Diujung Lembanyung

Diujung Lembanyung
Restu Papi


__ADS_3

Sesuai janjinya semalam, Agra datang menjemput Deeva setelah selesai perkuliahannya. Mobil kesayangannya sudah parkir dengan gagahnya di parkiran mobil fakultas Deeva. Lima menit berselang, Deeva keluar dari dalam gedung fakultas menghampiri Agra. Dengan sigap Agra keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Deeva.


"Silakan masuk Nyonya Agra Roberto Meshach," ucapnya sambil membungkuk hormat pada Deeva yang menatapnya heran.


"Kak Agra bilang apa tadi?" tanya Deeva didalam mobil.


"Yang mana, Sayang?"


"Kak Agra panggil aku apa tadi?"


"Nyonya Agra Roberto Meshach, Sayang."


"Dari mana aturannya seenaknya merubah namaku?!" sewot Deeva.


"Ya, memang begitu kenyataannya, Sayang. Toh kamu nanti juga harus membiasakan dirimu dengan nama itu. Karena kamu adalah calon istriku. Nyonya Agra Roberto Meshach." papar Agra dengan kadar kepercayaan diri yang tinggi.


"Calon istri? Memangnya kapan Kak Agra melamarku?"


Mendengar ucapan itu Agra menekan sein mobilnya kekiri lalu menepikannya di pinggir jalan. Agra keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Deeva. Dia berlutut dan memegang tangan Deeva.


"Aku Agra Roberto Meshach sangat mencintai dan menyayangi pujaan hatiku Deeva Elora Caesar. Hari ini, detik ini juga aku memintamu untuk menikah denganku. Nona Deeva Elora Caesar maukah kamu menikah denganku, Sayang."


Orang-orang disekitar mereka tersenyum melihat kejadian itu, sontak saja Deeva panik, malu dan salah tingkah dibuatnya. Semua mata menuju pada mereka. Agra menghentikan mobilnya disembarang tempat. Tempat itu adalah tempat umum yang ramai orang berlalu-lalang, wajar saja mereka jadi pusat perhatian orang.


"Kak ... Apa-apaan sih? Malu dilihat orang," ucap Deeva yang salah tingkah melihat semua orang memperhatikan mereka.


"Jawab pertanyaanku, Sayang?"


"Pertanyaan yang mana?"


"Aku teriak ni ... Adeeva ... " Agra mulai meninggikan suaranya. Deeva auto panik dibuatnya.


"Kak ... Iya ... Iya ... Aku jawab ..."


"Hmmm ... "


"Iya ... Aku mau menikah dengan Kak Agra."


Agra tersenyum lalu mencium punggung tangan Deeva, dia mengeluarkan sebuah cincin emas putih bermata intan yang cantik lalu memakaikannya pada Deeva. Semua orang yang melihat mereka bertepuk tangan dan mengucapkan selamat. Agra membungkuk hormat pada semua orang sambil mengucapkan terima kasih lalu membukakan pintu bagi Deeva. Dia langsung masuk kedalam mobil dan siap dibelakang kemudinya.


Wajah Deeva masih memerah akibat kejadian tadi. Malu, senang dan salah tingkah dibuatnya. Dia memegang jarinya yang melingkar sebuah cincin dari Agra.


"Ya, Tuhan ... Laki-laki ini percaya diri sekali. Entah mungkin urat malunya yang sudah putus atau bagaimana. Aku salah tingkah dibuatnya. Kak Agra benar-benar nekat," ucap Deeva dalam hati.


Hati Agra benar-benar bahagia hari itu. Dia senang Deeva menerima pinangannya. Dia mengendarai mobilnya sambil bersenandung kecil. Beberapa menit kemudian mereka sampai di lobi hotel mewah. Agra memesan privat room direstoran hotel itu.


"Kenapa diprivat room sih, Kak?" tanya Deeva.


"Karena aku hanya ingin menikmati waktu berdua dengan mu, Sayang. Hanya aku dan kamu."

__ADS_1


"Kak Agra nekat ya."


"Nekat?"


"Iya, nekat "


"Nekat yang bagaimana, Sayang?"


"Ya, seperti tadi. Didepan orang ramai."


Hahahhahahaa ... Agra tertawa lepas. Dia tak memperdulikan apapun saat itu yang penting perasaan nya tersampaikan.


"Makanlah dulu, Sayang," ucap Agra saat makanan yang mereka pesan datang. Deeva yang memang sejak pulang kampus tadi belum makan apapun, sangat bernafsu melihat hidangan yang terasaji.


Pelayan segera datang membereskan meja mereka saat mereka sudah selesai makan. Agra memegang tangan Deeva.


"Setelah pekerjaan selesai aku akan segera menghadap Papimu untuk melamarmu secara resmi, Sayang. Aku sudah tidak sabar ingin membuat kamu menjadi satu-satunya ratu dihatiku. Bersabarlah sampai saat itu tiba."


"Kak Agra, tidak main-main dengan apa yang Kak Agra ucapkan, bukan?" tanya Deeva serius. Dia mencari kesungguhan dari dalam manik mata Agra.


