
Jovan Edsell: El, buka pintu rumah lo dong
Ella sangat kaget melihat pop-up pesan yang muncul di layar ponselnya ketika dia sedang melihat beberapa komentar lainnya. Ella segera membuka pesan dari Jovan itu, kemudian Ella membalas agar Jovan menunggu sebentar.
Saat Ella keluar dari kamarnya, tidak ada tanda-tanda keberadaan ibunya. Pantas saja Jovan menyuruh dirinya untuk membuka pintu, jika Sarah ada di rumah, pastilah pintu sudah dibuka.
Ella membuka pintu rumahnya dan benar saja ada Jovan di sana. Awalnya Ella mengira kalau Jovan datang dengan membawa Abel, tetapi ternyata Jovan datang sendiri.
"Ngapain lo ke sini, Bang?" tanya Ella.
"Emangnya salah kalau gue datang ke sini?" tanya Jovan balik.
"Engga, sih, ya udah masuk dulu, yuk," ajak Ella lalu dia berjalan ke ruang tamu dan diikuti oleh Jovan.
"Lo mau minum apa, Bang?" tanya Ella.
"Gue mau pinjem gitar lo dong," ucap Jovan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pertanyaan Ella barusan.
"Bang, 'kan, gue nanya lo mau minum apa, bukan mau pinjem apa," ucap Ella.
"Iya, deh, iya, gue nggak mau minum apa-apa," balas Jovan.
"Ya udah, gue ambil gitar dulu," ucap Ella lalu dia berjalan menuju kamarnya.
Beberapa menit kemudian, barulah Ella datang dengan membawa gitar. Ella langsung memberikan gitar itu kepada Jovan dan Jovan menerimanya.
"Sekarang lo mau ngapain?" tanya Ella.
"'Bentar," jawab Jovan. "Lo diem aja, ya, dengar gue main."
Ella pun diam, dia menunggu sesuatu yang akan Jovan lakukan dengan gitarnya.
You are the one girl
And you know that it's true
I'm feeling younger
Every time that I'm alone with you
Ternyata Jovan mulai memainkan gitar sambil menyanyikan lagu. Ella baru saja sadar kalau Jovan memiliki suara yang menurut Ella sangat bagus dan nyaman didengar.
We were sitting in a parked car
Stealing kisses in the front yard
We got questions we should not ask but
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
So tell me that you love me too
In the summer, as the lilacs bloom
Love flows deeper than the river
Every moment that I spend with you
We were sat upon our best friend's roof
I had both of my arms round you
Watching the sunrise replace the moon
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
So tell me that you love me too
__ADS_1
We were sitting in a parked car
Stealing kisses in the front yard
We got questions we shouldn't ask but
How would you feel, if I told you I loved you?
It's just something that I want to do
I'll be taking my time, spending my life
Falling deeper in love with you
So tell me that you love me too
Tell me that you love me too
Tell me that you love me too
Ella bertepuk tangan saat Jovan menyelesaikan lagunya. Saat bernyanyi tadi, sesekali Jovan melihat Ella dan itu membuat Ella sedikit grogi. Ella tahu makna lagu yang dinyanyikan oleh Jovan dan Ella juga tahu pasti Jovan akan menyanyikan lagu itu kepada perempuan yang sedang dekat dengannya. Dan yang jelas perempuan itu bukanlah dirinya, mungkin bukan.
"Gue yakin pasti dia suka denger lagu ini dan pasti dia langsung jawab lagu itu," ucap Ella.
Jovan sedikit kebingungan dengan ucapan Ella. Karena sebenarnya, lagu itu diperuntukkan untuk Ella dan Ella lah yang seharusnya menjawab lagu itu.
"Dia siapa?" tanya Jovan. Jovan penasaran dengan perempuan yang dimaksud dengan Ella. Perempuan yang Ella pikir harus menjawab lagu itu. Pastilah Ella mengira dirinya dekat dengan perempuan lain.
"Ya, cewek yang lagi dekat sama lo lah, jadi siapa lagi? Ya kali lo mau nyanyiin itu buat Abel," jawab Ella.
Seharusnya memang.
Jovan menggelengkan kepala tanpa sadar, menghilangkan perkataan batinnya barusan.
"Emang lo tau siapa?" tanya Jovan.
Ella menggeleng. "Teman sekelas lo, mungkin?"
"Lo mau tau nggak orangnya?" tanya Jovan.
