
Langit mendung menemani malam tanpa bintang, terdengar helaan nafas berat yang berkali-kali keluar dari mulut seorang pria yang tengah duduk di taman belakang. Pria itu menatap langit malam dengan gusar, sama seperti langit mendung itu, kini hatinya di rundung nestapa karena telah kehilangan wanita yang amat dia cintai.
Sama halnya dengan pria itu, seorang gadis datang dengan wajah masam, gadis itu lalu duduk tanpa izin dari pria yang berada di sebelahnya.
"Huffh," gadis itu menghela nafas berat menarik perhatian sang pria.
"Ada apa?" tanya pria itu setelah menoleh.
"Hari ini Nick mengabaikanku dan lebih memilih pulang menemani istrinya ke dokter," jawab gadis yang tak lain adalah Zilla. "Andai kau tak pergi waktu itu, mungkin aku masih memiliki harapan!" sambungnya dengan kecewa.
"Kau masih menyukai Nick?" tanya Nicho seraya menatap Zilla.
Zilla mengangguk pelan. "Aku masih sangat menyukainya Nich. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah melupakan Flo?"
"Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya setelah semua hal yang telah kami lewati!" sahut Nicho dengan perasaan hampa. Keduanya lalu mendungak, bersama-sama menatap langit kelabu. Tiba-tiba Nicho teringat akan sesuatu. "Kau sudah menjadi dokter kan?" tanya Nicho setelah cukup lama diam.
"Bisa di bilang begitu, ada apa?"
Nicho membenahi posisi duduknya, dia sedikit miring sehingga mereka saling berhadapan. "Jika seseorang sudah di vonis mandul, apa mungkin orang tersebut bisa memiliki anak?" tanya Nicho dengan serius.
__ADS_1
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" jawab Zilla penasaran.
"Jawab saja, aku hanya ingin tau!"
"Tergantung kasusnya, tapi kecil kemungkinan untuk bisa memiliki keturunan. Kalaupun bisa mereka harus melakukan pengobatan!" jelas Zilla.
Nicho terdiam, selama ini bahkan dia pikir Nick sudah pasrah akan kondisinya, tapi kenapa tiba-tiba Flo mengandung padahal pernikahan mereka juga belum terlalu lama, hal tersebut semakin membuat Nicho curiga.
"Ada apa si Nich? Siapa yang mandul?" tanya Zilla.
"Nick!"
"Aku serius. Beberapa tahun yang lalu Nick kecelakaan dan dokter memvonisnya mandul!"
Zilla menelan ludahnya dengan kasar, dia masih berusaha menerima fakta tersebut. "Kalau Nick mandul, lalu bayi dalam kandungan Flo?" Zilla mulai menerka-nerka.
"Bisa jadi bayi itu milikku Flo!" sahut Nicho penuh percaya diri.
Zilla mempertajam tatapannya, gadis itu semakin terkejut. "Kau yakin? Kalian pernah melakukannya?"
__ADS_1
"Hem!"
Zilla membekap mulutnya, jika apa yang di katakan Nicho benar maka dia masih memiliki kesempatan untuk merebut Nick. "Nich, kenapa tidak kau lakukan tes DNA saja?" usul Zilla setelah berhasil mengatasi rasa terkejutnya.
"DNA? Tapi bayi itu belum lahir Zill!"
"Kita bisa melakukannya meski bayi tersebut masih dalam kandungan Nich. Dengan begitu kau tidak perlu ragu lagi apakah bayi itu benar milikmu atau bukan!"
Nicho seperti memiliki harapan baru, pria itu kembali bersemangat untuk merebut Flo dari tangan Nick. Setelah berbincang dengan sepupunya, Nicho segera pergi ke kamar Flo, dia sudah tidak sabar ingin melakukan tes DNA.
"Buka pintunya Flo!" teriak Nicho seraya mengetuk pintu.
Tak lama pintu terbuka, Nick dan Flo keluar bersamaan. "Ada apa?" tanya Nick kesal, pasalnya sudah mau tidur.
"Aku ingin melakukan tes DNA!"
"Apa?"
BERSAMBUNG...
__ADS_1