
Hancur sudah harapanku,, orang yang paling ku percaya mencintaiku, ternyata mempermainkanku.. Sakit rasanya tapi aku bisa apa disaat aku mulai mencintainya dengan mudahnya ia menggoreskan luka terdalam dihatiku. Tuhan buang rasa cintaku padanya,, aku sakit Tuhan.. Aku benci aku yang lemah, aku berusaha sabar tapi seolah takdir mempermainkanku. Aku sakit,, aku merasa hina apa salah ku.
---------------------------------------------------------------------------------
Riri masih terdiam, ia sudah berusaha berontak sekuat tenaga tapi apalah daya Riel lebih besar darinya. Ia pun pasrah saat dengan liarnya laki-laki itu menjamahnya. Sakit sangat sakit, saat dirinya tak bisa berbuat apa-apa. Yang ada di pikirannya kini semoga semuanya cepat berakhir, ia sudah tak sanggup lagi menahan sesak, hatinya sakit saat ia mulai mencintai laki-laki itu dengan teganya ia berbuat hal sekeji itu, sungguh ia tak sanggup lagi saat semuanya selesai ia berharap semoga hidupnya selesai.
Flashback
"Riel gue mohon, lepasin gue, sakit Riel" namun permintaan Riri tak dihiraukan Riel. Ia terus melangkahkan kaki menuju kamarnya dengan langkah cepat.
Saat tiba di depan pintu kamar apartemennya dengan menekan kode pintu, pintu itu pun terbuka.
Biiip
Dengan kasar Riel melepaskan genggamannya dan mendorong tubuh Riri hingga ia terjatuh dilantai.
" lo mau putus kan?oke gue kabulkan, tapi gue mau buat kenangan yang indah dulu sama lo, sayang" dengan seringai Riel meraih dagu Riri dan mencengkramnya dengan kuat. Lalu meraih bibir kekasihnya dan melumatnya dengan kasar.
__ADS_1
Butiran bening keluar dari mata Riri, ia tak sanggup lagi kemudian Riri menggigit bibir Riel hingga mengeluarkan darah, Riel yang merasa perih dibibirnya akhirnya melepaskan lumatannya, ia terpekik dan mengumpat pada Riri.
"sialan beraninya lo gigit bibir gua, gak ada ampun lagi buat lo" teriaknya hingga membuat Riri bergetar ketakutan.
Riri yang merasa terancam segera berdiri untuk melarikan diri tapi belum sampai gagang pintu ia merasa kepalanya sakit rambutnya ditarik kuat oleh Riel, Riri merasa sosok yang ada dihadapannya seperti bukan Riel kekasihnya.
"akhhhh,, sakit Riel lepasin gue, gue mohon" dengan jeritan pilu ia terus memohon pada laki-laki itu, nmaun seakan tak terdengar oleh Riel karna dikuasai oleh kabut amarah.
Riel menyeret rambut Riri dari tempat ia berdiri tadi sampai ke ujung kasur, tempat ia mengistirahatkan tubuhnya.
Brukkk
"akhhh,, jangan lakukan itu, aku mohon jangan lakukan itu padaku Riel" permohonan yang kesekian kalinya dengan tangisan pilunya, namun lagi-lagi tak digubris oleh laki-laki itu.
Dengan kasarnya ia menjamah tubuh Riri. Hilang sudah harapan Riri, ia berharap laki-laki itu berbelas kasih untuk melepaskannya tapi nyatanya tak ada kesempatan untuknya.
Riel terus melancarkan aksinya untuk memuaskan nafsunya, laki-laki itu terus mencium pu**** milik Riri yang seakan terasa nikmat baginya, sedangkan Riri masih terus berontak hingga pukulan keras menghantam wajahnya dan seketika itu pula ia tak sadarkan diri.
__ADS_1
Sedangkan Riel tak peduli dengan keadaan Riri yang tak bergerak ia terus saja melancarkan aksinya hingga gairahnya terpenuhi.
"ahhh, sayang kamu sangat nikamat" pekiknya karna merasa nikmat dengan tubuh Riri.
Sampai ia mencapai puncak dan terbaring lemas karna sudah mendapatkan *******, Riel pun mengecup kening kekasihnya dan berkata
"terima kasih dan maafkan aku" ucapnya dengan tulus.
Riel pun membuka ikatan tali di tangan Riri dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Lalu memeluk tubuh Riri yang tanpa busana. Tak terasa air mata keluar dari sudut matanya dan ia pun terlelap.
*flashback off*
to be continued
------------------------------********------------------------------
maafkan kalo ceritanya gak nyambung ya,,
__ADS_1
jangan lupa like n komen nya ya guys