Ella kali ini mengangguk, dia akui, dia memang sangat penasaran dengan perempuan yang sedang dekat dengan Jovan.
"Lo sebutin deh cewek yang deket sama gue," suruh Jovan.
"Terus?" tanya Jovan.
Ella sedikit lega karena ternyata perempuan itu bukanlah Aneska, Ella kemudian melanjutkan tebakannya itu. "Terus, Grisel?"
"Terus?" tanya Jovan lagi.
Rasa lega Ella semakin banyak, setidaknya jika dia tidak menikung salah satu dari temannya itu. "Terus siapa lagi? Masa gue?"
"Ya, menurut lo?" tanya Jovan.
Jantung Ella serasa berhenti berdetak. Ini masih sebuah ketidakmungkinan bagi Ella, tidak mungkin Jovan menyatakan lagu itu untuknya.
Ini momennya udah gak enak lagi, gue batalin aja deh.
Jovan tiba-tiba saja tertawa, dan itu membuat Ella sedikit malu. Entah kenapa, Ella hanya merasa malu.
"Ya nggak mungkinlah itu lo. Ya kali gue suka sama temen adek gue sendiri," ucap Jovan.
Rasanya Ella benar-benar ingin melemparkan dirinya sendiri ke kolam ikan yang berada halaman belakang rumahny. Ella benar-benar malu. Dia mengutuk dirinya sendiri yang terlalu berharap dan terlalu percaya diri.
"Gue balik, ya, El? Mau nyanyiin ke cewek lain," pamit Jovan lalu dia berjalan meninggalkan Ella yang masih terdiam.
"Gila! Malu banget gue. Gue kira dia mau nembak gue, tapi ternyata engga. Lo bodoh banget sih, El!" teriak Ella dan Ella berharap Jovan sudah tidak lagi mendengar suaranya.
Tetapi harapan Ella tidak dapat dikabulkan, Jovan mendengar itu semua.
"Emang gue mau nembak lo, El, cuma lo-nya malah mikir gue ada cewek lain, makanya gue batalin. Tapi lo tenang aja, gue pasti bakal nembak lo dan lo itu gak bodoh, El," gumam Jovan lalu berjalan menuju rumah sahabatnya.
Jovan sedikit lega, karena dia sudah tahu perasaan Ella terhadapnya. Jadi, ketika Jovan benar-benar menyatakan perasaanya kepada Ella, kemungkinan Jovan ditolak tidak akan ada. Walau Ella tadi tidak berkata kalau dia juga sayang kepada Jovan, Jovan bisa mencari makna tersirat dari teriakan Ella tadi.
*
"Gimana? Gimana?" tanya Abel ketika Jovan baru saja sampai rumah. Sejak lima menit yang lalu, Abel sudah menunggu kedatangan Jovan di ambang pintu rumah mereka. Abel sangat penasaran dengan kabar yang akan diberitahu oleh Jovan.
"Apanya gimana?" tanya Jovan.
__ADS_1
"Tapi tadi Abang nembak Ella, nggak jadi emang?" tanya Abel balik.
"Nembak apaan? Kamu masih kecil, Bel, nggak boleh tau masalah tembak-menembak," ucap Jovan sambil mengacak-acak rambut Abel lalu berjalan menuju kamarnya.
Abel hanya menatap kepergian kakak laki-lakinya itu. Abel greget sendiri dengan Jovan. Di hadapan Abel, Jovan terlihat biasa saja, tapi Abel yakin Jovan memiliki rasa kepada Ella.
"Gue kayaknya harus tanya ke Ella, deh, tadi Bang Jovan ngapain aja di rumahnya." Kemudian Abel menutup pintu rumah lalu berjalan menuju kamarnya.
Arabella Monica: Ell
Arabella Monica: Tadi bang Jovan jadi ke rumah lo?
Ella langsung membalas pesan dari Abel setelah membacanya. Sangat kebetulan, tadinya Ella juga ingin menanyakan sesuatu kepada Abel. Yang jelas sesuatu itu berhubungan dengan sikap Jovan yang tiba-tiba datang ke rumahnya dan menyanyikan lagu serta menjahili dirinya. Soal menjahili itu, Ella sudah pastikan tidak akan memberitahu siapapun, karena dia malu.
