Diujung Lembanyung

Diujung Lembanyung
Kegelisahan Hati


__ADS_3

Darwin - Australia


Tuuuut ... Tuuuut ...


Klik ...


"Haloo ... Sayang. Sudah bangun?"


"Sudah, Kak. Baru selesai sarapan."


"Bagaimana kabar Papi dan Kak Rey?" tanya Agra yang masih malas-malasan diatas tempat tidurnya.


"Papi dan Kak Rey sehat, Kak. Mereka baru saja ke kantor."


"Sayang, aku rindu ... Disini sekarang musim dingin. Cuaca dingin sekali, Sayang. Kalau ada kamu tak akan jadi sedingin ini."


"Kak Agra mulai deh ... Kalo dingin duduk diatas kompor saja, Kak." canda Deeva yang mulai berani meledek Agra.


"Tak usah kompor, Sayang. Melihat senyuman diwajahmu hatiku sudah merasa hangat," ucap Agra yang membuat Deeva bersemu merah. Andai saja Agra melihat itu pasti dia greget dibuatnya.


"Kak, aku mau berangkat kuliah dulu ya. Nanti terlambat"


"Yang rajin ya belajarnya, Sayang. I love you"


"I love you too, Kak"


Eeehh ... Dia bilang apa tadi? I love you too. Horeeee... Deeva mulai merespon perasaannya. Batin Agra bersorak kegirangan. Tanpa dia sadar kakaknya, Dave, sudah sejak tadi memperhatikannya.


"Cantik sekali. Pacarmu, Dek?" tanya Dave yang melirik wallpaper Agra. Kaget ditegur tiba-tiba dia refleks menutup layar gawainya.


"Kenapa masuk kamarku tidak pakai ketuk


pintu, Kak?" protes Agra.


"Laah ... Sudah dari tadi kuketuk anak bandel. Telingamu kemana?!" sewot Dave yang langsung merebahkan rubuhnya pada tempat tidur.


Melihat kakaknya sewot begitu Agra hanya cengengesan lalu ikut berbaring disisi Dave.


"Siapa dia, Dek?" tanya Dave yang tanpa permisi merebut gawai Agra.

__ADS_1


"Calon adek ipar Kak Dave."


"What!!!" Dave melompat dari tidurnya. Dia menatap Agra, mencari keseriusan dari matanya. Dia paham benar bagaimana adiknya. Orang yang tak gampang jatuh cinta, terlebih setelah pertunangannya batal tempo hari Agra jadi lebih tertutup terhadap wanita.


"Deeva. Adeeva Elora Caesar. Calon istri ku."


"Caesar?" Dave mengerutkan dahinya.


"Ya, dia adik teman Kak Dave. Adik Kak Reynand Surya Caesar"


"Adik Rey? Bagaimana bisa. Setahu ku Rey anak tunggal bagaimana bisa dia punya adik?"


"Adik satu ayah lain ibu, Kak. Deeva anak dari istri kedua Papi nya."


"Woow ... Seorang Junan Hariz Caesar mempunyai istri muda? Aku tak percaya."


Dave menggeser posisi duduknya. Sekarang dia dan adiknya duduk berhadapan diatas kasur.


Agra menceritakan semua pada Kakak nya, tentang Deeva, latar belakang keluarganya, kehidupannya, kepribadiannya dan juga hatinya yang lembut. Dave mendengarkan semua cerita Agra dengan seksama. Menyimak kata demi kata yang dituturkan adik bungsunya itu.


"Kamu yakin dengan pilihanmu, Dek. Maksudku kamu yakin mau menikah dengan perempuan yang ibu nya mantan seorang PSK?"


"Kak Dave paham dan tahu benar seleramu soal perempuan. Kamu pasti tak akan memilih perempuan sembarangan untuk menjadi kekasih hatimu. Tapi kamu paham kan watak Papa. Seandainya dia tahu latar belakang pacarmu itu, Kak Dave takut dia akan menentang hubungan kalian berdua. Walaupun antara keluarga Meshach dan Caesar tak pernah ada masalah dan keluarga Caesar merupakan keluarga terpandang, sulit untuk menaklukkan papa, Dek. Sifat ortodoks dan otoriter nya sulit ditentang. Dan kamu harus siap menghadapi resiko terburuknya," papar Dave yang cukup membuat Agra menjadi khawatir.


