
Setelah selesai mendapatkan barang bukti Riri pun pulang kerumah. Ditengah perjalanan ia berjalan dengan berbagai perasaan antara cemas, sedih, dan kecewa bagaimana tidak tidak ada satu orangpun yang percaya dirinya, bahkan kakak kembarnya ikut membenci dirinya.
"kamu harus percaya Ri, penderitaanmu akan segera berakhir. Kamu akan mendapatkan kebahagianmu lagi" gumam Riri penuh percaya diri.
Saat tiba dipintu rumahnya ia menghembuskan nafas panjang "haahhh" ia percaya saat kebenaran terungkap semua orang akan menyesal terlebih lagi Alvian karena udah menghinanya.
Ceklek
Terdengr pintu terbuka ternyata papanya sudah menunggunya dari tadi.
"darimana saja kamu, sudah malam begini baru pulang. Mau jadi apa kamu hah?" ucap papanya dengn wajah marah.
"aku keluar karena ada urusan penting, sekalian aku mau kasih liat video apakah aku pergi kehotel atau tidak?" gumam Riri memberikan usb pada papanya.
"semoga mata hati kalian terbuka, saat tahu yang sebenarnya" kata Riri lagi berlalu meninggalkan papanya.
Tibalah ia dikamarnya. Riri segera membaringkan dirinya diatas kasur.
__ADS_1
Entah mengapa ia menangis meraung-raung dengan segala beban yang selama ini ia rasakan, rasanya ia tidak sanggup lagi. Ia ingin pergi sejauh mungkin, saat dirinya mulai tenang ia pun tertidur.
Keesokan harinya
Semuanya telah berkumpul. Mereka memperhatikan Riri dengan wajah sendu, tidak habis pikir mereka percaya dengan orang lain dibandingkan keluarganya sendiri. Saat Riri duduk dikursi untuk sarapan papanya berkata.
"Papa minta maaf sama kamu, Ri. Karena papa lebih percaya orang lain dibanding kamu. Papa menyesal sayang, maafin papa ya" gumam papanya kini ia menyesali perbuatannya.
Namun Riri tidak merespon kini tatapannya kosong dan dingin, tidak tahu apa yang terjadi kini tubuhnya diambil alih oleh Rangga.
"Dek, maafin kaka juga ya. Kaka salah nilai kamu, kamu jangan marah ya dek. Kaka sayang sama kamu, Rangga mana Riri? aku mau bicara dengan Riri" gumamnya, ia tahu kalo itu bukan adiknya melainkan sisi lain adiknya.
Melihat mereka semua membuat Rangga muak, ia tidak habis pikir disaat Riri sendirian tidak ada yang mempercayainya, mereka bahkan memojokkan Riri. "maaf katamu (dengan seringai diwajahnya), kamu tau gak selama ini Riri mengalami kesulitan, bahkan saat ia hampirr dilecehkan orang kalian dimana hah? Aku gak akan biarin kalian nyakitin Riri lagi, aku sudah muak dengan kalian biarin aku bawa Riri pergi. Kalian akan menyesal selamanya, camkanbaik-baik" gumam Rangga, ia melihat gelas didepannya segera memecahkannya dan menggoreskan dileher Riri hingga darah mengalir deras.
"Rangga,, kenapa kamu sakitin Riri kamu janji bakal jagain adikku, sekarang kamu mau buat Riri terbunuh" gumam Nana berlari kearah Rangga.
Kedua orangtuanya terkejut bukan main, tubuh mereka sampai gemetar melihat anak bungsunya menggoreskan kca dilehernya, ternyata kejadian dulu terulang kembali. Kini mereka menangis melihat anak kesayangannya tidak sadarkan diri, dengn darah mengalir dilehernya. Mereka segera membawa Riri kerumah sakit, selama perjalanan semuanya diam membisu. Mereka fokus dengan pikiran masing-masing bahkan mama Mira terlihat lemas karena dia terus menangis selama perjalanan.
__ADS_1
"mama yang kuat ya, aku yakin Riri kuat ko. Dia kan bukan perempuan lemah" kata Nana menguatkan mamanya.
"bagaimana mama tidak takut, didepan mata mama sendiri Riri berbuat nekat seperti itu. Apa dia gk akan maafin mama? Karena mama udah sakitin Riri" gumam mama Mira terus terisak. Ia terus teringat kejadian belakangan ini seperti film yang sedang diputar dikepalanya.
"gak mah, Riri itu sayang sama kita. Ini semua karena orang yang udah fitnah Riri, aku gak akan maafin mereka" gumam Nana dengan dendam yang membara.
Setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai dirumah sakit. Segera papa Bagus menggendong putrinya kedalam. Saat tiba diruang gawat darurat dokter menyuruhnya keluar ruangan.
"maaf anda silahkan tunggu diluar" ucap dokter menyuruhnya keluar ruangan.
Mereka sekeluarga tampak terlihat gelisah, karena keluarga yang dicintiany sedang mempertaruhkan nyawanya. Karena sebuah kesalahan. Kini mereka menyesal karena tidak ada yang percaya pada anggota keluarganya itu.
Ditengah kepanikan itu, terlihat dokter keluar ruangan dengan ekspresi yang tidak daapt dijelaskan.
"dok, gimna keadaan anak saya dok?" gumam papa bagus.
" maaf pak pendarahannya sudah ditangani, tapi pasien mengalami koma karena trauma yang dialaminya, hanya keajaiban Yang Kuasa yang dapat menyembuhkannya, kalian harus terus berjuang semoga anak anda mampu melewati masa-masa kritisnya" kata dokter itu sambil menguatkan seluruh keluarga Riri.
__ADS_1
Kini papa Bagus terduduk lemas, ia tidak percaya akan mengalami kejadian seperti dulu lagi.
"kamu harus kuat Ri, papa akan berjuang agar Riri bangun. Kamu jangan nyerah ya sayang papa, mama sama ka Nana akan teeus berdoa agar kamu cepet bangun. Papa akan menebus keslahan papa sama kamu sayang" kata papa Bagus sambil menangis pilu.