
Flo membeku dengan tatapan penuh tanya, jauh di dalam hati dia merasa aneh saat melihat Nick di peluk oleh wanita lain. Kesal, ya mungkin inilah yang sedang Flo rasakan, dia pikir hanya dia satu-satunya wanita di dekat Nick, namun siapa sangka seorang gadis tiba-tiba muncul dan memeluk Nick.
"Zilla," ucap Nick terkejut karena tiba-tiba saudara sepupunya datang dan memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu Nick," ucap Zilla tanpa memperdulikan Flo yang tengah menatap mereka.
Nick mendorong tubuh Zilla dengan pelan hingga pelukan mereka terlepas. "Kapan kau datang? Kenapa tidak mengabariku?" tanya Nick seraya menatap Zilla.
"Aku baru saja sampai Nick, aunty bilang kau ada di kamar jadi aku langsung kemari!" jawab Zilla antusias. "Aku sangat merindukanmu, kau tega sekali tak pernah mengunjungiku!"
Nick tersenyum simpul. "Maaf, aku sangat sibuk. Bukannya kau juga sedang sibuk menjadi dokter muda?"
"Benar juga.Tapi masa co-*** ku juga selesai, aku free beberapa minggu. Selama aku free aku mau liburan di sini, temani aku jalan-jalan saat kau senggang ya!"
Perasaan menggelitik semakin mengganggu Flo, dia tidak suka melihat Nick sedekat itu dengan wanita lain. "Ekhem," Flo pura-pura berdehem untuk menarik perhatian suaminya.
Benar saja, mendengar deheman sang istri membuat Nick menoleh, pria itu lalu menghampiri Flo dan mengajak Flo bertemu dengan Zilla.
"Zill, ini istriku, namanya Florencia," ucap Nick memperkenalkan sang istri.
__ADS_1
Wajah ceria Zilla kini berganti muram, gadis cantik itu lalu menjabat tangan Flo yang sejak tadi menggantung di hadapannya. "Aku Zilla!"
"Dia siapa Nick?" tanya Flo penasaran.
"Dia anak uncle Rama, dia sepupuku!"
Beban di hati Flo seketika hilang, dia merasa lega karena Zilla adalah sepupu Nick. "Ah, senang bertemu denganmu Zilla," ucap Flo ramah.
"Kalian seumuran aku yakin kalian pasti cepat akrab," sambung Nick seraya mengusap kepala Flo, hal tersebut menarik perhatian Zilla membuat gadis itu badmood.
"Kalau begitu aku pergi dulu Nick, jangan lupa temani aku jalan-jalan saat kau senggang!"
"Tentu!"
Setelah Zilla pergi, Nick kembali mengajak Flo untuk duduk, pria itu lalu membuka laptopnya dan memperlihatkan beberapa contoh desain interior untuk rumah baru mereka.
"Pilih salah satu yang sesuai dengan seleramu Flo," ujar Nick.
"Hem," Flo lalu memeriksa beberapa desain yang Nick siapkan, namun perhatiannya justru tertuju pada dua contoh desain kamar anak-anak. "Apa ini Nick?" Flo menoleh dan menunggu jawaban suaminya.
__ADS_1
"Kamar untuk anak kita. Biru jika anak kita laki-laki dan pink kalau anak kita perempuan. Bagus kan Flo?" jawab Nick penuh semangat.
Hati Flo kembali tersentuh, Nick bukan hanya perduli padanya, pria itu juga begitu perduli pada bayi dalam kandungannya meski bayi tersebut bukan darah daging Nick. "Sangat bagus Nick, terima kasih. Dia pasti menyukainya," Flo menjawab seraya mengusap perutnya.
Tak mau ketinggalan, Nick pun mengusap perut Flo dengan lembut. "Mama dan papa sudah menyiapkan kamar untukmu, jadi kau harus sehat di dalam perut mama, kami sudah tidak sabar ingin melihatmu," ucap Nick lembut.
Flo menatap Nick dengan tatapan penuh arti, dia merasa beruntung, dia juga sangat bersyukur karena memiliki Nick, kini tak ada alasan bagi Flo untuk tidak membuka hati pada pria tampan yang kini tengah dia tatap. Tatapan intens Flo begitu mengganggu, Nick pun menoleh hingga kedua netra mereka saling bertemu. Tanpa berkedip, Nick menyapu setiap jengkal wajah Flo dengan tatapannya yang lembut, namun perhatiannya kini hanya tertuju pada bibir berwarna merah muda yang terlihat begitu segar dan menggoda. Tanpa sadar tangan Nick terangkat, jemarinya yang panjang dan kekar perlahan mulai menyentuh bibir ranum itu.
"Andai aku bisa menciumnya saat ini," ucap Nick seraya meneguk salivanya.
Flo meremang, suara Nick terdengar begitu serak membuat jantung Flo bergemuruh.
"Apa aku boleh menciumnya Flo?" pinta Nick dengan tatapan penuh damba.
Flo diam sejenak, mungkin ini awal yang tepat untuk memulai hubungan bersama Nick. Flo mengangguk pelan, dia sudah memutuskan membuka hati untuk Nick.
Nick tersenyum penuh arti, setelah mendapatkan izin dia mulai mendekatkan wajahnya. Hembusan nafas hangat Nick menyapu wajah Flo, wanita itu lalu menutup matanya saat wajah dan bibir Nick semakin dekat.
Kedua tangan Flo saling meremas, dia sangat gugup saat merasa bibir Nick telah menyentuh bibirnya, terasa hangat dan lembut. Flo ingin membalas ciuman Nick, namun pintu kamar mereka kembali terbuka, seorang gadis berdiri di ambang pintu dengan bola mata hampir keluar.
__ADS_1
"Aaaaa!!!"
BERSAMBUNG...