Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
prolog


__ADS_3

Bab 1


Namaku Karina Zulvanya Ramadan. Umurku 15 tahun. Aku anak bungsu dari 2 bersaudara. Kaka ku bernama Kirana Zelvanya Ramadan, kami adalah kembar identik.


Walaupun kami seiras tetapi sifat kami berbeda 180 derajat.


Kaka ku yang lembut dan anggun, beebeda denganku yang sebaliknya.


Orangtua ku yang penuh kasih sayang dan tidak membedakan kami berdua, semua berubah setelah kejadian naas itu menimpa kekuarga kami.


*Flashback on*


10 tahun yang lalu


seorang anak 10 tahun sedang berjalan sendirian di pinggir jalan, tidak ada yang mengawasinya sejak dia keluar dari gerbang rumahnya. Dan tanpa sadar sejak pertama keluar ada sebuah mobil sedang mengawasinya dari jauh..


Hingga tepat didekat sebuah taman seseorang membekap mulut dan membiusnya hingga anak kecil itu tidak sadarkan diri.


Ketika dia bangun ia sudah berada disebuah gedung terbengkalai dengan kaki dan tangan terikat, sedangkan mulutnya di tutup dengan lakban dan membuatnya menangis ketakutan.


Penculik 1 : " percuma saja kamu menangis gadis kecil, kami tidak akan melepaskanmu sebelum orangtua menyerahkan uang tebusan kepada kami."


Penculik 2 : " kami akan menelpon kedua orangtuamu, dan kamu akan bicara padanya."

__ADS_1


Tuttt..tuttt..tutt ( anggap aja suara telepon) hingga tersambung dengan orang diseberang sana, ya itu orangtua karina.


Papah karina : " halo selamat siang dengan siapa saya bicara dan ada yang bisa saya bantu ?"


Penculik 1 : " anda tidak perlu tahu siapa saya dan anak anda berada ditangan saya segera kirimkan uang sebesar 500 juta atau kami akan siksa dan bunuh anak anda."


Papah Karina : "saya tidak percaya dengan anda,karena anak saya sedang berada dikamarnya."


Penculik 1 : "silahkan bicara dengannya kalo anda tidak percaya."


Ponsel diberikan dan lakban dibuka.


Karina : "pah tolongin riri pah, riri takut sama om itu dia jahat sama riri ( sambil terisak )."


Penculik 1 : "masih tidak percaya sama saya ?"


Papah karina : "baiklah saya akan kirimkan uang kepada anda tapi jangan sakiti anak saya."


Penculik 2 : "saya tidak jamin kalo anda terlambat saya akan siksa dan bunuh anak anda. Saya akan kirim alamatnya dan ingat jangan laporkan kepada polisi nyawa anak anda ada di tangan kami."


Telepon terputus.


Segera papah karina bergegas ke bank dengan segera dan menyusun rencana untuk menyelamatkan putri kesayangannya itu.

__ADS_1


Memang mudah menyerahkan uang sebesar itu, karena memang keluarga nana yang sangat kaya raya.


Tapi tetap saja dia tidak rela bila ada orang yang mengancam dan menyakiti putri kesayangannya. Apalagi Bagus Ramadan pandai bela diri, tentu saja sangt mudah melawan penjahat yang mengancam nyawa dia dan keluarganya.


Alamat sudah dikirm dan bertemu dilokasi itu.


Penculik 1 : " anda datang dengan tepat kalo smpai terlambat 1 detik saja sudah ku habisi nyawa gadis kecil ini. Cepat berikan uangnya pada ku."


Papah karina : "menyerahkan koper dan bermaksud untuk memukul penculik itu namun segera dihindari dengan mudah oleh penculik itu."


Penculik 2 : " (dengan sigap melawan Bagus dengn balok memukul kepala hingga Bagus pun tumbang) mw melawan malah dia yang tumbang, cih. Senyum seringai menakutkan."


Riri yang melihatnya pun lngsung berteriak dan menangis melihat papahnya teekapar tidak sadarkan diri.


Karina : "papah..... Kenpa kalian sakitin papa riri ,kalian orang jahatt (sambil menangis dan berlari kearah papa nya)."


Penculik itu juga menyiksa riri dan membiarkan mereka berdua pingsan dijalan dan segera bergegas pergi. Tanpa sadar papah riri dalam keadaan kritis karena yang dipukul adalah bagian kepalanya.


*flasback off*


------------------------------------------------------------------------


mohon maaf bila ada kata" yang sulit di mengerti ini adalah novel pertama saya

__ADS_1


__ADS_2