Diujung Lembanyung

Diujung Lembanyung
Keikhlasan Hati


__ADS_3

Agra kesal sekali menunggu Dave yang sejak tadi menyuruhnya menunggu di sebuah restoran.


Tuuut ... tuuut ...


Klik ...


"Kak Dave dimana? Aku sudah dari tadi sampai."


"Sebentar Kak Dave sedang dijalan, Dek."


"Jangan terlalu lama, Kak. Karatan aku nanti disini."


"Hahahahaha .... sabarlah sedikit lagi."


Klik ...


Dave mematikan gawainya. Dia tidak benar-benar ada dijalan. Dia sudah ada disekitar situ sejak dua jam yang lalu. Dia sengaja mengamati pergerakan dari jauh.


Sudah tiga puluh menit Agra menunggu ditempat yang dijanjikan, namun Dave tak kunjung datang. Agra mulai kesal dan merasa tak sabar. Dia bangun dari duduknya dengan kesal dan ...


"Deeva ..." ucapnya terkejut.


"Kak Agra ... " Deeva pun tak kalah terkejutnya.


Manik mata mereka saling bertemu dan mengatakan cinta dan kerinduan. Ada pucuk air yang menggantung diujung mata Deeva. Agra yang sebenarnya sudah tak tahan melihat Deeva yang setengah mati menahan perasaannya. Ingin rasanya dia merebut tubuh gadis itu dan menjatuhkannya dalam pelukkannya.


"Wer ist dieser Mann Deeva?" sapa seseorang yang sejak tadi ada disampingnya. 1)


Deeva dan Agra tak bergeming seolah waktu berhenti dihadapan mereka. Keduanya seolah membatu. Berbicara dalam diamnya. Alfred menyadari ada sesuatu diantara mereka. Ada yang salah dengan semua ini. Dia menarik pundak Deeva.


"Sag mir Deeva. Wer ist dieser Junge. Kennst du ihn?" tanya Alfred 2)


"Ja Alfred. Ich kenne ihn. Er ist mein Freund. Wir haben uns schon lange nicht mehr gesehen " Deeva berbohong. Dia mengalihkan pandangannya dari tatapan mata Alfred. 3)

__ADS_1


Alfred tahu Deeva berbohong. Dia menarik tangan Deeva membawanya ke basement. Deeva meringis kesakitan saat Alfred menarik tangannya. Agra mengejarnya dari belakang.


"Du lügst Deeva. Wir sind schon lange zusammen. Ich hoffe wirklich, Liebe in deinen Augen zu sehen. Deeva. Aber du hast mich nie so angesehen.Heute sehe ich es, Deeva. Ich sehe Liebe aus deinen schönen Augen. Sehr große und aufrichtige Liebe. Wie schön Deeva. Aber ... Liebe ist nichts für mich. Ich liebe diesen Mann, Deeva" ujar Alfred emosional. 4) Dia begitu mengharapkan cinta dari gadis yang ada dihadapannya.


"Deeva ... " panggil Alfred. Perempuan manis itu menoleh. Matanya sudah basah dengan airmata.


"Ich weiß, dass du dich liebst. Sie haben die gleiche Augenstrahlung. Die gleiche Liebe. Die gleiche Sehnsucht. Und ich war am falschen Ort. Ich weiß es. Komm zurück zu ihm, Deeva. Komm zurück zu deiner wahren Liebe. Ich werde mich freuen, dich glücklich mit ihm zu sehen. Liebe kann uns nicht immer zusammenhalten. Ich werde von dir weggehen," ucap Alfred sambil tersenyum.5)


Deeva menoleh, matanya menatap Alfred penuh tanda tanya. Mencari kebenaran dari ucapan laki-laki itu. Alfred memegang kedua tangan Deeva lalu mencium punggung tangannya.


"Auf Wiedersehen." 6) Alfred pergi meninggalkan Deeva. Dengan langkah pasti Albert pergi menjauh. Dia berhenti tepat dihadapan Agra. Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


"I'm proud of you guys. To the power of your love. Please take care of Deeva. She is yours. Goodbye," ucap Alfred lantang. 7)


Uluran tangannya begitu tulus. Agra menatap Alfred dengan perasaan kagum. Dia menyambut uluran tangan itu.


