
Agra memang pandai memanjakan hati Deeva, dia membawa gadis manisnya kesebuah kafe bernuansa romantis. Menghabiskan waktu bersamanya.
"Sayang ... Maaf ya sudah membuatmu khawatir. Aku bersalah padamu. Maafkan aku," ucap Agra sambil mencium kedua punggung tanggan Deeva.
"Seharusnya aku yang minta maaf padamu, Kak. Aku mengganggu kegiatanmu."
"Tidak, Sayang. Aku sengaja pulang untuk mu. Aku sangat merindukanmu. Aku rasa kamu juga pasti sangat merindukan ku, bukan?"
Paras cantik perempuan berkulit putih itu mendadak bersemu, dia mengangukkan kepalanya malu-malu. Jujur hatinya benar-benar rindu pada sosok laki-laki yang kini ada dihadapannya itu.
"Kamu cantik sekali. Begitu anggun. Lebih dewasa, Sayang."
"Kak Agra makin pintar menggombal ya."
"Gombal?! Tidak, Sayang. Aku bicara sungguh-sungguh. Kamu benar-benar cantik."
"Kak ... " panggil Deeva pelan sambil membereskan makannya.
"Hmmm ... "
"Kita pulang sekarang, yuk?!" ajak Deeva yang melirik pada jarum jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sudah waktunya untuk pulang, atau Papinya akan segera meneleponnya untuk segera pulang.
"Secepat ini? Takut kakakmu yang galak itu marah ya, Sayang?" ucap Agra.
"Kak Rey sedang di Perancis. Tapi papi ada dirumah."
"Baiklah kalau begitu. Tapi aku sudah datang sejauh ini hanya sebentar bertemu kamu, Sayang. Apa tidak bisa lebih lama lagi? Aku harus kembali ke Australia lusa," ucap Agra sambil berjalan menuju basement, mendapati mobilnya yang terparkir disana.
"Lusa?" tanya Deeva.
"Ya, Sayang. Urusanku belum selesai. Lusa aku harus kembali kesana. Aku pasti akan mati merindukanmu."
Deeva menghentikan langkahnya tepat di samping mobil Agra. Dia berfikir sejenak. Dia menatap pada Agra.
"Kak Agra rindu padaku?"
"Tentu. Aku tak akan bisa hidup jauh dari mu seperti ini terus sayang. Aku ..."
Cup ...
"Love you, Kak"
Ucapan Agra terhenti saat Deeva mencium pipinya dan mengatakan "I Love you". Eehh... Apa dia bilang? Love you, Kak? Tidak salah dengarkan? Tidak halu kan? Horeeeeeeeeee .... teriak Agra dalam hati. Tangannya menahan pintu mobil yang dibuka Deeva. Lalu menarik leher perempuan cantik itu mendekat kedadanya.
"Kamu nakal, Sayang. Kamu sudah mulai nakal sekarang. Sejak kapan kamu berani mempermainkan hatiku seperti ini. Hmmm... sejak kapan kamu jatuh cinta padaku?" cecar Agra.
Deeva menahan dada Agra dengan kedua tangannya. Dia hanya menggelengkan kepala saat Agra mencecarnya dengan banyak pertanyaan yang tak bisa dia jawab. Agra semakin gemas melihatnya. Dia tak tahan melihat ekspresi malu-malu dari kekasihnya itu.
__ADS_1
"Apa kamu sayang padaku, Sayang." tanya Agra sambil tetap memeluk erat pinggang mungil Deeva. Matanya menatap gadis cantik itu dalam-dalam.
"Katakan, Sayang. Jangan buat aku mati penasaran dibuatnya."
"Ya ... Aku ... " Deeva sulit sekali mengatakan nya.
"Hmmm ... "
"Aku sayang sama Kak Agra. Aku mencintaimu, Kak."
Seutas garis panjang terukir dari kedua ujung bibir Agra. Sebelah tangannya membelai lembut pipi mulus Deeva. Perempuan cantik itu tertunduk dengan semu wajah yang terlukis jelas diwajahnya. Tangan Agra memegang dagu lancip Deeva hingga dengan terpaksa Deeva harus menatap wajah Agra yang tersenyum padanya.
Perlahan Agra mendekatkan bibirnya pada bibir manis Deeva, lalu menghisap rasa manis yang tersaji disana. Deeva memejamkan matanya saat benda kenyal itu menyentuh bibirnya. Agra menghentikan kegiatannya sesaat. Lalu mendekatkan bibirnya keujung telinga Deeva.
