Dinikahi Kembaran Calon Suami

Dinikahi Kembaran Calon Suami
First kiss


__ADS_3

"Aaaa!!"


Sebuah teriakan mengejutkan dua insan yang baru saja menyatukan bibir mereka, keduanya lalu menoleh dan menatap ke arah sumber suara. Wajah Flo bersemu merah, dia tak bisa menutupi rasa malunya saat melihat Adel berdiri mematung dengan mata membelalak.


"Ma-maaf Flo, a-aku lupa kalau kak Nick sudah menikah. Maaf kak!" ucap Adel terbata, dia juga sama terkejutnya, meski usianya sudah hampir 25 tahun, namun Adel begitu polos dan belum pernah berpacaran sebelumnya sehingga gadis itu sangat terkejut melihat adegan mesra kakak dan kakak iparnya.


"Biasakan untuk mengetuk pintu Del," pesan Nick dengan lembut, meski dia sedikit kesal karena ciumannya harus gagal.


"Maaf kak, Adel benar-benar lupa!" sesal Adel sambil menunduk.


"Kenapa mencari kakak?" tanya Nick.


"Momy menyuruh kakak dan Flo turun karena uncle Rama dan aunty Vallen akan pulang ke Bali!"


"Aku akan turun!"


"Hem!"


Adel lalu keluar dari kamar Nick, tak lupa gadis itu menutup pintu, siapa tau Nick dan Flo akan melanjutkan kegiatan mereka. Saat menuruni tangga Adel berpapasan dengan Zilla yang akan naik ke lantai atas.


"Kenapa lama sekali, semua orang sudah menunggu," ujar Zilla.


"Maaf, maaf, aku baru saja melihat sesuatu yang mengejutkan!" sahut Adel sambil terkekeh.


"Apa yang kau lihat?" Zilla nampak penasaran.


Adel lalu menyuruh Zilla untuk mendekat, setelah jarak mereka begitu dekat, Adel lalu berbisik di telinga Zilla. "Aku melihat kak Nick dan Flo sedang berciuman!" lirik Adel.


"Apa? Kau tidak sedang bercanda kan?" Zilla tampak begitu terkejut, gadis itu juga tak menerima fakta tersebut. Dia lupa jika Nick benar-benar telah menikah.


"Aku serius!" Adel mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V. "Ayo cepat turun, kak Nick bilang akan turun sebentar lagi!"


Adel menarik tangan Zilla secara paksa karena Zilla terus mematung dengan tatapan kesal.


Sementara di dalam kamar kecanggungan begitu terasa, Nick mulai salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sementara Flo masih memilih diam, menunduk sambil memilin ujung dress yang dia kenakan.


"Ayo kita turun Flo," ajak Nick setelah cukup lama diam.


"Hem," Flo hanya menyaut dengan gumaman, gadis itu beranjak dari duduknya dan mengikuti Nick keluar kamar dan bergabung dengan keluarga besar di ruang keluarga.


Nick menghampiri wanita paruh baya yang masih tampak cantik dan begitu elegan, mungkin karena wanita itu bergetul di bidang fashion desaign sehingga penampilannya terlihat begitu elegan.


"Apa kabar aunty?" tanya Nick seraya memeluk Vallencia Brown, istri Rama.


"Aunty baik nak, bagaimana denganmu?" balas Vallen ramah.


Nick melepaskan pelukannya, dia menatap Vallen dengan senyum tulus. "Nick juga baik aunty," Nick lalu menoleh, menarik tangan Flo dengan lembut. "Perkenalkan aunty, dia Florencia Tan, istriku!" sambung Nick memperkenalkan sang istri.


Flo tersenyum ramah, dia menjulurkan tangan dan Vallen segera meraihnya. "Salam kenal aunty," sapa Flo ramah.

__ADS_1


"Salam kenal sayang. Aunty sudah banyak mendengar dari Zea, dia selalu pamer kalau memiliki menantu yang cantik. Rupanya kau memang sangat cantik Flo," puji Vallen tulus.


"Momy dan aunty berlebihan," sahut Flo malu.


"Tidak sayang, kau memang cantik. Maaf ya, aunty waktu itu tidak datang di acara pernikahan!"


"Tidak papa aunty, Flo maklum karena Flo dengar aunty sedang menghadiri fashion show. Lain kali jangan lupa undang Flo untuk datang ke fashion show aunty ya!"


"Tentu sayang!"


Mereka lalu duduk bersama, berbincang beberapa hal sebelum Vallery dan Rama pamit untuk kembali ke Bali.


"Ze, titip Zilla selama dia di sini ya. Dia sedikit kerasa kepala, jangan sungkan untuk memarahinya jika dia salah!" ucap Rama seraya menatap adik dan putrinya secara bergantian.


"Tenang saja Ram, dia kan juga putriku. Aku akan menjaganya dengan baik," jawab Zea.


"Terima kasih Zea," timpal Vallen. "Dan kau Zill, jaga dirimu baik-baik, jangan sampai merepotkan aunty Zea!" pesan Vallen.


"Ya mom!"


Setelah Rama dan Vallen pergi, mereka kembali berbincang di ruang keluarga. Namun ada hal yang menarik perhatian Zilla karena sejak datang dia tak melihat kehadiran Nicho.


"Dari tadi aku tidak melihat Nicho? Kemana dia aunty?" tanya Zilla penasaran.


"Nicho pulang ke apartemennya Zill," jawab Zea apa adanya, sebelumnya Nicho memang pamit ke apartemenya.


Deg...


Ucapan Zilla membuat Flo merasa kurang nyaman, namun dia mencoba untuk menutupi kegelisahannya.


"Mom, Nick ke kamar dulu. Flo butuh banyak istirahat," Nick mencoba mengalihkan perhatian karena menyadari kegelisahan sang istri.


