihat asing, selanjutnya wanita hamil itu teringat jika dia tidur di kamar suaminya.


Flo lalu bangun, duduk di atas ranjang sambil bersandar. Tangannya terulur meraih ponsel, seketika matanya membola melihat jam di ponselnya. "Jam 10 pagi," pekiknya tertahan. Wanita hamil itu lalu menatap sofa namun Nick sudah tak berada di tempat semula. "Kemana dia pergi? Kenapa dia tak membangunkanku?" tanya Flo pada dirinya sendiri. Tak ingin membuang lebih banyak waktu, Flo melempar ponselnya asal, dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah mencuci muka dan merapikan rambutnya, Flo keluar dari kamar dengan niat mencari keberadaan Nick. Samar-samar dia mendengar suara Nick dari ruang tamu, lalu tanpa berpikir panjang Flo berjalan menuju sumber suara Nick berasal.


"Nick kenapa kau tak membang...." Ucapan Flo tertahan, wanita hamil itu membeku seraya menatap beberapa orang yang ada di ruang tamu, Flo juga terkejut melihat kedatangan tuan Tan dan Rospita.


Nick tersenyum, dia beranjak dari duduknya dan menghampiri sang istri. "Maaf sayang, tidurmu sangat pulas, aku tidak tega membangunkanmu!" ucap Nick dengan mesra, namum hal tersebut malah membuat Flo bingung.


"Sayang?" ulang Flo seraya berbisik.


"Flo!" panggil tuan Tan lembut, terlihat kerinduan dari sorot mata pria tua itu.


"Duduklah dan sapa ayah serta nyonya Rospita!" titah Nick dan Flo hanya mengangguk. Wanita hamil itu lalu menghampiri tuan Tan dan memeluknya penuh kerinduan.


"Flo rindu yah," ucap Flo sedih.


"Ayah juga nak!"


Keduanya lalu duduk, Flo sengaja mengabaikan Rospita yang sejak tadi menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Kenapa ayah tidak bilang kalau mau datang?" tanya Flo penasaran.


"Ayah baru tiba di Jakarta saat membaca pesan darimu tentang kepergian mertuamu, ayah bergegas kemari untuk memberikan penghormatan terakhir, tapi ternyata ayah terlambat!" jawab tuan Tan.


"Tidak ada kata terlambat tuan, suami saya pasti bersyukur karena tuan Tan menyempatkan waktunya untuk datang ke rumah kami," sahut Zea yang terlihat lebih baik dari sebelumnya, mungkin karena kedatangan Rama sedikit melipur hatinya.


"Tuan Sam pasti bahagia di atas sana!" doa tuan Tan tulus.


Zea hanya mengangguk pelan. "Penyesalannya hanya satu, dia pergi sebelum sempat menimang cucunya!"


"Cucu?" tanya tuan Tan penasaran, kabar kehamilan Flo memang belum sampai ke telinganya.


"Apa anda belum dengar, Flo sedang mengandung sekarang!" jawab Zea dengan senyum di wajahnya.


"Benarkah itu Flo?" tuan Tan menatap putrinya tak percaya.


"Benar yah!" jawab Flo.


Tuan Tan merasa amat bahagia, pria tua itu langsung memeluk putrinya dengan suka cita. "Ayah sangat bahagia nak, selamat atas kehamilanmu. Sebentar lagi ayah akan menjadi kakek!"


Sayangnya kabar bahagia itu membuat Rospita geram, kesempatannya untuk merebut Nick semakin kecil dengan kehadiran bayi di dalam rahim Flo. "Aku tidak akan membiarkan bayi itu hidup!" batin Rospita.


BERSAMBUNG ..

__ADS_1


__ADS_2