Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
aku hancur sehancur hancurnya


__ADS_3

Setelah kejadian semalam Riri terbangun dari tidurnya, ia mengerjabkan mata dan melihat sekelilingnya. Ia tersenyum getir atas kejadian yang menimpanya. Tanpa membersihkan diri diambilnya pakaian yang digunakannya kemarin, namun ia tak menyangka ternyata pakaiannya sudah rusak tak beraturan. Lalu ia pun melangkahkan kaki menuju lemari pakaian Riel. Saat akan turun dari tempat tidur ia merasa nyeri di area intinya.


"ahhh,, ssshhh" dengan suara lirih Riri mulai melangkahkan kakinya, ia berjalan dengan tertatih dan dengan suara sekecil mungkin agar tidak membangunkan laki-laki yang sudah membuat hidupnya hancur.


Dengan langkah terseok-seok ia pun mencapai pintu lemari besar dan mencari apa saja yang dapat digunakan untuk keluar nanti.


Riri pun keluar dari apartemen milik Riel dengan baju kebesaran yang di dapat dari lemari pakaian laki-laki itu.


******


Kini Riri sudah berada di jalan raya tak dihiraukannya tatapan orang yang memandangnya bingung, yang ada di pikirannya kini ia berharap ini hanya mimpi dan saat bangun nanti hubungannya dengan Riel baik-baik saja. Namun harapannya sirna saat ia tersadar ini nyata dan Riel nya sudah menghancurkannya.


Ia terus melangkahkan kakinya tanpa tau kemana, hidupnya hancur, impiannya dan cita-citanya telah direnggut paksa dengan kejadian semalam.


Tatapannya kosong, se kosong hatinya kini


"Hikss hikss hikss" tangisannya pilu dan menyayat hati membuat orang yang melihatnya merasa iba.


Tanpa disadarinya ada sebuah mobil mengikutinya perlahan, mengikuti wanitanya dari belakang.


Perlahan laki-laki itu menghentikan mobilnya dan turun, mengikuti perempuan yang masih ada dihatinya itu.


"Riri.." panggil laki-laki itu pada Riri.


Merasa namanya dipanggil Riri menghentikan langkahnya dan melihat siapa yang memanggilnya

__ADS_1


"Vian.." Riri mengernyitkan dahinya namun masih dengan tatapan kosong.


"ya ampun Ri, apa yang terjadi sama kamu ?kenapa keadaan mu seperti ini" tanyanya dengan nada khawatir.


Laki-laki itu adalah Vian mantan pacarnya yang sebenarnya masih ada dalam hati Riri.


Namun pertanyaan Vian tak dhiraukannya. Ia pun berbalik dan melanjutkan langkahnya dengan pikiran kosong. Saat akan melangkahkan kaki, tangannya dicekal oleh Vian, membuat Riri teringat dengan kejadian kemarin saat di mall.


Dengan tangan bergetar Riri mencoba menghempas tangan Vian dengan kasar dan berteriak


"jangan sentuh gua ba******, pergi jangan pernah muncul lagi dihidup gue, gue benci sama lo hikss hikss" Riri teringat saat Riel menarik tangannya kasar dan membawanya ke apartemen miliknya semalam.


Vian yang melihat Riri histeris sempat terpaku beberapa saat namun cepat kembali sadar.


Selama diperjalanan suasana hening didalam mobil, Riri masih dengan tatapan kosongnya sedangkan Vian mencerna apa yang terjadi dengan Riri.


Kini mobil Vian sudah memasuki kediaman Riri, Vian membuka pintu mobil dan membawa Riri masuk kedalam rumahnya.


Ting tong


Vian menekan bel dan beberapa saat kemudian pintu terbuka dari dalam..


"astaghfirulloh Riri, apa yang terjadi sama kamu sayang, kenapa kamu seperti ini?" tanya mama Mira yang terkejut dengan keadaan putri bungsunya.


Tak dihiraukannya perkataan mamanya seolah tak mendengar ucapan mamanya, Riri melangkahkan kaki menuju kamarnya dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"nak Vian, ada apa dengan Riri kenapa penampilannya seperti itu ?apa kamu tau?" tanya mama Riri pada Vian.


"saya gak tau tante, tadi saat aku dalam perjalanan gak sengaja aku ngeliat Riri, dia kaya orang linglung gitu, trus saat saya ajak pulang dan menarik tangannya dia kaya orang ketakutan tante. Saya jadi khawatir sama keadaan Riri" jawabnya dengan raut wajah khawatir dengan mantan kekasihnya itu.


" ya sudah kalo gtu, tante berterima kasih sama kamu, karena sudah mengantarkan anak tante. Kamu jangan khawatir nanti biar tante tanyakan dengan Riri" dengan tenang Mira menjelaskan akan bertanya pada putrinya namun dalam hatinya ia sangat terpukul melihat anaknya terlihat seperti tak ada semangat.


"yaudah kalo gitu tante, nanti saya datang lagi melihat keadaan Riri. Kalo gitu saya permisi tante. Assalamualaikum" sambil mencium tangan Mira dan berlalu pergi.


"walaikumsalam" jawab mama Riri.


dengan pikiran berkecamuk dihampiri Nana yang kebetulan berada diruang tengah dan bicara padanya tentang keadaan Riri.


"ka apa adikmu ada masalah? kenapa dia tampak menyedihkan?" tanya nya pada putri sulungnya.


"aku gak tau mah, kemarn pas di mall Riri bertemu sama Riel, trus Riel ngajak Riri gak tau kemana" Nana juga berpikir kemarin Riri baik-baik saja tapi sekarang kata mamanya melihat keadaan Riri yang menyedihkan, Nana mengernyitkan dahinya dan teringat kejadian dulu lagi.


"astaghfirulloh mah, ayo mah ikut aku ke kamar Riri aku takut Riri berbuat nekat lagi" dengan tergesa Nana menaiki tangga menuju kamar Riri disusul mamahnya.


saat ingin membuka pintu ternyata pintunya dikunci dari dalam, jantung berdebar kencang pikirannya terhempas saat Riri ditemukan tergeletak bersimbah darah


"Ya Tuhan jangan sampai terjadi apa-apa dengan adikku" air mata mencelos keluar dari ujung mata Nana.


keduanya semakin panik saat tak ada jawaban dari dalam kamar Riri.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2