Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
bab 1


__ADS_3

"jangan pernah muncul lagi dihadapanku,aku muak melihat tingkahmu yang konyol" katanya menatap tajam pria dihadapannya.


Ditatap seperti itu pria itu hanya mendengus kasar dan tersenyum sinis "aku merasa kamu terlalu percaya diri, aku tidak pernah merasa bahwa aku mengganggumu".


"aku harap kau jangan terlalu naif wanita di dunia ini bukan hanya kamu,hingga kamu berkata seperti itu, ingat sampai matipun aku akan terus menghantui hari-harimu. Camkan baik-baik" katanya lagi dan berlalu meninggalkan gadis dihadapannya yang melihatnya dengan tatapan tajam.


Pria itu adalah Gabriel Azril Bramantyo pria yang menurut Karina Zulvanya Ramdan atau Vanya sangat egois. Jangankan menyukainya bahkan ia sangat muak dengan tingkah orang itu yang selalu bertingkah seenaknya sendiri.


Jujur Vanya sangat benci dengan pria itu dan ingin rasanya menghajarnya dengan tangannya sendiri, tapi ia tahan karena tidak mau berurusan dengan orang gila itu lagi.


"aku harap kamu tidak menyesal dengan kata-katamu itu, aku bukan orang sepengecut itu yang takut saat kamu mengancamku" dengan tatapan yang masih tetap pada laki-laki itu.

__ADS_1


"akan kubuktikan bahwa aku orang yang tidak mudah kamu ganggu" gumam Vanya dan berbalik meninggalkan tempat itu.


Hari ini adalah hari yang menurutnya paling sial dalam hidupnya, bagaimana tidak pria yang paling dia benci muncul dihadapannya, entah mengapa rasa benci itu muncul dengan sendirinya, padahal ia tidak terlalu mengenal Gabriel hanya pernah berpapasan beberapa kali, itupun ia tidak pernah menghiraukannya.


Aneh memang orang yang dekat dengan kita merasa paling mengenal kita ternyata tidak mengenal diri kita dengan baik, sedangkan orang yang tidak kenal baik seakan tahu bagaimana karakter dan sifat kita. Maka dari itu jangan menilai sesuatu dari covernya tapi pahamilah ia dari dalam lalu kita dapat mengambil kesimpulan ia baik atau tidak.


Setelah mengatakan itu Vanya segera kembali kerumahnya dengan perasaan jengkel, ia sangat kesal dengan manusia seperti Gabriel.


"iya mah, tadi ada urusan sebentar" katanya.


"oh, gak bareng kakak? Kakak juga belum pulang, kemana ya?" tanya mamanya lagi.

__ADS_1


"tadi sih katanya mau mampir ketoko buku mah sama teman kakak sebentar. Aku kekamar dulu ya mah" jawabnya kemudian diangguki oleh Amel.


Suasana hati Vanya sangat buruk sehingga ia tak mau berlama-lama dengan mamanya.


Setelah sampai dikamarnya Vanya merebahkan dirinya di kasur menatap langit-langit kamarnya hingga tak terasa ia terlelap.


Ia merasa moodnya kurang bagus hingga tak sadar ia kembali bermimpi buruk lagi, mimpi yang selalu ia alami saat moodnya sedang tidak baik. Dimimpinya itu selalu terasa nyata sampai-sampai ia tak sadar kalau sedang tidur selama berhari-hari.


Ia juga bingung ada apa dengan dirinya dan apa yang ia alami saat sedang tertidur, hanya Vanya yang tau semuanya. Dan ia tidak berniat untuk menceritakannya pada siapapun termasuk keluarga, cukup ia saja yang tau.


❤❤❤

__ADS_1


Hai semua maaf ya sebelumnya aku pernah post cerita ini, tapi karena alasan lain aku hapus lagi ceritanya. Sekarang aku mau balik lagi tapi cerita ini aku ubah alurnya,, tapi pemerannya tetap sama maaf ya sebelumnya..setelah aku baca ulang ceritanya kaya gak nyambung maaf ya yang udh baca harus ulang lagi.. 🙏🙏


__ADS_2