
5 tahun kemudian
Suasana di pagi hari sangat cerah mereka semua berkumpul di ruang makan keluarga.
Hingga terdengar suara dari atas menyapa mereka semua, siapa lagi kalo bukan Karina wlaupun diluar dia dingin dengan semua orang tapi bagi keluarganya Riri adalah sosok yang ceria dan hangat.
" Pagi Pah,Mah, kak Nana dengan senyum terukir di wajahnya yang cantik." ucap Riri berjalan menuju kursi di sebelah kakaknya.
"Pagi juga dek sambil tersenyum kearah Riri." balas semua yang sedang duduk di meja makan sambil tersenyum.
Wah,wah kayanya ada yang bahagia bangt nih udah jadi anak SMA, kata mama Mira sambil melirik ke arah Riri.
Riri dan Nana kebetulan satu sekolah jangan ditanya kenapa, karena jawabannya mereka adalah murid cerdas dan berprestasi di bidang masing", gak heran mereka berdua masuk sekolah favorit yang ketat saat test untuk belajar di sekolah tersebut.
"Iya donk mah, pagi yang cerah di awali dengan senyuman." kata Riri sambil tersenyum kearah mamahnya.
mereka sekeluarga pun makan dengan tenang dan tidak ada yang berbicara selain suara sendok dan garpu yang terdeangar.
Beberapa saat setelah makan Riri pun pamit karna sudah menyelesaikan sarapannya.
" Pah,Mah, ka Nana Riri udah selesai makan."
Riri pun bangkit dari kursinya disusul dengan Nana yang juga telah selesai sarapan.
"Pah,Mah Nana juga udah selesai maknnya."
Mereka berdua pun menghampiri mamah Mira, mencium punggung tangannya lalu berpamitan dan keduanya pun berjalan kearah teras rumah untuk menunggu di mobil.
__ADS_1
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya papah dan mamah keluar beriringan, lalu papah berpamitan kepada mamah.
"Mah, papah berangkat dulu ya. Hati-hati di rumah kalo ada apa-apa segera hubungin papah, assalamualaikum." ucap papa Bagus sambil mencium kening istrinya dan berpamitan.
"iya pah, papah juga hati-hati di jalan jangan ngebut, walaikum salam." balas mama Mira sambil mencium punggung tangan suaminya.
Lalu mobil Bagus pun melaju ke tempat putri kembarnya menuntut ilmu. 45 menit mengemudi sampailah di sekolh twinnya itu, setelah berpamitan Nana dan Riri pun langsung menuju ke papan pengumuman dan melihat daftar nama dan kelas berapa mereka masuk.
Ternyata dua twin itu masuk di kelas yang sama.
" kak kita sekelas, kaka mau duduk sama aku apa pisah duduk sama yang lain aja ?" tanya Riri pada kakaknya.
"kita pisah aja dek dirumah, disekolah, sampe dikelas pun kita gak terpisahkan bosen liat kamu lagi, kamu lagi (sambil mengejek ke arah Riri)." jawab Nana pada adik kesayangannya.
Karina pun membalas dengan menjulurkan lidahnya mengejek kaka kembarnya itu.
Mereka berdua pun berlari menuju kelas mereka yaitu kelas X-1 IPA.
Setelah duduk di bangkunya Nana mengeluarkan ponsel nya dan fokus dengan dunia nya sendiri. Dan mengalihkan pandangannya ketika ada suara yang menyapanya.
Hai, aku boleh duduk disni gak ?
Disni mash kosong kan (sambil menunjuk kursi sebelah Nana)
"iya,boleh ko disni msh kosong." jawab Nana memperbolehkan orang itu duduk.
Makash udh ijinin duduk disni. "Oh iya kenalin aku Nada Aulia Hutama panggil aja Lia (sambil tersenyum dan mengulurkan tanga )" katanya memperkenalkan diri.
__ADS_1
" aku Kirana Zelvanya Ramadan panggil aja Nana (sambil membalas uluran tangan dan tersenyum ramah)." balas Nana.
Semoga kita bisa berdua bisa berteman baik ya dan mereka pun tersenyum.
Di bangku lain
Riri yang memilih duduk di bangku pojok memasang earphone dan memandang keluar jendela memperhatikan aktivitas di bawah sana, dan fokus dengn dunianya sendiri. Ia mengalihkan pandangannya dan melihat siapa yang mengusik ketenangannya itu.
Dengan suara datar dan dingin Riri bertanya..
"Beraninya lo ganggu ketenangan gue" katanya sinis."
"Lah lo gua panggil, panggil dari tadi gak jawab,jawab ya jangan salahin gua donk kalo ganggu lo." Kata orang tadi dengan nada sarkas nya.
"elo... (sambil mengepalkan tangan) lo yang dateng kesini ganggu ketenangan gue, bkin mood gue jelek aja." balas Riri dengan nada kesal.
"Lah lo sndiri yang marah-marah kenapa jadi gua yang disalahin, dasar cwe aneh." Katanya dengan senyum mengejek yang membuat orang melihatnya menjadi kesal.
Riri yang malas berdebat akhirnya memilih untuk memasang earphone di telinganya dan mendengarkan lagu kesukaannya, lalu menelungkupkan wajahnya di kedua tangannya.
"Jadi bangku sebelah sni kosong kan gua mw duduk disni ya?" kata orang tadi sambil menunjuk bangku di sebelah Riri.
Riri yang mengenakan earphone dan mendengarkan musik masih bisa mendengar karena ia memiliki pendengaran yang tajam, hanya diam saja tanpa berkomentar apa-apa membiarkan orang itu duduk di sebelahnya.
Tapi satu earphonenya di tarik lagi oleh orang itu dan mengulurkan tangannya sambil berkata.
"Kenalian nama gua Alvian Putra Herlambang" kata orang yang bernama Alvian itu memperkenalkan diri."Gua Karina Zulvanya Ramadan lo bisa panggil gue Riri." balas Riri dengan mode malasnya.
__ADS_1
Lalu mereka berdua pun sibuk dengan kegiatannya masing".
Tanpa di sadari Alvian tersenyum dan berkata dengan pelan bahkan nyaris berbisik "hmmm menarik" sambil tersenyum kecil.