Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
Penyesalan


__ADS_3

Semenjak putus hubungan dengan Vian, hidup Riri menjadi lebih berwarna. Hari-harinya ditemani oleh Riel dan juga Nana, kaka tercintanya. Ia tak peduli meskipun tak ada teman lagi selain mereka berdua. Toh bagi Riri ada Riel dan Nana di hidupnya sudah cukup..


"Ri,, apa si Vian masih suka mengganggumu? Kalo dia berani mengganggumu, segera hubungi aku" tanya Riel seraya menatap mata Riri.


"Gak ko, Riel kamu tenang aja,,!! Aku juga bisa atasi masalah si bajingan tengik itu sendiri" dengan senyuman yang penuh arti, terasa aura dingin mencekam disekitar kedua sejoli itu.


"Aku gak tau apa yang ada dipikiran kamu?? Yang jelas intinya kalo kamu dalam masalah segera hubungin aku ya, Ri.." Cetus Riel seraya mengingatkan pujaan hatinya itu.


Hari demi hari sudah mereka lalui,, kini anak kelas XII mengikuti ujian Nasional. Bagi Riri dan Nana itu sebuah tantangan bagi mereka, karena meskipun keduanya trbilang anak yang cukup cerdas,, namun bukan halangan bagi mereka untuk bersaing. Karena sebenarnya Nana kalah cerdas dengan adiknya itu. Terbukti dari nilai Riri yang lebih baik darinya, tapi itu tak membuatnya iri pada adiknya.


Hari ini adalah hari terakhir mereka mengikuti ujian,, Riri dan Nana mengerjakan soal mereka dengn teliti. Hingga waktu mengerjakan soal habis. Mereka pun pulang dengan wajah yang memancarkan aura kelegaan.


"Riri, Nana kalian habis ini langsung pulang kerumah? Jalan bareng yukk,, kebetulan aku bawa mobil. Mau yaa,, yaa,, yaa? " pinta Riel dengan menunjukkan puppy eyes-nya.


Riri dan Nana yang melihat nada merajuk pada Riel tak tega untuk tidak menurutinya.


"Hufftt,, kamu ini ya Riel paling bisa kalo merajuk" sela Riri seraya menghela nafas, ia tak habis pikir Riel yang biasanya selalu memanjakannya sekalinya manja sudah seperti anak kecil yang meminta dibelikan mainan.


Riri dan Nana akhirnya mengangguk setuju, mereka berpikir untuk mnghilangkan stres-nya setelah tadi otaknya dipakai untuk mengerjkan soal-soal ujian.


Mereka pun berlalu menuju parkiran sekolah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat akan memasuki mobil,, tangan Riri dijegal oleh Alvian menahannya untuk tidak pergi.


"Ri,, please jangan kaya ginii..!! Aku sayang banget sama kamu... Waktu itu aku khilaf, Ri" Vian menatap sendu Riri, ia tak percaya hubungannya berakhir karena kesalahannya.


"Lepass,,!! Aku gak mau tanganku disentuh sama pengkhianat.. Aku udah percaya sama kamu, bahkan nurutin kemauan kamu. Tapi apa balasannya you are fucking my best friend, jerk.. Gak usah sentuh aku, masih punya muka kamu ketemu sama aku setelah kamu sakitin aku" umpat Riri karena Vian terus saja mencegahnya untuk pergi.


"Ri,, please..!!! Dengerin aku, ini smua gak seperti yang kamu kira. Aku----" kalimat itu terputus setelah Riel menyentak kasar tangannya dari tangan Riri.

__ADS_1


"Lo budekk, gak denger tadi Riri nyuruh lo pergi,, hahh!! Lo gak usah ganggu kehidupan Riri lagi, ada gua yang jagain dia. Jangan lagi lo ganggu hidup pacar gua, kalo gak lo tau sendiri akibatnya. Ingat itu...!! " Ancam Riel pada mantan kekasih pcarnya, sekaligus orang yang udah buat Selvi celaka.


Vian menatap kepergian mobil yang ditumpangi Riri dengan tatapan sendu.


"Aku harus gmana lagi, Ri?? Aku udah coba jelasin ke kamu yang sebenarnya tapi kamu gak mau denger" ucapnya lirih dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Riri yang sedari tadi diam tak luput dari perhatian Riel. Ia jadi teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu,, saat ia memergoki Alvian berselingkuh dengan Lia yang notabene-nya adalah sahabatnya sendiri. Bahkan dengan berani-nya Lia, mngatakan bahwa ia sudah berhubungan suami istri dengan Vian dan memintanya memutuskan Vian.


Flashback on


Riri yang saat itu memergoki Vian sedang berselingkuh dengan Lia langsung berlari sambil menangis. Lia yang sebenarnya dari tadi sudah melihat Riri dan Riel sengaja memanggilnya sayang pada Vian. Ia tersenyum sinis kearah Riri, yang tentu saja tak dilihat oleh Vian dan Riri.