"You don't need to worry. I will do it," jawab Agra pasti. Alfred pergi setelah penepuk pundak mantan rivalnya itu. 8)


"Sayang ... Aku merindukanmu. Aku hampir mati saat aku kehilanganmu. Maafkan aku, Sayang. Maafkan kebodohanku, ketidak berdayaanku. Aku benar-benar mencintaimu, Sayang," ucap Agra lembut.


"Maaf Kak, jangan paksa aku. Aku tak ingin menyakiti siapapun. Aku ... " belum sempat Deeva melanjutkan ucapannya Agra sudah memeluknya. Deeva mendorong kedua tangannya agar Agra menjauh darinya.


"Sekarang tidak ada lagi yang aku takutkan. Aku akan membawamu bersamaku. Aku akan menghadap papi mu sekarang juga. Dan aku akan melamar mu secara resmi. Kamu harus jadi milikku, Sayang. Sekarang dan selamanya." Agra menarik tangan Deeva dan membawanya kedalam mobilnya.


"Kita mau kemana, Kak?" tanya Deeva.


"Naiklah, Sayang. Aku mohon. Percayalah padaku." mata Agra begitu mohon. Deeva tak mampu menolaknya. Dia menuruti permintaan Agra.


Dari jauh Dave tersenyum melihat semua itu. Perasaan sangat bahagia melihat akhir cerita adik bungsunya itu.


"Selamat atas keberhasilan kita, Rey."


Sebuah pesan whatsApp yang dikirimkannya pada Reynand Surya Caesar. Dan rencana mereka berjalan sempurna.

__ADS_1


******


Agra mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan konstan. Dia dengan hati-hati mengemudikan mobil kesayangan. Disampingnya duduk Adeeva Elora Caesar, perempuan yang sangat dia cintai. Tak ada pembicaraan serius diantara mereka. Hanya bicara dalam diam. Semua terasa serba canggung. Satu setengah tahun berpisah benar-benar membuat mereka serba salah. Sama-sama bingung harus mengatakan apa. Harus menanyakan apa. Akhirnya mereka metutuskan untuk saling diam. Sampai mobil kesayangan Agra memasuki halaman rumah keluarga Caesar.


Agra memarkirkan mobilnya tepat bersisian dengan mobil Rey dan Junan yang lebih dulu berada disana. Itu artinya kedua laki-laki kesayang Deeva ada dirumah. Perempuan itu terdiam sejenak, rasa heran menyelimuti pikirannya.


"Ayo turun, Sayang. Kamu sudah sampai dengan selamat di rumahmu. Dan aku akan mengantarmu sampai ketangan Papi mu utuh tanpa kurang satu apapun," ucap Agra sambil tersenyum dibelakang kemudi. Deeva mengerutkan alisnya. Dia mencoba menarik benang halus dari ucapan Agra tadi.


"Cukup sampai disini saja, Kak. Terima kasih."


"Tidak!" Agra melakukan penekanan pada kata-katanya tadi. Deeva menoleh kearahnya. Dia membelalakkan matanya. Agra turun dan membukakan pintu mobil untuk Deeva.


******


Terjemahan


1) "Siapa laki-laki itu, Deeva?"


2) "Katakan padaku, Deeva. Siapa laki-laki itu? Apa kamu mengenalnya?"


3) "Ya, Alfred. Aku mengenalnya. Dia teman ku. Kami sudah lama tidak bertemu."


4) "Kamu berdusta, Deeva. Kita sudah berteman sejak dulu. Aku ingin melihat cinta dimatamu. Tapi kamu tak pernah memandangku seperti itu. Hari ini aku melihatnya, Deeva. Aku melihat cinta itu dari matamu yang indah itu. Cinta yang sangat besar dan tulus. Indah sekali Deeva. Tapi ... Cinta itu bukan untukku. Kamu mencintai laki-laki itu, Deeva."


5) "Aku tahu kalian saling mencintai. Kalian memiliki pancaran mata yang sama. Cinta yang sama. Kerinduan yang sama. Dan aku berada ditempat yang salah. Aku tahu itu. Kembalilah padanya, Deeva. Kembalilah pada cinta sejatimu. Aku akan bahagia melihatmu bahagia bersamanya. Cinta tak harus memiliki. Aku akan pergi dari kalian."


6) "Selamat tinggal."


7) "Aku bangga pada kalian. Aku bangga pada kekuatan cinta kalian. Tolong jaga Deeva. Dia milikmu. Selamat tinggal."


8) "Kamu tak usah khawatir. Aku akan melakukannya."


******

__ADS_1


__ADS_2