Agra terdiam. Dalam hatinya membenarkan apa yang dikatakan kakaknya. Papanya adalah tipe orang tua kolot yang memegang prinsip kehormatan keluarga diatas segalanya. Berbeda dengan calon Papi mertuanya yang memberikan kebebasan bersyarat pada anak-anak. Belajar dari pengalaman kakaknya, Dave, yang harus merelakan perempuan yang disayanginya pergi karena status keluarganya yang broken home dan mempunyai orang tua yang pemabuk. Bahkan sampai saat ini Dave pun enggan membuka hati lagi untuk perempuan lain, diusianya yang sudah lewat kepala tiga Dave masih betah sendiri.


Cekreeeeekkk ...


"Bagus kalau kamu sudah paham kondisinya. Papa harap jangan coba-coba kamu teruskan hubunganmu dengan perempuan itu," ucap Daniel yang tiba-tiba muncul dibalik pintu kamar apartemen putranya.


Dave dan Agra yang tak menyangka dengan kedatangan papa mereka mendadak pias. Mereja yakin kalau Daniel sudah mengetahui semua nya.


"Maksud Papa, Agra harus memutuskan hubungan dengan Deeva?" tanya Agra yang tahh pasti apa jawaban papa nya nanti.


"Itu jalan yang terbaik."


"Tidak. Agra tidak mau. Bagaimana pun Agra tetap akan menikah dengan Deeva?"


"Kamu tidak gila bukan Agra. Pakai akal sehatmu. Papi tidak setuju kalau kamu berhubungan apa lagi sampai menikah dengan perempuan tidak jelas itu."

__ADS_1


"Tidak jelas bagaimana, Pa. Deeva anak sah dari pernikahan Papi dan Bunda nya. Bukan anak diluar nikah. Dan ... "


"Dia dibesarkan didalam lokalisasi bukan? Sudah bisa dibayangkan bagaimana perempuan yang kamu maksud itu. Tidak akan jauh bedanya dengan orang-orang disekitarnya," tukas Daniel sinis.


"Papa ... Agra tidak terima kalau papa menghina Deeva. Dia bukan perempuan seperti yang papa bayangkan. Deeva perempuan baik-baik."


"Ingat Agra dan kamu Dave, kalian berdua harus menjaga nama baik keluarga. Jangan coba-coba membawa perempuan yang tidak baik kedalam keluarga kita." Daniel pergi tanpa permisi meninggalkan kedua putranya.


Agra yang sudah terlanjur emosional menghantamkan tinjunya ke lemari kaca, sehingga pecah dan tangannya berlumuran darah. Dave hanya diam terpaku diatas kasur. Memandang adiknya yang sedang terluka, terluka hatinya. Dia mendekati Agra dan menepuk pundaknya.


"Bersihkan lukamu, Dek ... " ucap Dave sambil menyerahkan sebuah handuk kecil.


Agra menerima handuk itu dan menuju kamar mandi merendam tangannya kedalam air bath up sehingga seluruh air menjadi merah. Pedih ditangannya masih bisa dia tahan, namun pedih dihatinya sangat membuatnya tidak nyaman.


******


Rumah Keluarga Caesar


"Menikah?" tanya Junan saat mendengar ucapan Rey.


"Iya, Pi. Kalau Papi setuju awal bulan depan Rey akan menikahi perempuan pilihan Rey"


Junan hanya diam dan mengangukkan kepala mendengarnya.


"Papi tak ada masalah, semua terserah padamu Rey. Itu adalah pilihanmu. Papi akan mendukungnya."


"Terima kasih, Pi" ucap Rey.


"Semalam adikmu juga mengatakan kalau pacarnya sudah melamarnya, setelah pekerjaannya di Australia selesai dia kan menemui Papi secara resmi," cerita Junan pada Rey.


"Melamar? Agra melamar Deeva?"


"Hmm ... "


"Lalu bagaimana pendapat Papi?"


"Papi tak mempermasalahkan itu. Bagi Papi siapapun pilihan kalian, Papi tidak akan menghalangi niat baik kalian. Kalian sudah dewasa dan sudah waktunya membina rumah tangga. Kalau kamu papi tidak khawatir, tapi adikmu perempuan Rey. Dia berbeda denganmu. Dan Papi paham benar watak Daniel, papanya Agra. Papi takut ini tak akan mudah untuk mereka. Pastinya perasaan adikmu akan terluka. Dan Papi tak sanggup melihat itu semua," jelas Junan sambil merebahkan tubuhnya lebih dalam disofa.


"Yaah ... Papi benar dan Dave sudah menjadi korbannya. Karena itu jugalah Rey semula menentang mereka, Rey takut Deeva terluka, Pi. Tapi kesungguhan Agra patut diacungi jempol," ucap Reynand membenarkan ucapan Papinya.

__ADS_1


******


__ADS_2