Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
Kecewa


__ADS_3

Sudah satu minggu Riri terbaring dirumah sakit dengan keadaan antara hidup dan mati. Keluarganya tidak lelah untuk terus menjaganya dan memberikan semangat agar Riri terus berjuang utuk bangun.


"dek kapan kamu cepet bangun ya, liat nih papa, mama dan kakak sangat rindu sama kamu. Kakak minta maaf karena udah salah nilai kamu, kamu harus kuat ya dek biar kita bisa kumpul sama-sama lagi" gumam Nana lirih.


Saat Nana tertunduk ia merasakan jari-jari tangan Riri bergerak, seegra ia menghubungi dokter.


Tidak lama selepas itu Riri pun tersadar dan melihat sekeliling ternyata ia berada dirumah sakit.


"kamu udah sadar sayang mama, papa dan kakak takut kalau kamu gak bangun lagi, maafin mama ya nak" gumam mama Mira menangis pilu.


Riri yang melihat orangtua dan kakaknya menangis, ia ikut menangis dan ia juga sudah memaafkan keluarganya. Toh tak ada yang paling berharga dibanding keluarga.


"iya mah Riri udah maafin kalian semua kok, karena Riri sayang sama kalian. Semua manusia pasti pernah berbuat kesalahan begitu juga Riri sudah banyak salah sama kalian" ucap Riri menampilkan senyumnya.


Mah, pah Riri punya satu permintaan. Riri mau pindah sekolah aja terserah papa sama mama mau pindahin Riri kesekolah mana yang penting Riri gak sekolah disana lagi! Papa sama mama mau kan kabulin permintaan Riri?" ucap Riri berhrap agar permintaannya dituruti orangtuanya.


"trus gmana sama aku, kamu masih marah sama aku Ri? Aku kan udah minta maaf sama kmu. Lagipula aku udah kabarin Alvian kalo kamu udah siuman. Dia nyesel banget udah salah paham sama kamu" ucap Nana memandang Riri tidak percaya.


Flashback on


"udah puas kamu nuduh adikku yang tidak-tidak. Kamu tau gak kalo selama ini dia difitnah gak tau kenapa. Jelas-jelas Riri gak pernah buat masalah disekolah, ehh kamu malah nuduh Riri. Tau gak kalo Riri itu sayang sama kamu dan aku kecewa karna kamu udah sakitin adik aku. Aku harap kamu meenyesali perbuatanmu itu!" gumam Nana penuh emosi.


Alvian memandang Nana tak percaya dengan apa yang dikatakannya, semua yang ia katakan pada Riri ternyata hanya salah paham tanpa mau tau kebenarannya. Alvian terpaku ditempat, tak tau harus berkata apa.

__ADS_1


Secara tak sadar ia telah merasa frustasi kenapa ia tak percaya pada Riri, tapi siapa yang sudah fitnah dia dan apa motifnya. Alvian merasa sangat frustasi.


"Gua harus cari tau siapa yang udah fitnah Riri dan alasannya" gumam Alvian dengan penuh percaya diri.


Flashback off


-----------------------------------------------------------------------


"Aku harus gimana? Aku sangat kecewa disatu sisi aku bahagia, disisi lain aku sangat frustasi dengannya. Kenapa juga diharus tau perasaanku, aku jadi bingung gimana caranya agar Alvian tak mencariku" gumam Riri menarik rambutnya kasar.


Bukan ia tak bahagia karena Alvian telah menunjukkan rasa sayang padanya, tapi karna ia kecewa karna Alvian lah yang menuduhnya pergi kehotel dengan laki-laki. Bahkan karena rasa kecewanya sangatbbesar bahkan Rangga nyaris saja membunuhnya. Apakah ia yakin dengan perasaan Alvian. Atau ia harus mencari cara agar semuanya adalah kenyataan.


Ditengah lamunannya Riri dikejutkan dengan seseorang yang mengelus lembut pipinya. Orang itu adalah Alvian, Alvian sudah minta maaf dengannya dan mngakui kesalahannya bahkan ia sudah menyatakan cintanya pada Riri dan mereka berdua sudah resmi berpacaran.


"Ada apa Ri? Kenapa kamu melamun? Cerita donk sama aku" kata Alvian dengan lembut.


"Aku tau kekecewaan kamu sulit untuk dilupain, tap aku akan terus berjuang agar kamu bahagia terus saat bersamaku" ucap Alvian penuh dengan percaya diri.


"Aku harap terus seerti itu ya, sekali saja kamu membuat ku kecewa lagi, aku akan pergi dari hidupmu. Ingat kata-kataku baik-baik" kata Riri dengn nada penuh penekanan.


Alvian yang melihat sikap Riri terkejut tidak percaya dengan apa yang baru saja didengrnya. Ia menelan salivanya dan merasa itu bukanlah sekedar ucapan tetapi sebuah ancaman, lalu ia segera mengangguk.


Alvian pov

__ADS_1


Aku gak tau kenapa rasanya sikap Riri terhadapku berbeda setelah kita resmi berpacaran. Aku tau aku salah tapi gak harus segitunya juga dia marah sama aku sampai-sampai mengancam akan pergi. Jangankan pergi melihat Riri bersama seorang laki-laki saja membuatku cemburu.


Flashback on


"kamu dimana? Aku tunggu kamu diparkiran" Alvian.


"Bentar aku lagi ada urusan dulu, ntar aku nyusul" Riri.


"Ok. Jangan lama ya! Alvian"


Saat hendak berjalan kearah parkiran Alvian melihat Riri berbicara dengan seorang laki-laki. Ia terasa sangat familiar, tapi siapa dia tak mengingatnya.


saat tiba dimobilnya, ia melihat Riri berjalan kearahnya dengan senyum manisnya.


" kamu yeah lama nunggu ya, maaf ya" Riri me rasa bersalah.


" gak kok aku baru aja sampe. Oh iya cowo tadi siapa?" Gumam Alvian penuh selidik.


"Ohh, itu Riel temen aku" balas Riri singkat.


Alvian hanya membalas denagn anggukan, lalu mobil mereka pun berjalan keluar dari parkiran sekolah. Dalam hati Alvian ia merasa curiga dan cemburu dengan laki-laki itu.


Flashback off

__ADS_1


Saat kejadian itu Alvian jadi protectif dengan Riri, ia takut Riri akan meninggalkannya seperti Selvi.


Alvian pov end


__ADS_2