
Setelah kelas selesai Vanya kembali ke rumah seorang diri. Ia tidak peduli dengan Vani yang akan berisik karena tidak menunggu kakak kembarnya.
"mana sih Vanya, katanya kelas selesai dari tadi tapi belum nongol juga?" monolog Vani sambil mengoceh tidak karuan.
"kamu ngeliat Vanya gak?dari tadi aku tunggu gak keluar-keluar" tanyanya pada salah satu teman satu kelas adiknya.
"tadi kayanya udah keluar deh Van,soalnya kaya buru-buru gitu" kata teman sekelas Vanya.
"ohh makasih ya, maaf ganggu" sambil tersenyum ramah, "iya Vani,sama-sama kalo gitu aku duluan ya" pamit orang itu dan pergi meninggalkan Vani.
Vani hanya mendengus kesal dengan kembarannya, bagaimana tidak Vanya meninggalkan dirinya sendirian tanpa memberi kabar. Kalau tau kaya gitu ia sudah pulang dari tadi.
"aish, tuh manusia es nyebelin banget kalo bukan saudara udah aku lempar ke kutub utara" gumam Vani memasuki mobilnya dan berlalu meninggalkan kampus.
Ia jengkel dengan saudara kembarnya apa susahnya mengabarinya meskipun cuma beberapa kata setidaknya dia tidak perlu menunggu Vanya.
__ADS_1
Vanya berjalan lesu menuju kamarnya, setelah mengucapkan salam ia langsung bergegas ke kamarnya.
"assalamu'alaikum mah" saat membuka pintu ia tidak melihat ibunya dirumah, Vanya hanya menghela nafas lemah.
Tak ingin menunggu lama ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Setelah sampai ke dalam kamar ia langsung merebahkan dirinya dikasur kesayangannya dan tidak lama tertidur pulas.
"apa kamu sudah lelah Vanya,biar aku menggantikan dirimu. Kamu terlalu baik untuk menjalani kehidupan yang keras, aku akan melindungimu dengan segala kekuatanku" terdengar suara yang lembut namun tegas didalam benak Vanya. Namun ia tidak menemukan siapa yang berbicara.
"kamu siapa?" tanya bingung.
"aku bagian dari dirimu, jangan takut aku tidak akan meninggalkanmu" kata suara itu lagi.
"aku Rangga, istirahatlah aku tidak akan mengganggumu".
Keesokan harinya
__ADS_1
"Vanya kenapa lo tinggalin gue kemarin, udah cape-cape nunggu malah pulang duluan. Sialan lo!" dari lantai atas Vani mengumpat pada saudara kembarnya yang duduk tenang sambil menikmati sarapannya.
"your leangue, Van" jawabnya datar
"lo tega bener sama gue, kaya kambing congek tau gak nungguin lo" katanya lagi sambil mengerucutkan bibir membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
"hem,, sorry lupa" masih dengan wajah datarnya Vanya menjawab Vani membuat saudaranya mendengus sebal.
"sudah masih pagi sudah ribut,cepat sarapan papa mau berangkat sebentar lagi" dijawab dengan anggukan oleh keduanya.
Setelah selesai mereka pun bergegas menuju mobil melakukan kegiatan masing-masing..
            ~🌹🌹~
Hai semua maaf ya dah lama gak update, ada yang nungguin aku gak ??
__ADS_1
kayanya gak ada ya..
Tapi gpp salam hangat semuanya..