Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
tercyduk


__ADS_3

Saat melihatmu berjalan bersamanya, entah mengapa aku merasa sesak. Langkah kaki ku terasa berat untuk sekedar menopang tubuhku. Aku sakit, tapi aku bisa apa. Aku bukanlah milikmu lagi tapi harus kamu tau bahwa aku masih mencintaimu. Semoga kelak kita dipertemukan dengan kebahagian masing-masing. Dan jika kamu jodohku percayalah suatu saat nanti aku akan kembali kesisi mu lagi. Karena tulang rusuk tidak akan pernah tertukar.


"Karina Zulvanya Ramadan"


------------------------------------------------------------------------------


Kini keduanya sudah sampai di pusat perbelanjaan setelah kedua kembar itu berdebat sepanjang jalan, akhirnya mall lah menjadi tempat tujuan mereka.


Mereka berjalan menuju lantai dua dimana pakaian dan aksesoris tersedia. Saat tiba di salah satu butik yang menjual baju ber-merk, tak sengaja mata Riri melihat seseorang yang sangat dia rindukan, orang yang berpa hari ini tak ada kabar dan terkesan menjauh, sedang berada di butik tempat ia berdiri tadi.


Saat Riri ingin menyapa laki-laki itu kini ia urungkan karna melihat seorang wanita yang sangat ia kenal,, sahabat sekaligus musuh yang sudah mengkhianatinya. Ya dia adalah Lia dan Riel mereka berdua terlihat akrab bahkan terkesan mesra.


Riri yang melihat adegan itu pun tersenyum miring, dan melihat tingkah laku keduanya.


"hai Riel, lama gak ketemu ya ?kamu lagi apa, aku udh hubungin kamu berapa kali lohh..!!" dengan nada santai dan biasa saja padahal dalam hatinya ia sangat ingin menampar laki-laki yang berstatus calon suaminya itu.


Riel yang mendengar ada yang memanggil sontak menoleh kearah sumber suara yang sangat ia kenal.


Ia membeku ditempat karena terpergok selingkuh dengan sahabatnya ralat mantan sahabat tepatnya.

__ADS_1


"Ri..Riri, aku bisa jelasin sama kamu,, sebenarnya aku---" belum sempat menyelesaikan kalimatnya Riri sudah mengangkat telapak tangan mengisyaratkan Riel untuk berhenti.


"gak perlu dijelasin lagi,, aku udah tau semuanya sekarang kamu gak perlu susah-susah lagi buat pura-pura sayang sama aku, kamu pacarin aku cuma buat balas dendam kan sama aku, aku gak tau apa salah aku sama kamu yang jelas intinya mulai sekarang kita jalani hidup masing-masing" mempertegas bahwa merka telah berakhir, Riri berusaha menahan emosi, raut wajahnya datar tak ada ekspresi disana. Sudah dua kali ia di khianati oleh orang yang sangat dia kasihi dan itu pun dengan perempuan yang sama.


Riel menatap Riri datar kini ia sudah tak perlu berakting lagi di depan mantan kekasihnya itu.


" heehhh jalang" ucapnya dengan seringai di bibirnya.


Riri tak menggubris ucapan Riel ia lebih memilih melangkahkan kaki keluar dari ruangan yang penuh sesak di dalamnya.


Riel yang merasa diabaikan mengejar Riri mencekal tangannya dan membawanya pergi dari tempat itu dengan emosi yang membara. Tak ia hiraukan Lia dan Nana yang terpaku ditempat menatap Riri penuh tanda tanya.


"--" Riel tak bergeming ia semakin mengeratkan cengkeramannya dan membawa Riri menuju mobilnya, entah apa yang merasukinya kini dirinya dikuasai oleh emosi.


Saat tiba dimobilnya ia mengempaskan tubuh Riri dengan kasar, hingga Riri berteriak kesakitan


"akhhh, Riel **** lepasin gue, lo mau bawa gue kemana bang***" umpat Riri karena ia merasa telah direndahkan.


"diem jangan banyak omong jalang,, mulut lu cuma bikin udara di dalem sini jadi tercemar" balas Riel karna kesal dengan umpatan Riri.

__ADS_1


"yang ada lo, yang bikin tercemar dasar gak berguna bikin malu keluarga lo aja tau gak,, sampahh..!!" dengan nada mengejek Riri berhasil membuat Riel makin marah.


Riel segera masuk kedalm mobil dan membanting pintu mobil itu kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak peduli dengan teriakan orang-orang yang memakinya, ditambah lagi ocehan Riri yang membuat emosinya semakin naik.


"diem an****, bacot tau gak lu kalo sampe lu berisik lagi gak ada ampun buat lo lagi, jalang" Perkataan yang penuh dengan ancaman itu sedikit membuat Riri ketakutan, tapi ia harus kuat dengan keadaannya sekarang.


Sepanjang perjalanan hanya hening dan mencekam, Riel dipenuhi dengan emosi begitu pun Riri. Setelah beberapa saat berkendara dengan penuh emosi akhirnya mereka berdua sampai di sebuah apartemen yang cukup mewah. Riel turun dan membuka pintu mobil dengan wajah yang masih diselimuti amarah, lalu berjalan kearah Riri dan menariknya dengn kuat seperti tadi saat keluar dari mall tempat ia bertemu.


"lepasin gue ****,, lo ngapain bawa gue kesini, lepasin gua Riel" masih dengan nada emosi Riri memberontak untuk dilepaskan.


"gua bilang diem, kalo sampe lu berani kabur lu bakalan nyesel" dengan berteriak Riel meluapkan emosinya.


Riripun terdiam kini ia pasrah dengan Riel, apapun yang terjadi semoga saja kekasihnya itu tak berbuat yang akan membuatnya menyesal nanti.


To be continued


------------------------------------------------------------------------------


Pengn up bnyak tapi takut gak sesuai karna aku ngetiknya di hp segini aja dulu ya guys,, thanks all..

__ADS_1


__ADS_2