Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
gelisah


__ADS_3

Entah mengapa aku merasa kamu adalah orang yang berbeda, tiba-tiba kamu sangat hangat tapi dalam sekejap bisa berubah menjadi sangat dingin dan kasar. Aku gak tau sebenarnya mana dirimu yang asli? Jujur saja aku sangat senang dengan sikap hangatmu tapi dibalik semua rasa kagum terhadapmu ada rasa sesal dihatiku..


----Alvian Putra Herlmbang----


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=¤¤¤¤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sekarang dua kembar bersaudara sudah kelas XI, dan sudah biasa keduanya mendapatkn nilai tertinggi disekolah karena duo kembar itu merupakan murid terpandai disekolah. Namun ada hal yang berbeda, mereka sudah tdk sekels lagi tapi Riri beruntung bisa sekelas dengan Alvian lagi. Hubungan mereka masih belum jelas karna Riri tdk tau bagaimna perasaan Alvian padanya. Pernah sesekali Riri memberikan kode pada Alvi entah dia tdak peka atau karna menghindar selalu saja mengalihkan topik..


Flashback on


"Vian, gua mau nanya nih sama lo" kata Riri dengan senyuman diwajahnya.


"kenapa,Ri?" jawab Vian memandang intens ke manik mata Riri.


"kalo misalnya gue suka sama lu, lu suka gak sama gua?" sejenak ada rasa ragu diwajah Riri, lalu kembali ia alihkan menatap mata Alvian.


"hemm, ahhh gua mau ke toilet dulu ya gak tahan ni" jawab Alvi yang membuat wajah Riri seketika menjadi murung.


Flashback off


Sebenarnya dalam hati Vian ia sangat senang bahwa gadis yang dia suka menyukai dirinya, cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, fikir Alvi.


Tapi ada satu hal yang mengganjal dihati Alvi, satu hal yang sangat ia sesali selama ini..


Entah sudah berapa lama Alvian terlihat murung. Seingat Riri Alvi itu anak yang perinang dan ramah. Mungkin ada hal yang tidak diketahuinya selama ini. Wajar saja ia tidak tahu banyak hal tentang Alvi karena ia anak yang sangat tertutup pada orang lain termasuk Riri..


Ada rasa penasaran dalam hatinya, tapi ia urungkan niat bertanya karena takut dibilang kepo dengan urusan pribadi orang lain.

__ADS_1


Saat jam istirahat Nana dan Lia datang ke kels Riri untuk istirahat bersama, tapi suasana antara Alvian dan Riri terlihat tidk bersahabat. Dilihat dari wajah Alvian yang murung sedangkan Riri yabg biasanya ceria, tampak sedang memikirkn hal lain.


"Dek, kekantin yuk!" ajak Nana


"gak ah ka, aku gak laper. Sama Vian aja tuh,siapa tau dia laper" balas Riri malas


"ya, ampun nanti kalo kamu sakit gmna? Ntar mama papa nyalain aku karna gak bisa jagain kamu" celetuk Nana pura-pura kesal


"aisshhh, yaudahlah yukk. Vian lo mau ke kantin gak? Makan dulu ntr lo sakit lagi" kata Riri, meskipun pura-pura acuh tapi sebenarnya dya sangat khawatir dengan Alvian.


"gak, gua lagi gak mood. Kalian aja yang ke kantin" balas Alvian sambil menelungkupkan wajahnya diatas meja.


"yaudah kalo gtu" kata Riri meninggalkan Alvian.


Alvian pov


Flashback on


Saat itu Alvian masih duduk dikelas 2 SMP, awal masuk sekolah terasa biasa saja namun saat pertengahan hingga kenaikan kelas Alvi menyukai Selvi teman sekelasnya. Tapi ada satu kejadian yang membuat dia menyesal dan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"aku mau kita putus" kata Vian pada Selvi.


"kenapa kamu minta putus? Dimana letak kesalahan aku? Coba jelasin sama aku" balas Selvi sambil menatap mata Alvi.


"kamu udah bohongin aku, kamu tau kan kalo aku gak suka dibohongin" celetuk Alvi menatap tajam kearah Selvi.


"aku gak pernah bohongin kamu, selama ini aku jujur sama kamu" kata Selvi berkaca-kaca

__ADS_1


Saat itu Alvian membonceng Selvi dengan motornya, ia berdebat dijalan sambil megendarai motornya. Namun kejadian naas menimpa keduanya saat motor mereka kehilangan keseimbangan dan menabrak trotoar jalan. Alvian mengalami pendarahan dan patah tulang, sedangkan Selvi tewas seketika akibat pendarahn dikepalanya. Sejak kejadian itu Alvi sangat terpukul dan sangat menyesal, apalagi mengetahui fakta kalo Selvi tdk pernah membohonginya. Ia semakin menyesal.


Flashback off


Hal yang terjadi sama Selvi udah bikin gua terpuruk, sekarang gua makin merasa bersalah sama Selvi dan gak mau bikin Riri sedih.


Alvian pov end


Ketiganya kini sudah sampai dikantin, saat hendak duduk tiba-tiba ada seorang lelaki yang menghampiri ketiganya.


"boleh gabung gak gua" tanya laki-laki itu pada ketiganya.


"boleh, gabung aja" jawab Nana ramah. Entah kenapa mata Nana tidak pernah lepas dari sosok laki-laki itu.


"oke makasih" jawab laki-laki itu.


"kenalin nama gua Gabriel Aritama Pangestu panggil aja Riel" sambil mengulurkan tangannya.


"aku Kirana Zelvanya Ramadan panggil aja Nana. kalo ini adik kembar aku Karina Zulvanya Ramadan pangilannya Riri dan ini Nada Hutama panggil aja Lia" balas Nana sambil mengenalkan keduanya.


Mereka pun akhirnya makan bersama dengan kalimat candaan yang dilontarkan oleh Riel.


Setelah selesai akhirnya mereka kembali ke kelas masing-masing.


Saat tiba dikelas Riri tidak melihat Alvian didalam kelas ia mencari sekelilingnya dan menanyakan teman-teman sekelasnya, mereka mengatakan Alvian sudah ijin pulang karena tidak enak badan.


Jam pelajaran selesai Karina yang bingung melihat perubahan sikap Alvian yang seperti menghindarinya merasa bingung dengannya.

__ADS_1


"kenapa Vian kaya lagi ngehindarin gua ya? Apa ada yang salah sama sikap gua ke dia?" gumam Riri dalam hati. Ia pun akhirnya pulang kerumah dengan banyak pertanyaan didalam hatinya.


__ADS_2