
Bab 6
Tidak berasa sudah 1 tahun dua twin itu bersekolah di SMA HARAPAN BUNDA, keduanya pun sudah mulai berbaur dengan orang-orang di lingkungan sekolah mereka, bahkan kini Nana dan Riri menjadi trkenal karena kecantikan alami yang mereka miliki dari gen kedua orangtua mereka (ibu dari mama Mira)
Rambut yang panjang bervolume, bibir tipis berwarna pink alami, hidung mancung, badan tinggi dan langsing, kulit seputih susu, serta wajah campuran Indonesia - Pakistan yang berasal dari kedua orangtua mereka. Mereka berdua terlihat seperti boneka hidup yang menggemaskan.
Nana yang bersifat ramah, murah senyum dan cerdas membuat orang yang melihatnya kagum. Sedangkan Riri yang terlihat dingin serta misterius membuat penasaran para siswa di sekolahnya, bahkan Riri cukup terkenal diluar sekolah karena sifatnya. Namun cuma Alvian saja yang yang menjadi teman dekatnya padahal banyak teman laki-laki yang mau berteman dan menyatakan perasaannya pada Karina. Tapi dia selalu menolak dengan berbagai alasan.
Pernah satu hari ada yang menyatakan perasaannya pada Riri.
*flashback on*
"Ri, kamu mau gak jadi pacar aku? Aku udah memperhatikan kamu sejak pertama masuk sekolah ini, melihatmu aku langsung suka sama kamu" kata David pada Riri.
"makash ya kamu udah suka aku, tapi aku gak suka kamu, dan aku mau fokus sekolah dulu" jawab Riri.
"jadi kamu nolak aku?" tanya David lagi.
"iya, maaf ya semoga kamu dapet yang lebih baik dari aku" jawab Riri.
David yang mendengar kata-kata Riri langsung murung karena perasaannya ditolak pujaan hatinya. Dan ia pun pergi dengan perasaan sedih.
*flashback off*
----------------------------------------------------------------
Keesokan harinya disekolah
Duo kembar sudah berjalan di koridor sekolah, karena suasana masih agak sepi disekolah keduanya gak perlu repot-repot mengumbar senyum sana sini. Sudah biasa kembar bersaudara itu jadi pusat perhatian disekolah mereka yang membuat kaum pria dan wanita merasa kagum dengan makhluk ciptaan Tuhan paling indah itu.
__ADS_1
Ada yang menatap mereka kagum, ada yang iri ada pula tatapan benci pada keduanya.
Apalagi siswi yang bernama widya and the genk yang terang-terangan iri dengan kecantikan Nana dan Riri, tapi mereka lebih tidak suka dengan Riri karena menurut mereka dirinya gadis yang angkuh dan sombong. Tapi gadis itu tidak peduli dan acuh pada teman-temannya, baginya cukup ada Nana dan Lia saja ia sudah senang tidak peduli orang lain lagi.
Kirana pov
Aku heran dengan para gadis disekolah ini, kenapa mereka menatapku sinis padahal aku gak tau apa yang aku perbuat sama mereka "aneh". Tapi aku gak peduli cukup ada ka Nana disamping aku dan Lia yang peduli padaku sudah cukup. Bagiku mereka sangat penting sama pentingnya dengan Alvian ehhhh, kenapa aku jadi ngebayangin Vian padahal dia sangat ngeselin (sambil menggelngkan kepalanya). "Gak tau ahh jangan pikirin lagi Riri, mending aku dengerin musik aja" gumamnya dalam hati (sambil memasang earphone ditelinganya).
Kirana pov end
••••••••••••••••••¤¤¤¤¤¤¤¤¤•••••••••••••••••
Nana dan Riri sudah smapai dikelasnya, Nana langsung duduk dan membuka handphonenya melihat sosial media miliknya, sedangkan Riri setelah duduk dikursinya ia memasang earphone ditelinganya dan menelungkupkan wajahnya diatas tangannya lalu matanya terpejam.
Kriiingggg...kriiingggg....kriiiingggg (bel tanda masuk berbunyi)
Deg..deg..deg suara jantungnya berdetak kencang seakan mau copot, ia pun memalingkan wajahnya untuk membuat jantungnya tenang. Kalau saja Vian sampai dengar suara jantungnya mungkin ia akan malu untuk bertemu dengannya lagi.
"Ri, kamu gpp? Wajahmu merah, kmu sakit?" tanya Vian khawatir.
"a....kuuuu gpp Vi, kamu gak usah cemasin aku" jawabnya membuat Vian menghembuskan nafas lega.
"kalo kamu sakit bilang ya, ntr aku ijinin ke guru biar kamu istirahat di UKS" kata Vian menawarkan diri.
"makash, Vian tapi aku beneran gpp" jawabnya meyakinkan Vian.
"ohh yaudah kalo gtu" balas Vian kini mengalihkan pandangannya ke meja guru.
Kringgg...kriinggg...kringgg (tidak terasa bel istirahat berbunyi)
__ADS_1
Semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin, Nana, Riri, Lia dan Alvian jalan beriringan. Mereka makan bersama sambil bercanda dan tertawa sesekali Vian menggoda Riri hingga membuatnya malu dan pipinya merona merah.
"Ri, lu tuh kaya maling tau gak?" ucap Vian membuat Riri terbelalak.
"hahhh?" Riri mengusap tengkuknya bingung mendengar ucapan Alvian.
"iya, karena lu udah menyelinap masuk kehati gua, eeeaaaaa" balas Alvian sambil tertawa.
Jawaban Vian sontak membuat Riri tersipu malu membuat Nana dan Lia ikut tertawa.
"ka ada uang receh gak?" tanya Riri sambil menengadahkan satu tangan kearah kakaknya.
"buat apa dek?" tanya Nana heran
"buat bayar tuh gombalan receh ke si Vian" jawabnya menjelaskan.
Setelah selesai mereka kembali kedalam kelas karena bel masuk sudah berbunyi.
Entah sudah berapa lama ada sepasang mata sedang memperhatikan mereka, dan tersenyum sinis kearahnya.
"kita liat aja siapa yang bakal menang nanti, Alvian Putra Herlambang" sambil berlalu pergi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
jangan lupa vote,like n komen !!
kritik dan saran kalian sangat berguna bagi saya..
terima kasih semuanya, salam hangat buat para pecinta novel 😊..
__ADS_1