
"Udah donk Ri, jangan nangis terus ntar kalo oranhtua lo, liat lo nangis ntar dikira gua apa-apa-in lu lagi. Udah donk cowo kaya gitu mah kalo udah selingkuh sekali, ntar jadi kebiasaan" ucap Riel pada Riri.
"Gua gak tau apa salah gua, Riel! Kenapa mereka tega permainkan gua, padahal gua sayang sama mereka berdua" ucap Riri masih terisak.
"Alvian tuh menurut gua cowo paling bodoh tau gak. Dia rela membuang berlian demi sebuah sampah dijalanan. Udah ya gk usah nangis lagi. Kamu putusin aja Vian terus jadian sama aku" ucap Riel tanpa sengaja perkataan itu mencelos keluar dari mulutnya.
Riri yang mendengarnya sontak terkejut namun tak berapa lama berubah ekspresinya menjadi tersenyum.
"Benar juga ya, dia selingkuh kenapa aku gak. Aku akan putusin dia liat aja nanti" ucapnya dengan tersenyum sinis.
Lalu Riri mengirim pesan pada Vian dan mengakhiri hubungannya.
Vian yang mendapat pesan itu terkejut kenapa Riri bisa tau dia selingkuh, apa Riri memergokinya? tapi kenapa Riri tak melabraknya jelas-jelas ia berselingkuh. Pikiran Vian menjadi kacau dan saat ia menghubungi Riri, tak ada jawaban darinya.
Vian akan menanyakannya besok. Kenapa Riri mau putus dengannya?
Keesokan harinya
Saat sudah sampai dikelas Alvian tak melihat Riri dibangku-nya. Lalu dia berkeliling mencari Riri untuk menanyakan kenapa tiba-tiba ia memutuskan hubungannya. Tapi nihil, ia tak menemukan Riri. Saat bersamaan muncullah Riri dan Riel mereka sedang tertawa bersama. Melihat pemandangan itu sontak Vian menghampiri Riri.
"Ri, kenapa kamu putusin aku? Apa karna cowo itu kamu putusin aku? Kamu tega Ri" ucap Vian dengan wajah sedihnya.
"Hehhh, tega!! Harusnya aku yang tanya sama kamu, kenapa kamu tega selingkuhin aku? Dan itu sama sahabat aku sendiri, kamu tega Vian" ucap Riri tersenyum sinis kearah Vian.
"Aku bisa jelasin Ri, kamu salah paham sama aku!!" Vian menjelaskan pada Riri, namun Riri pergi meninggalkannya.
Vian yang melihat Riri pergi, terlihat sedih dan menyesal karena udah mengkhianati-nya.
__ADS_1
Alvian pov
Aku gak tau sejak kapan Riri tau hubunganku dengan Lia, memang benar aku salah. Tapi aku ngelakuin itu karena ada alasannya, tapi kenapa Riri gak percaya sama aku?
Saat itu aku bingung harus gimana dan berbuat apa? Lia tiba-tiba mengirimi ku pesan meminta tolong padaku. Padahal dia tau aku sudah 3 bulan berpacaran dengan Riri. Tanpa pikiran apapun aku langsung meng-iyakan permintaan Lia.
Saat sampai di alamat tersebut aku tak menyangka kalau itu adalah sebuah hotel, aku tak percaya Lia yang kelihatannya anak baik-baik ternyata pergi kehotel itu.
Lalu aku bertanya pada resepsionis dimana kamar Lia, setelah mendapatkan nomor kamarnya aku segera menaiki lift menuju kamar Lia.
Saat tiba dikamarnya aku melihat Lia dalam keadaan berantakan, ia terlihat frustasi dan menahan amarah.
"Kamu udah datang Vian? Sini masuk dulu" aku pun masuk sambil beberapa kali menelan saliva ku.
"I.. Iyaa, Li. Aku tunggu di sofa ya? " jawabku dan Lia pun mengangguk.
Ia terus saja menciumku lalu, turun kebawah leherku. Membuka kancing kemejaku dan menjilati setia kulitku. Ada perasaan aneh dalam diriku, aku merasa sangat bergairah. Lalu aku membaringkannya di sofa itu dan menghisap dua gunung kembar miliknya, entah mengapa aku menyukainya. Aku memainkan lidahku di ****** nya yang membuatnya menggeliat geli. Lalu semakin turun ke bawah V-nya dan menjilati setiap bagiannya. Desahan demi desahan mencelos keluar dari mulut Lia dia sangat menggoda, aku semakin bergairah hingga akhirnya ia mencapai puncaknya. Cairan bening keluar dan aku segera menghisapnya hingga habis.
Lalu P-ku yang sudah menegang aku masukkan kedalam V-nya Lia, ian terus mendesah dan menggeliat.
"Ahhh ahhh ahhh" saat ingin memasukka semakin dalam ia berteriak kesakitan "aaaaaa.. Sakitt" aku pun mencium bibirnya agar ia tak merasakan sakit lagi. Aku melanjutkannya dan dalam sekali hentakan darah segar mengalir keluar pertanda Lia sudah melepaskan keperawanannya untukku.
Aku heran kenapa Lia maunngelakuin ini denganku, padahal dia tau aku adalah pacar sahabatnya. Karena gairah yang memuncak aku terus melanjutkan aktivitas itu. Hingga kami bardua mencapai ******* bersama. Tapi aku mengeluarkan ****** ku diluar takut nanti Lia hamil. Dan akupun ambruk diatas tubuh Lia.
Aku udah mengkhianati Riri, maafin aku Ri. Aku gak bisa tahan nafsuku. Aku benci dengan diriku ini. Setelah itu Lia mencium keningku dan tersenyum bahagia.
Aku heran dengan sikapnya padahal aku sudah ada Riri, tapi sikapnya menunjukkan kalau dia menyukaiku. Kenapa disaat seperti ini. Riri pasti akan marah besar padaku. Maafin aku Ri, aku udah buat kamu kecewa.
__ADS_1
Alvian pov end.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Dasar bajingan, bisa-bisanya dia bilang kalo aku salah paham. Udah jelas-jelas Lia panggil dia sayang masih mau mengelak" ucap Riri geram.
"Udahlah Ri, gak usah dipikirin lagi. Kamu fokus aja belajar, aku selalu ada disamping kamu kok, Ri" Riel menenangkan Riri.
Setiap perkataan Riel membuat dirinya menjadi lebih tenang dan percaya kalo Riel adalah pengganti Vian.
"Iya, Riel. Asalkan ada kamu disamping aku membuat aku tenang" ucap Riri dengan nada manjanya.
Riri memang sudah terbiasa bersika manja pada Riel, dan itu membuatnya tak malu lagi.
Namun berbeda dengn Riel wajahnya terlihat merah dan malu karena digoda oleh pujaan hatinya itu.
"Iya, Riri sayang.. Kamu percaya deh sama aku, aku gak akan sakitin kamu" ucap Riel sambil mengusap rambut Riri.
Mereka pun tersenyum bahagia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Segitu dulu aja ya, in sya Allah nanti aku crazy up kalo ada yang like n komen hehheehe ✌✌
Jangan lupa votenya ya tekan 💓💓, ⭐⭐ dan komen.
Thanks for all 🙏🙏
__ADS_1
Salam hangat untuk par pecinta novel. Semangat 💪💪