"Ya, ibu hamil memang harus banyak istirahat Nick. Bawa istrimu ke kamar!"


"Ibu hamil?" sela Zilla penuh tanya.


"Flo sedang hamil, usianya sudah lima minggu Zill. Sebentar lagi aku akan menjadi aunty," sahut Adel antusias.


Zilla tersenyum mengejek, sebelumnya dia sudah tau masa lalu antara Nicho dan Flo dan bagaimana Flo dan Nick akhirnya menikah. "Cepat sekali kau melupakan Nicho ya, apa karena wajah mereka mirip jadi kau pikir Nick adalah Nicho?" ujar Zilla sinis.


"Zilla," panggil Zea dengan suara meninggi. "Bicaramu tidak sopan. Cepat minta maaf kepada Flo!"


Zilla memutar bola matanya malas. "Maaf Flo!" ucap Zilla tak tulus.


"Hem," Flo hanya bergumam, sementara Nick hanya diam dan menatap Zilla dengan tatapan aneh. "Flo ke kamar dulu mom!" pamit Flo kemudian, wanita hamil itu lalu membiarkan Nick menggandengnya menuju kamar.


Setibanya di kamar, Nick langsung mengunci pintu. Pria itu lalu menyusul sang istri yang duduk di tepi ranjang dengan wajah sedih.


"Jangan di masukkan ke hati, meski kalian seumuran namun Zilla belum bisa dewasa, dia terlalu di manja karena dia anak satu-satunya," ucap Nick mencoba menghibur Istrinya.

__ADS_1


Flo menoleh dan menatap Nick dengan mata berkaca-kaca. "Aku benar-benar tak pernah menganggapmu sebagai Nicho. Meski wajah kalian sama, namun kalian dua orang yang berbeda Nick, aku..."


Nick meletakkan jarinya di bibir Flo agar wanita hamil itu tak melanjutkan ucapannya. "Aku tau, jangan bahas itu lagi ya!"


Flo mengangguk patuh, dia lalu bersandar di dada Nick karena pria merengkuh tubuhnya ke dalam pelukan.


"Flo," panggil Nick lembut, sementara jemarinya sibuk memainkan rambut sang istri.


"Apa?" sahut Flo pelan.


"Bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi?"


Flo menggigit bibirnya, dia langsung teringat kejadian yang di pergoki Adel. "Melanjutkan apa?" tanya Flo pura-pura lupa.


Nick mendorong tubuh Flo dengan pelan, lalu tanpa izin dia mengecup bibir Flo singkat. "Yang ini!" jawabnya sambil tersenyum.


Seketika wajah Flo bersemu merah, dia malu namun tak ingin mengecewakan Nick, dia juga ingin membuktikan pada dirinya sendiri jika dia sama sekali tak pernah menganggap Nick sebagai Nicho. Flo meremas buku-buku jarinya, setelah mengumpulkan keberanian, wanita hamil itu lalu mencium bibir Nick terlebih dahulu. Saat Flo akan melepaskan kecupannya, tiba-tiba Nick menahan tengkuk Flo dan pria itu membalas ciuman Flo.


Bibir mereka kembali saling bertemu, ciuman yang hangat itu menjadi lebih intens saat lidah Nick berhasil menerobos masuk ke dalam mulut Flo dan mengekspose rongga mulut sang istri. Flo yang awalnya ragu mulai terbawa suasana dan membalas tautan lidah suaminya hingga suara decapan memenuhi kamar tersebut.


Dan entah sejak kapan, tubub Flo sudah terbaring dan di kungkung oleh Nick di atasnya. Ciuman mereka semakin panas saat tangan Nick mulai menyentuh setiap jengkal tubuh sang istri.


Di tengah permainan mereka yang semakin panas, Nick terpaksa menghentikan aksinya membuat Flo membuka mata.


"Ada apa Nick?" tanya Flo dengan suara serak.


"Sayang, aku harus menahan diri," jawab Nick dengan tatapan berkabut gairah, pria itu lalu menyentuh perut Flo dan mengusapnya lembut. "Aku akan bersabar sampai bayi kita lahir," sambungnya sambil tersenyum.


Flo tersenyum samar, dia tak salah menilai orang lagi, kali ini dia benar-benar menemukan pria yang tepat. "Aku akan belajar mencintaimu Nick. Saat waktunya tiba, aku akan memberikan hati dan tubuhku untukmu!"


Nick mengangguk sambil tersenyum, kecupan singkat kembali dia berikan sebelum pria itu berbaring di samping Flo dan memeluk perut perut Flo. "Aku akan menunggumu Flo, aku janji!"


Flo memiringkan tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan. "Terima kasih Nick, kami beruntung memilikimu!"


Nick membelai wajah Flo penuh kasih sayang. "Aku yang beruntung karena memiliki kalian. Aku sangat menyayangi kalian!" jawaban Nick membuat Flo terharu, wanita hamil itu tak ragu untuk memeluk Nick karena pelukan pria itu membuatnya tenang.


"Sangat nyaman berada di sini Nick, aku kembali mengantuk!"


"Tidurlah, aku tidak akan melepaskan pelukanku!"


"Hem!"


Bak di nina bobokan dengan usapan tangan sang suami di kepalanya, perlahan Flo mulai memejamkan matanya dan kembali terlelap. Akhir-akhir ini Flo kerap merasa ngantuk, mungkin karena bawaan hamil.


Setelah memastikan Flo terlelap, Nick melepaskan pelukannya, menutup tubuh sang istri dengan selimut, lalu keluar dari kamarnya. Nick menuju sebuah kamar yang juga berada di lantai atas, mengetuknya beberapa kali hingga sang pemilik kamar keluar.


"Keluarlah, aku ingin bicara padamu!"


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2