Diujung Lembanyung

Diujung Lembanyung
Kembali Ketitik Nol


__ADS_3

Berhari-hari Deeva lebih senang mengurung dirinya dalam kamar. Menarik lagi lembar demi lembar benang kenangannya bersama Agra. Matanya sembab oleh airmata.


Tok ... Tok ...


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Deeva, buru-buru dia lari kekamar mandi membasuh wajahnya agar tak terlihat bekas airmata.


Cekreeeeekkk ...


Junan masuk dan tak mendapati Deeva disana. Dari kamar mandi dia mendengar suara keran air mengalir. Dia duduk menunggu dengan setia diatas tempat tidur. Deeva keluar dari kamar mandi dengan sudah mengeringkan wajahnya.


"Papi," sapanya pada Junan yang sudah berada dalam kamarnya.


"Kemarilah, Sayang. Papi mau bicara," panggil Junan yang langsung merangkul putri bungsunya yang sudah mendekatinya. Deeva duduk bersisisan dengan papinya. Sepertinya ada hal penting yang ingin papinya bicarakan.


"Papi mau kamu jujur menjawab semua pertanyaan Papi, Sayang. Papi tak akan marah padamu." Junan memulai pembicaraan. Sejenak dia menarik nafas membiarkan paru-parunya penuh dengan oksigen segar.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Sayang. Papi lihat belakangan ini kamu hanya mengurung diri di kamarmu. Bahkan kamu tak makan dengan selera seperti biasa. Ada apa, Sayang? Apa ada yang menggangu fikiranmu?" tanya Junan penuh selidik. Dia tak melepaskan tatapannya dari manik keabu-abuan yang indah milik putri kesayangannya.

__ADS_1


Deeva terdiam beberapa saat. Dia berusaha menenangkan dirinya. Mengatur nafasnya agar sanggup mengatakan yang sebenarnya pada laki-laki hebatnya itu.


"Pi ... " pangilnya pelan.


"Hmmm ... "


"Aku dan Kak Agra sudah berpisah. Deeva memutuskan untuk berpisah dan menjauh dari kehidupan Kak Agra. Deeva tak ingin menghancurkan hubungan Kak Agra dengan Papanya. Deeva sayang sama Kak Agra. Tapi Deeva cukup tahu diri dengan siapa Deeva. Tak selayaknya Deeva menyakiti orang tuanya Kak Agra dengan kehadiran Deeva diantara mereka. Mungkin ini yang terbaik buat kami berdua. Menjalani takdir yang baru masing-masing. Hanya saja ... Deeva masih belum bisa melupakan semuanya, Pi. Deeva ... " ucapan Deeva terputus, airmatanya keluar tanpa bisa dia tahan. Dia memeluk erat Junan. Satu-satunya laki-laki didunia ini yang tak akan pernah menyakitinya, tak akan pernah membiarkan airmatanya jatuh.


Junan Hariz Caesar, laki-laki yang sudah berumur itu namun bentuk badannya masih menyisakan kokoh dan kuatnya dirinya dimasa muda, laki-laki yang membawa Deeva kedunia ini. Dia tak sanggup melihat putrinya menangis dalam pelukkan apalagi karena seorang laki-laki. Hati kecil Junan sebagai seorang ayah dari putri cantik yang lembut itu terusik, hatinya hancur melihat aliran air yang deras dikedua pipi putri kesayangannya. Sebagai seorang laki-laki pertahanannya runtuh, tak sanggup dia melihat Deeva yang begitu bersedih karena harus berpisah dengan laki-laki yang disayanginya. Junan memeluk putrinya dengan erat, melindunginya dengan kedua lengan kokohnya. Mencium pucuk kepala Deeva, memberikan kekuatan dan ketenangan pada gadis kecilnya.


