
"Kamu kenapa bengong gitu,, Ri?? Apa kamu masih mikirin Vian? " tanya Riel memndang kearah Riri.
Riripun berbalik dan menatap mata Riel lekat
"Ngapain aku mikirin bajingan tengik kaya si Vian itu, jujur ya sejak saat aku mergokin dia selingkuh rasa itu udah hilang bersama dengan sakit hati aku" Riri menatap lekat pria yang saat ini menjadi kekasihnya. Riri sudah merasa nyaman dngan kehadiran Riel disampingnya.
"Aku kira kamu CLBK gtu, meskipun dia udah sakitin kamu tapi dia kan pernah mengisi ruang di hati kamu" Riel sengaja menggoda Riri ingin tau bagaimana reaksinya saat ia menggodanya dengan menyebut nama Vian.
”maafin aku Riel, meskipun bibirku mengucap rasa itu telah mati tapi hatiku berkata lain. Aku masih mencintainya" ucapnya lirih dalam hati.
Apaan sih Riel, gak mungkin juga rasa itu balik lagi" membalikkan badan dan kembali menatap dengn wajah datarnya.
"Udah gak usah ngambek gitu ahh,, jelek tauu.. Gak malu sama kaka kamu tuh dari tadi liatin kita.. Maklum jomblo" canda Riel yang balas dengn tinju pelan dari Nana.
"Heeiiii,, aku bukannya jomblo ya..!! Cuma belum ketemu jodoh aja. Inget tuh Riel, percuma pacaran lama-lama akhirnya malah cuma jagain jodoh orang doank. Rugi donk akunya" ucap Nana dibals dengan gelak tawa mereka bertiga.
Setelah 1 jam mereka terjebak dikemacetan kota akhirnya sampailah mereka di restoran seafood langganan keluarga Riri, sengaja Riri mengajak Riel makan direstoran itu karna menurutnya,, tempat itu adalah tempat makan favorite-nya.
Saat mereka mencari tempat duduk kosong untuk makan, tak sengaja mata Riri melihat sosok yang sangat ia hindari dan jauhi. Baginya mereka sudah tak ada hubungan apa-apa lagi.
__ADS_1
Sekilas ia melihat wajah sendu yang biasanya terlihat menawan dengan aura ketampanannya.
"Ri, kamu makan disini juga. Ini tempat favorite aku. Kamu tau aja tempat makan favorite aku" dengan nada geer ia terus saja berceloteh meskipun harga dirinya jatuh karena diabaikan ia tak peduli asalkan ia bisa bercerita dengan pujaan hatinya itu.
"Heehhh,, Vian gua heran ya lo kaya setan aja dimana-mana selalu muncul. Bikin gua gak selera makan aja" kata Riri dengan nada sarkasnya, ia heran laki-laki itu ada dimana aja.
"Kan yang dateng duluan gua, jadi siapa yang kaya setan? Secara gua nyampr dluan disni" balas Vian ia tak terima dikatai seperti setan.
Karena malas berdebat akhirnya Riri menyuruh Vian pergi karena tak ingin melihat wajahnya.
"Udah sono lo, temenin aja tuh pemulung tersayang lo. Sampah cocoknya bergabung sama pemulung" ucap Riri disertai senyum sinis kearah Lia dan Vian.
"Tapi Ri------" kalimatnya terhenti saat Riel memotongnya.
Vian yang sudah kesal dari tadi akhirnya melampiaskan kekesalannya pada Riel. Ia berjlan bermaksud mendekati Riel.
"Gua dari tadi udah sabar sama lo,, brngsek.. Lama-lama gua matiin juga lu" Vian mencengkram baju seragam Riel bermaksud untuk memberinya pelajaran.
Tapi ditahan oleh Riri yang dari tadi menatapnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Vian, lepasss..!!! Gak bisa apa lo bikin gua tenang,, kenapa lo ganggu gua terus? Gak cukup lo buat gua sakit hati? Lo mau gua mati,, hahh??" Riri yang sedari tadi frustasi dengan sikap dua orang laki-laki yang menurutnya seperti anak kcil itu, akhirnya membuka suara.
Riri mengambil gelas yang ada dihadapnnya dan memecahkannya, brmaksud menggores nadinya. Kemuadian ditahan oleh Nana yang berada didekatnya.
"Dekk,, jangan lakuin itu..aku mohon..!! Kamu mau tinggalin aku, mama sama papa, hahh? Kamu gak sayang sama kami semua? Ri, please, lepasin itu ya aku mohon,,!!" Nana tak percaya adiknya mudah sekali putus asa, setau dia Riri itu anak yang kuat.
Dengan sigap Riel memegang tangan Riri dan melempar pecahan kaca yang tadi dipegangnya seolah-olah benda itu dapat bergerak sendiri. Ia tak percaya dengan Ri, ada apa dengn dirinya? Walaupun menurutnya Riri anak yang terbilang dingin dan cuek tapi gak mungkin dia ngelakuin itu.
Riri yang shock dengan kejadian itu akhirnya jatuh tak sadarkan diri di pelukan Riel, kekasihnya. Dan dengan sigap Riel mengangkat tubuh Riri dan memasukkannya kedalam mobil membawanya kerumah sakit.
"Sebenarnya apa yang terjdi dengan kekasihnya itu? Kenapa banyak sekali kejanggalan di diri Ririr" pertanyaan itu terus saja berputar di kepalanya.
"Nana kalo boleh tau kenapa Riri bersikap seperri itu? Kenapa seperti bukan dia saja yang aku kenal? " pertanyaan demi pertanyaan terus saja ia lontarkan pada Nana selama perjalan menuju rumah sakit.
Nana pun akhirnya menceritakan yang sebenarnya terjadi.
"Sebenarnya ini sudah terjadi sejak Riri kecil, saat itu ia diculik oleh orang tak dikenal, papa terus saja mencari Riri sampai saat ada telpon dari penculik itu dan meminta tebusan. Selama disekap Riri mendapatkan siksaan oleh penculik itu dan sejak saat itu sosok lain di dirinya muncul. Rangga, dia sosok yang selalu menjaga Riri saat dia dalam masalah. Puncaknya saat kamu dan temn kamu memfitnah Riri, dari situ sosok Rangga menguasai tubuh Riri. Aku bilang padanya untuk jangan sakitin Riri, akhirnya ia menerima tawaranku untuk tidak muncul pada Riri, aku takut kejadian waktu itu terulang lagi Riel, aku gak mau kehilangan Riri" kini Nana menangis pilu memangku tubuh kembarannya itu dan berharap Riri kuat menjalani ujiannya.
"Riel yang mendengar cerita Nana, merasa frustasi pantas saja tadi seperti bukan Riri.
__ADS_1
setelah 20 menit akhirnya mereka tiba dirumah sakit. Riel segera mengangkat tubuh Riri dan membaringkannya diranjang rumah sakit.
"aku akan terus menjagamu, Ri. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa bagiku kamu adalah harapanku. Aku mohon jangan tinggalin aku" ucapnya liruh dalam hati.