Saat ia dan Vian sudah pulang kerumh kerumah masing-masing, dirinya mengirim chat untuk brtemu dengan Riri.


"Ri,, aku perlu bicara sama kamu. Aku harap kamu mau nemuin aku,, ada sesuatu yang harus aku kasih tau sama kamu. Kita ketemu di cafe xx jam 7 nanti malam. Aku tunggu" begitu kira-kira isi chatnya.


"Ok" balas Riri singkat.


Riri baru saja tiba dan tak basa basi ia langsung duduk dan langsung to the point maksud tujuan Lia bertemu dengannya.


"Langsung aja kamu mau ngomong apa? " tanpa ba bi bu Riri langsung ke topik utamanya.


"Aku minta maaf sama kamu,Ri..!! Aku sayang sama Vian sejak pertama masuk ke sekolah kita. Selama ini aku pendam perasaanku pada Vian karena aku gak mau hubungan kita renggang. Tapi -----" belum sempat ia melanjutkan kalimatnya Riri mengangkat tangan menghentikannya berbicara.


"Langsung to the point aja,, mau kamu apa?"


Menatap Lia dengan tatapan mengintimidasinya dan membuat nyali lawannya ciut.


Dengn tangan bergetar Lia langsung ke topik utama maksud ia ingin bertemu Riri.

__ADS_1


"Aku minta kamu putus sama Vian, aku sayang sama dia dan aku udah kasih keperawanan aku sama dia. Aku harap kamu ngerti Ri..!!" Dengan tangan bergetar Lia merangakai setiap kalimat agar perempuan dihadapannya mau meninggalkan Vian, pujaan hatinya.


"Hehhh,, bitchh.. Semurah itu harga diri lo, Li. Gua gak nyangka lo bakal lakuin apa aja buat dapetin apa yang lo mau. Lo sama aja kaya jalang di luaran sana tau gak,, ohhh noo, noo jalang lebih mahal daripada lo, dia bisa hasilin duit. Sedangkan lo.." emosi Riri tidak bisa dikontrol lagi bahkan dirinya sudah dikuasai oleh Rangga karena sebenarnya ia juga perempuan yang punya hati. Hatinya sakit. Tak mau Riri kenapa-kenapa akhirnya Rangga mengambil alih tubuhnya.


Lia yang mendengar nada sarkas Riri hanya mengepalkan tangannya saja, menahan amarah. Wajahnya memerah menahan marah.


"Lo kalo ngomong hati-hati ya Ri, gua bisa aja ngelakuin apa yang gua mau,, bahkan ngebunuh lo sekalipun" ucapnya menunjuk wajah Riri, akhirnya emosinya tak terkontrol.


"Hehhh,, bitchhh, jalang, pelacur jadi ini sifat asli lo, diluar ternyata lo jago juga ya aktingnya sampe gua tertipu sama wajah poloh lo, jalang,, cuiiihhh" meskipun menjawab dengan nada santai tapi menohok untuk orang dituju. Riri (Rangga) kalo ngomong gak disaring dlu ampasnya teks (author) 😀😀


Lia yang amarahnya sudah diubun-ubun akhirnya kalut, mengangkat tangan bermaksud menampar Riri, tapi tangannya dicegah dan dipelintir kebelakang hingga ia meringis kesakitan oleh Riri (Rangga).


"Auuwww" rintihnya menahan sakit.


"Gua ingetin lo ya bitchh, kalo mau bikin masalah sama orang lain aja. Karena lo udah salah cari masalah sama gua. Inget ya kalo macem-macem lagi jangan salahin gua, kalo gua nanti khilaf. Camkan itu" menyentak tangan Lia dan segera berlalu.


Baru beberapa langkah Riri (Rangga) berbalik badan dan mengucapkan kata-kata yang sangat menohok hatinya.


"Ohhh iya satu lagi,, gua udah gak butuh sampah itu lagi. Kalo lo mau ambil aja buat lo,, pemulung kaya lo cococknya dapet sampah bajingan tengik itu. Sorry ya,, Ratu udah ditunggu Raja" ucapnya sambil melambaikan tangan seperti miss unniverse.


Lia yang mendengar ucapan Riri masih terpaku dengan kata-kata Ririr, menurutnya Riri meskipun anaknya dingin tapi tak pernah sekalipun mengeluarkan umpatan seperti itu. Pikirnya..!! Sebenarnya mana sisi yang Riri punya? Pertanyaan itu terus berputar dikepalanya.


Flashback off


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Haii ketemu lagi sama author,, maaf ya jarang update.. maaf juga kalo ceritanya kurang menarik,, maklum ide ini aku tulis sesuai yang ada di imajinasi aku semua.


Kalo kalian suka vote jug ya ceritanya tekan jempol, koment n bintangnya.


Jangan lupa kritik dan sarannya juga..

__ADS_1


Salam damai ✌✌ untul para pecinta novel..


Thanks for all.. See youu...


__ADS_2