"Terima kasih, Pi. Papi memang ayah terbaik didunia ini. Deeva sayang, Papi." Deeva memeluk erat Junan. Menyandarkan tubuh dan hatinya pada hangatnya dada bidang laki-laki tua itu. Sebuah kehangatan yang tak ternilai dengan apapun didunia ini. Laki-laki hebatnya.


******


Sehari ...


Dua hari ...

__ADS_1


Seminggu ...


Sebulan ...


Tak terasa sudah satu tahun setengah Deeva dan Agra berpisah. Mereka tak pernah lagi saling berhubungan. Sama sekali tak pernah bertemu. Deeva menyibukkan diri dengan kuliahnya hingga selesai dan mendapat gelar sarjana. Ada yang berbeda juga dari penampilan Deeva saat ini. Deeva memutuskan untuk merubah total hidupnya. Merubah penampilan, balutan kerudung indah menutupi kepalanya. Jauh lebih teduh dan bersahaja, namun tetap anggun dipandang mata. Dia terlihat jauh lebih dewasa dengan penampilan barunya itu. Perempuan berkerudung itu kini juga menyibukkan diri dengan kegiatan sosialnya disebuah panti asuhan disalah satu sudut selatan kota yang dibinanya bersama teman-teman alumni kampusnya. Terkadang dia menghabiskan waktu seharian bersama anak-anak yatim piatu itu. Hal itulah yang membuat hatinya semakin kuat dan tegar menghadapi hidup, banyak hal positif yang dia ambil dari aktivitas nya itu.


Hari-harinya pun di hiasi dengan celoteh seorang laki-laki kecil yang lincah dan lucu, Eric Farzan Caesar, keponakannya. Anak laki-laki Reynand yang baru berumur delapan bulan. Bagi Deeva Eric adalah boneka hidupnya. Laki-laki kecil dan tampan yang dicintainya. Dia tak bisa lepas dari kelucuan Eric. Junan pun demikian. Dia senang dengan kehadiran cucu laki-laki pertamanya itu. Dia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan menyerahkan semua perusahaan keluarga pada Reynand. Junan lebih memilih bermain bersama cucunya dihari tuanya dari pada kepalanya harus dipusingkan dengan urusan perusahaan.


Reynand mengambil alih tampuk kepemimpinan perusahaan dan mampu membawanya lebih maju. Junan bangga atas prestasi putra sulungnya itu. Hanya satu lagi beban yang ada dihatinya. Adeeva Elora Caesar, putri bungsunya. Sejak berpisah dari Agra satu setengah tahun lalu, Deeva seolah menutup hatinya untuk laki-laki manapun. Dia tak lagi tertarik membicarakan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dia lebih asyik dengan dunia dan kehidupan barunya. Hal itu bukannya membuat Junan senang, namun sebaliknya Junan malah sedih melihat putri kecil kesayangannya itu mengubur diri dalam masa lalunya. Bukan hanya Junan, sebagai kakak laki-laki pun Reynand memikirkan adik perempuannya. Namun mereka lebih memilih rasa nyaman dan ketenangan hati yang didapatkan Deeva dari semua itu.


"Papi tidak tega melihat adikmu seperti itu, Rey. Papi tahu dia sedang berpura-pura bahagia. Mengubur dirinya sendiri dalam masa lalunya," ucap Junan suatu saat berbicara dengan Reynand.


"Papi, benar. Rey juga tak bisa berbuat apa-apa. Deeva selama ini merasa nyaman dan tenang dengan kehidupannya seperti ini. Rey takut jika kita kembali mengusik masalah Agra, Deeva akan kembali emosional. Bahkan dia tak membiarkan laki-laki lain masuk kedalam hatinya. Rey khawatir dengan ini, Pi."


Deeva yang dulu ceria dan periang berubah jadi lebih pendiam dan sensitif sejak dunia mengetahui pekerjaan Bundanya, dia lebih protective terhadap dunia diluar dirinya. Walaupun sebenarnya dia lebih ingin menjaga hati dan perasaannya sendiri.


******

__ADS_1


__ADS_2