Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
keputusan


__ADS_3

malam harinya Riel mengantar Riri menuju rumahnya. ia langsung bergegas pulang setelah terlebih dahulu mengantar Riri.


Riri pov


"gimana ini, Riel ngelamar aku? apa aku terima aja ya? lagipula dia bilang mau aku lanjut kuliah setelah nikah. aku harus kasih tau papa, mama dan ka Nana dulu (bergegas masuk mencari kedua orngtua nya)" batin Riri bertanya.


"assalamualikum mah, pah ka Nana aku pulang" teriak Riri dari lantai bawah membuat semua keluarganya keluar dari kamar mereka.


"mah, pah, ka Nana tadi Riel ngelamar aku katanya dia mau nikah sama aku setelah lulus " membuat seluruh keluarganya terkejut.


"gak salah dek? kamu kan belum lulus, trus nanti kuliah kamu gimana?" tanya papanya


"Riel bilang, kalo udah nikah nanti dia ijinin aku kuliah mah,pah" balasnya mengalihkan pandangan ke mama dan papanya.


"kamu masih terlalu muda sayang, baru mau lulus, apa kamu gak nyesel nanti?" tanya papanya mencoba meyakinkan Riri.


"gak mah, pah aku sayang sama Riel, boleh ya aku nikah sama dia? ya,,ya please..!!" jawab Riri meyakinkan kedua orangtuanya.


"ya mamah, sama papah sih terserah kamu aja. kalo memang itu mau kamu, ya papa akan setuju" balas papa Riri.


"makasih,mah,pah aku sayang sama kalianšŸ¤— kalo ka Nana gimana?" Riri mengalihkan padangannya kearah Nana.


"ya, klo aku sih terserah kamu aja, mana yang terbaik buat kamu" balas Nana membuat Riri mendekt dan memeluknya.

__ADS_1


"makasih semua,Riri sayang kalian" Riri memeluk seluruh anggota keluarganya.


keesokan harinya..


"mah,pah aku mau kerumah Riel dulu mau ngomongin masalah kemarin" pamit Riri mencium kening kedua orangtuanya..


"assalamu'alaikum" Riri meninggalkan ruang makan keluarganya.


"wa'alaikum salam, hati-hati dijalan sayang..!!" kata mama Riri sembari melambaikan tangan kearah Riri.


"aku harus kasih tau Riel masalah ini,, aku mau nikah sama dia. semoga aja pilihanku ini tepat" gumam Riri dalam hati.


dirumah Riel


"apa kamu serius nak?" tanya mami Riel memndang anaknya tak percaya.


"yahh, mami sih terserah kamu aja, tapi dengan satu syarat kamu harus tinggal disini setelah menikah" balas mami Riel.


"ya,,gak bisa gitu donk mih,nanti aku gk bebas sama Riri. kalo tinggal sama mami" kata Riel menolak syarat maminya.


"hahhh" maminya menarik nafas panjang..


"ya terserah kmu lah, tapi kmu harus sering kunjungin mami yah,, jangan lupa itu sayang" mami Riel tak dapat menolak permintaan anaknya karena ia sangat menyayangi Riel.

__ADS_1


"makasih mi" Riel berjalan mendekati maminya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.


dibalik senyum bahagianya ada senyum evil walaupun hanya sekilas..


Riri sudah sampai didepan rumah Riel,ia segera memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah kekasihnya itu.


"assalamualaikum Riel" Riri memberi salam ketika sampai didepan pintu.


"walaikum salam, ehh Riri.. masuk sini, mami lagi sarapan sama Riel" ternyata mami Riel yang membukakan pintu,ia sangat senang karena Riri datang.


"ehh,, sayank tumben kamu dateng pagi-pagi begini,, ada apa?" tanya Riel bingung..


"aku mau bicarain yang kemarin kita omongin,, aku mau nikah sama kamu. !!" balas Riri to the point membuat Riel tersedak makanannya.


"uhukkk,, kamu udah yakin? mama sama papa kamu udah ijinin?" tanya Riel penasaran.


"iya,udahlah mereka udah ijinin.. kalo gak ngijinin ngapain aku kesini pagi-pagi begini" balas Riri bingung.


"wahh,, mami seneng bangt Riri akan jadi mantu mami,, mami jadi gak sabar" mami Riel sangat senang karena setelah kematian Selvi dia sangat merindukan sosok anak perempuan.


"iya,mih.. Riri juga seneng akan punya mertua seperti mami" balas Riri memeluk calon mertuanya itu.


"jadi kapan kalian akan menikah?" tanya mami Riel penasaran.

__ADS_1


"setelah hari kelulusan mih, nanti akan kami persiapkan semuanya" balas Riel dengan tenang.


setelah itu mereka larut dalam keheningan diruang makan keluarga Riel.


__ADS_2