Calluella Raveena: Iyaa Bel
Calluella Raveena: Kok abang lo aneh deh, masa tadi dia datang habis itu minta dipinjemin gitar nah pas udah gue kasih gitarnya ke dia
Calluella Raveena: Dia nyuruh gue diem dan dia nyanyi lagu how would ypu feel
Calluella Raveena: *you
Tanpa ditanya oleh Abel, Ella sudah menceritakan semuanya. Abel mengingat sejenak lagu yang dimaksud oleh Ella. Tapi sayangnya Abel tidak mengingat lagu itu. Abel memutuskan untuk mendengar lagu itu di salah satu aplikasi untuk mendengar lagu yang dilengkapi dengan lirik.
Arabella Monica: Bentar gue mau denger lagunya dulu
Arabella Monica: Gue gak inget soalnya
Calluella Raveena: Ya udah lo denger dulu sana
Abel pun beralih ke aplikasi musik yang ada di ponselnya lalu mengetiknya judul lagu itu di bagian pencarian. Setelah menemukan lagunya, Abel langsung menekan bagian play lalu ia mendengar lagu itu sembari melihat liriknya.
Abel mengambil beberapa kesimpulan setelah selesai mendengar lagu itu. Jovan mempunyai perasaan kepada seseorang dan Abel yakin orang itu adalah Ella. Dan kesimpulan yang lainnya adalah Jovan tadi berniat untuk menyatakan perasaan kepada Ella tetapi ada sesuatu yang menghalangi Jovan. Semua kesimpulan yang Abel nyatakan tadi, dia buat berdasarkan insting dirinya sebagai adik Jovan.
Calluella Raveena: Kira-kira lagu itu buat siapa Bel?
Arabella Monica: Ya mana gue tau El, bang Jovan gak pernah cerita soal cewek ke gue
Abel sengaja tidak memberitahu Ella kalau Ella adalah orang yang dimaksud oleh Jovan. Abel mau jika Jovan nanti benar-benar menyatakan perasaannya kepada Ella, Ella akan kaget dan terharu. Ada satu hal yang Abel masih ingin ketahui, yaitu halangan yang membuat Jovan batal menyatakan perasaannya kepada Ella.
Arabella Monica: Coba lo ceritain dari awal atau ga dari bang Jovan siap nyanyi
Calluella Raveena: Gue vn-in aja ya
Arabella Monica: Mending lo ketik aja El, gue mager ngambil earphone
Calluella Raveena: Iya deh gue ketik aja, tapi jangan lo balas sampe gue suruh balas ya
Calluella Raveena: Jadi gini Bel, kan habis nyanyi gue langsung bilang gini 'dia pasti senang dan bakal ngejawab pertanyaan di lagu itu' gue lupa deh pastinya gimana
Calluella Raveena: Nah terus bang Jovan nanya orang itu siapa terus gue bilang ya mana gue tau. Terus bang Jovan nyuruh gue sebutin nama cewek yang deket sama dia, nah gue sebutinlah Aneska sama Grisel tapi pas nyebut nama mereka berdua, bang Jovan nyuruh gue buat trus nebak
Calluella Raveena: Karna disuruh terus ya udah gue bilang gini 'masa gue?' nah bang Jovan langsung bilang 'menurut lo?'
Calluella Raveena: Habis itu bang Jovan balik
Calluella Raveena: Sekarang lo bisa bales Bel
Setelah membaca pesan dari Ella itu, Abel jadi tahu apa yang membuat Jovan gagal menyatakan perasaan kepada Ella. Dan Abel juga sudah memastikan kalau kesimpulan yang dia buat tadi seratus persen benar.
Calluella Raveena: Bel?
Calluella Raveena: Lo kok jr sih
Arabella Monica: Ya maaf El
Calluella Raveena: Nah gue tanya lagi sama lo, menurut lo ceweknya itu siapa?
Arabella Monica: Ya mana gue tau El, bang Jovan gak pernah cerita soal cewek ke gue(2)
Ella menghembuskan nafasnya.Awalnya Ella kira jika dia menceritakan kejadian tadi kepada Abel, Ella akan mendapat informasi tentang perempuan yang dimaksud oleh Jovan. Tapi ternyata tidak ada.
Calluella Raveena: Untung lo adeknya bang Jovan:)
Calluella Raveena: Astatank, kok gue malah ngetik itu
Arabella Monica: Cie yang suka sama bang Jovan
Calluella Raveena: Diem Bel diem
__ADS_1
Ella juga suka dengan Jovan, itu adalah informasi terakhir yang Abel ketahui. Abel sudah tahu perasaan Ella dan juga Jovan, itu berarti Abel hanya perlu menghilangkan rasa gengsi di antara mereka berdua.
***