"Demi Tuhan atau apapun itu aku bersumpah aku tak pernah main-main dengan perasaanku ini. Aku mencintaimu, Sayang. Dan aku akan menikahi mu. Tunggulah saat itu tiba."


******


Senja berganti malam. Suasana sepi dan dingin pun menyelimuti bumi. Agra memarkirkan mobilnya di halaman rumah keluarga Caesar. Disana mobil Junan dan Rey sudah berbaris rapi. Berarti kedua laki-laki kesayangannya sudah ada dirumah.


"Kak Rey ... " Deeva langsung memeluk Rey yang juga baru tiba dari bandara.


"Kak Rey kapan sampai?"


"Sore tadi, Sayang. Kamu dari mana?"


"Tadi pulang kampus aku jalan sebentar dengan Kak Agra," ucap Deeva. Rey melirik pada Agra yang berdiri dihadapannya.


"Kapan kamu kembali dari Australia?" basa-basi Rey yang tak mau lagi dibilang tak ramah pada Agra.


"Dua hari yang lalu, Kak. Besok sore aku sudah harus kembali lagi ke Australia. Aku hanya pulang sebentar."


"Sepertinya kamu harus bekerja keras disana."


"Kemungkinan masih ada, Kak. Jadi harus optimis."


"Bagus kalau begitu, aku senang mendengarnya. Sampaikan salamku pada Dave."


"Baik, Kak. Nanti aku sampaikan. Aku permisi dulu."


Deeva mengantar Agra sampai ke teras depan dan melepasnya sampai hilang dibalik tembok besar rumah keluarga Caesar. Deeva kembali kedalam, Rey yang sudah berdiri didepan pintu mesam-mesem melihat adik bungsunya.


"Pacarmu itu sok akrab sekali, pakai panggil Kak segala."

__ADS_1


"Dari pada dia pangil bang, nanti dikira abang ojek, Kak ... " ledek Deeva sambil berlari kedalam. Rey berhasil menagkap tangan adiknya lalu memeluk pinggangnya.


"Kamu ini sudah mulai nakal ya, kenapa jadi belain laki-laki itu dari pada kakakmu yang ganteng ini, Sayang?"


"Baiklah, Kakakku yang ganteng. Aku mau mandi dulu terus bobo cantik ... cup ... " Deeva mengecup pipi Rey lalu melepaskan diri dari pelukan kakaknya itu. Dia kembali kekamarnya, mandi dan berganti pakaian.


Tok ... tok ...


Cekreeeeekkk ...


"Pi ... " panggil Deeva dibalik pintu.


"Hmmm ... kemarilah Sayang," panggil Junan yang masih sibuk dengan beberapa kertas di meja kerjanya.


"Papi sedang sibuk?" tanya Deeva.


"Tidak juga. Hanya memeriksa beberapa dokumen ini saja, Sayang. Ada apa?" Junan tetap fokus dengan pekerjaannya.


"Pi ... "


"Hmmm ... "


"Kak Agra ... melamarku ... " ucap Deeva perlahan. Junan menoleh pada putrinya itu, dia meletakkan semua kertas tadi diatas meja.


"Melamar?" tanya Junan lagi.


Deeva menunjukkan cincin yang diberikan Agra padanya. Junan memegang tangan halus putri kesayangannya yang terlihat cantik dengan cincin yang melingkar dijarinya.


"Kuliahmu belum selesai bukan?" ucap Junan.


"Iya, Pi. Tapi tadi Kak Agra mengatakan setelah pekerjaan Kak Agra di Australia selesai, dia akan menemui papi secara resmi."


Huuuhhh ... Junan menghela nafasnya. Matanya menatap dalam pada manik mata gadis kecilnya itu. Dia tak menyangka kalau Agra akan secepat ini membawa putrinya pergi. Dia bukan melarang namun ada rasa berat melepaskan putri kesayangannya pada laki-laki lain. Tapi dia tak mau egois. Baginya prioritas utama adalah kebahagiaan putri bungsunya.


"Lalu apa jawabmu, Sayang ..."


Deeva tersenyum malu-malu, dia menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh laki-laki hebatnya itu. Junan membelai lembut kepala putrinya.


"Kamu menerimanya?" tanya Junan sambil mengusap pipi halus Deeva.


"Iya, Pi. Deeva menerimanya."


"Kamu yakin dengan pilihan mu itu, Sayang?" Junan memegang pundak Deeva dan menghadapkannya pada dirinya. Di menatap lagi lebih dalam pada manik mata putri kecil kesayangannya.


"Iya, Pi. Deeva yakin dengan pilihan ini. Papi tidak marah pada Deeva?"


"Tidak sayang. Jika itu sudah jadi keputusanmu, papi akan merestuinya. Asal kamu bahagia Papi juga bahagia. Sekarang kita tunggu saja bukti dari ucapan laki-laki itu."


"Terima Kasih, Pi ... "

__ADS_1


Deeva memeluk Junan. Dia merasa sangat beruntung memiliki seorang laki-laki hebat dan berhati besar ini sebagai Papi kebanggaannya. Dadanya yang hangat memberikan ketenangan pada hati perempuan cantik itu. Baginya Junan adalah sayap pelindungnya yang paling hebat, laki-laki paling hebat didunia ini.


******


__ADS_2