
Pulang sekolah
Nana dan Riri menunggu pak Agus supir pribadi keluarga Ramadan, mereka di depan gerbang sekolah.
Setelah pak Agus sampai, mereka pun naik kemobil menuju ke rumah.
Siang hari di kota besar memang sangat padat dan panas kedua saudara itu mengantuk dan akhirnya tertidur.
Saat tertidur Riri bermimpi buruk tentang kejadiannya di masa lalu dan membuat ia berteriak dan menangis meraung" di dalam mobil itu, Nana dan supirnya yang melihat kejadian memilukan itu kaget dan bingung harus berbuat apa.
Nana yang duduk di sebelah Riri pun langsung memeluk dan membangunkan Riri, hingga mata Riri terbuka dan pandangan matanya kosong di tambah keringat dan air mata yang mengalir deras.
Entah apa yang di lihat didalam mimpi adik bungsunya itu, membuat air matanya ikut mengalir dia tidak tega melihat adik kesayangannya itu begitu menderita walaupun adiknya ceria dan terlihat baik" saja tapi dalam hatinya Riri adalah gadis yang rapuh.
__ADS_1
Setelah kejadian 10 tahun lalu menimpa adik bungsunya itu Riri terlihat sangt depresi dan kehilangan semangat hidupnya.
Sampai-sampai kedua orangtuanya berusaha menyembuhkan dengan membawanya ke psikiater tidak membuat Riri sembuh total.
Terkadang ia suka kambuh setelah melihat hal-hal yang tidak terduga dan membuatnya kembali depresi dan hampir mengakhiri hidupnya.
Pernah satu hari Riri tidak sengaja melihat seorang yang mengalami kecelakaan, tubuh Riri langsung gemetar dan bayangan masa lalu kembali terekam di ingatannya dan berputar seolah itu adalah kaset yang berputar dengan sendirinya.
*Flashback on*
Setiap hari menangis, berteriak bahkan menyakiti dirinya sendiri kalau saja tidak ada yang masuk ke kamar Riri mungkin ia tidak akan ada hingga sekarang, bayangkan saja setelah Nana melihat keadaan adiknya itu di dalam kamarnya, Nana mendapati Riri tidak sadarkan diri dan darah mengalir dipergelangan tangannya membuatnya berteriak histeris memanggil kedua orang tua nya.
Mah, Pah tolongin Riri sambil berteriak minta tolong kepada orng tuanya. Nana segera melilitkan kain kepergelngan tangan adiknya berharap semoga darah berhenti mengalir tetapi nihil darah tetap mengalir membasahi kain itu.
__ADS_1
Melihat pemandangan di depan matanya itu kedua orang tua saudara kembar itu panik dan segera membawa Riri ke rumah sakit. Mamah Mira menangis sesenggukan melihat anak kesayangannya tidak sadarkan diri dan kondisinya kritis.
Beruntung nyawa Riri mash bisa diselamatkan membuat semua orang menghembuskan nafas lega.
Sejak kejadian itu orang tua Riri membawanya ke psikiater untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan terjadi lagi.
*flashback off*
Di tengah kepanikan yang terjadi Nana yang sedari tadi berusaha menenangkan dan memeluk Riri sampailah mereka dirumah setelah sopir membukakan pintu mobil dan membantu nona muda nya ke dalam rumah, pak Agus pun pamit keluar di balas dengan anggukan kepala tanda ia di perbolehkan keluar.
Riri sudah di baringkan di tempat tidur, ia kembali tertidur pulas setelah kelelahan menangis sepanjang perjalanan kerumahnya.
Berhubung mamahnya tidak berada di rumah ketika pulang sekolah, Nana memutuskan untuk menjaga adiknya itu, takut kalo di tinggal sendirian membuatnya kalut dan bertindak nekat lagi.
__ADS_1
Sungguh Riri yang malang di balik senyumannya terdapat luka yang mendalam.