"Balas aku, Sayang." bisiknya pada telinga Deeva sehingga perempuan bergidik dibuatnya.
Agra melakukannya sekali lagi, kali ini permainannya lebih licah dan bergairah. Perlahan Deeva melakukan perlawanan seperti yang dipinta Agra. Sejenak mereka mencuri oksigen lalu memasukkannya keparu-paru mereka. Lalu mengulanginya lagi.
"I love you, Honey," bisik Agra mengakhiri serangan bibirnya itu.
******
Agra membukakan pintu mobilnya untuk Deeva. Lalu mereka menuju rumah.
"Kak Agra yakin mau ketemu, Papi?" tanya Deeva meyakinkan.
"Tentu, Sayang. Aku akan menghadap calon Papi mertua dengan gagah berani" ucap Agra sambil menepuk dadanya. Deeva tertawa geli melihatnya. Dia menggandeng tangan Agra masuk kedalam.
"Maaf, Deeva terlambat pulang, Pi .." ucap Deeva menghampiri Junan lalu mencium punggung tangan Papi nya itu. Lalu menggandeng tangan Junan.
"Pi ... " bisiknya lembut.
"Hmm ... "
"Kenalkan, ini Kak Agra"
Junan menoleh pada putrinya lalu tersenyum. Dia menghampiri Agra yang berdiri dihadapannya. Dengan sopan Agra mengambil tangan Junan dan mencium punggung tangannya.
"Kamu putranya Daniel rupanya" ucap Junan sambil mengamati Agra dengan teliti. Mata nya dengan jeli mengamati calon perebut putri kesayangannya itu. Matanya sebagai seorang laki-laki dan juga seorang ayah, membaca inci demi inci bahasa tubuh Agra.
"Benar, Oom ... " jawab Agra kemudian.
"Sampaikan salamku pada papamu" ucap Junan membalas kesantunan Agra padanya.
"Baik, Oom ... nanti aku sampaikan pada papa. Aku permisi dulu, Oom" pamitnya.
Agra masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah keluarga Caesar lalu menghilang di keramaian jalan raya. Deeva tersenyum manis melepas kepergian kekasihnya itu. Junan yang paham maksud senyuman itu mengusap kepala putrinya.
__ADS_1
"Kapan dia datang dari Australia, Sayang?" tanya Junan.
"Tadi pagi, Pi. Lusa Kak Agra harus kembali lagi ke Australia"
"Dia datang hanya untuk menemuimu?"
"Hmmm ... "
"Laki-laki yang baik. Semoga saja perkiraan Papi tidak meleset"
Deeva senang sekali mendengar ucapan papinya, itu artinya lampu hijau untuk hubungan mereka berdua. Cup ... Kecupan lembut mendarat dipipi Junan.
"Selamat malam, Papi. Deeva sayang papi"
Deeva langsung naik kekamarnya dengan hati yang berbunga-bunga. Junan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Rupanya putri kesayangannya sedang jatuh cinta, batinnya.
******
Deeva sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian saat gawainya berteriak nyaring memanggilnya. Sebuah panggilan dari Agra.
Klik ...
"Malam, Sayang. Kamu belum tidur?" sapa Agra diujung teleponnya.
"Belum, Kak. Aku baru saja selesai mandi. Ada apa, Kak?"
"Tidak ada apa-apa, Sayang. Hanya saja aku ingin mendengar suaramu lagi"
"Kak ... " panggil Deeva lembut.
"Hmm ... "
"Papi tadi mengatakan kalau Kak Agra adalah laki-laki yang baik. Sepertinya Papi menyukaimu, Kak"
"Benarkah itu, Sayang? Kalau begitu artinya Papi menyetujui hubungan kita, bukan" Aku senang sekali mendengarnya"
"Sepertinya begitu, Kak"
"I love you so much, Honey ... " Agra berteriak dari ujung teleponnya sehingga Deeva menutup sebelah telinganya. Kalau saja dia tidak malu ingin rasanya dia meloncat-loncat kegirangan. Dua hal yang membuatnya bahagia malam ini. Pernyataan cinta Deeva yang sudah lama dia nantikan dan restu calon Papi mertuanya.
"Besok kamu ada kuliah, Sayang?" tanya Agra.
"Ya, besok hanya ada dua mata kuliah pagi. sebelum tengah hari aku free. Kenapa, Kak?"
"Aku jemput kamu besok dikampus ya, Sayang. Selamat malam, kekasihku. I love you" ucap Agra mengakhiri teleponnya.
"I love you too, Kak ..."
__ADS_1
Klik ...
******