
Ditempat lain
"Bagaimana keadaan pasien, sus?" tanya seorang dokter pada perawatnya.
"kondisi fisiknya sudah stabil dok, namun kondisi kejiwaannya sangat memprihatinkan" jelasnya pada dokter itu.
"sungguh malang nasib gadis itu, wajahnya terlihat sangat cantik. Tapi ia mengalami depresi yang sangat mengkhawatirkan. Andai dia mau berinteraksi dengan saya sus.! Tapi saya gak akan nyerah akan saya bantu sebisa saya agar ia kembali pulih lagi" dengan semangat dokter itu ingin menyembuhkan Riri.
Riri saat ini berada di RSJ di luar kota. Maka dari itu tak ada informasi mengenai Riri, saat orangtua nya mencarinya.
Semua berawal dari kejadian saat itu.
Flashback
Riri terus berlari entah kemana, yang ada di pikirannya ia ingin cepat mengakhiri semuanya.
Tanpa disadari Riri berjalan kearah stasiun, dengan tergesa-gesa ia memasuki stasiun itu.
Ia menunggu dengan gelisah kereta yang akan berjalan, saat tiba keretanya berjalan Riri mendekati rel yang akan dilalui kereta itu, dan melompat untuk segera mengakhiri hidupnya.
__ADS_1
Saat akan melompat tiba-tiba ada seseorang menarik tubuhnya dan membawanya menjauhi tempat itu.
Riri yang menyadari itu sontak berteriak histeris membuat semua pengunjung yang ada di stasiun itu menoleh ke arahnya.
"lepasin gue, **** jangan berani-beraninya lo sentuh gue.. Lepasin gue mau mati aja" dengan histeris ia berteriak. Menyebabkan ia teringat kembali kejadian malam itu.
Hikss hikss hiksss
"lepasin gue, gue mohon jangan sakitin gue" seketika tangisnya pecah, tangisan pilu dan menyayat hati. Membuat siapa saja yang melihatnya merasa iba termasuk pria yang di hadapannya, tanpa terasa air mata mengalir disudut mata pria itu.
Hahahahahhahahah
Tiba-tiba Riri tertawa membuat orang yang melihatnya seketika merinding.
Melihat Riri yang pingsan membuatnya tersadar bahwa ia tak berad dirumah sakit, membuat orang yang melihatnya memandangnya curiga.
Ia melihat semua yang ada disana dan berkata " saya seorang dokter orang ini mengalami depresi saya akan membawanya kerumah sakit, mohon
kalian semua tidak berpikir yang bukan-bukan" ucapnya meyakinkan.
__ADS_1
Entah orang yang melihatnya merasa percaya atau tak peduli, mereka berlalu meninggalkan dua orang itu.
Laki-laki itu langsung membwa tubuh Riri menuju rumah sakit tempat ia bekerja.
Flashback off
Mengingat kejadian saat itu, dokter yang bernama Rendi seketika merinding. Riri hampir saja menghilangkan nyawanya, kalau saja ia terlambat mencegahnya mungkin wanita itu tak akan selamat.
"nona anda sudah sadar,, bagaimana perasaan nona?" hanya keheningan yang ada diruangan itu.
"--" Riri menanggapinya dengan diam tatapan matanya kosong memandang lurus ke depan.
Rendi yang melihat raut wajah Riri, hanya menghela nafas pasrah saat pasiennya tak mengindahkan perkataannya. Baginya ia sudah biasa menghadapi berbagai macam sikap pasien dirumah sakit ini.
Tak dapat ia pungkiri, bahwa ia menaruh perhatian khusus pada wanita itu. Walaupun ia sadar kalau itu salah, namun ia tak peduli.
Rendi bertekad akan menyembuhkan kondisi mental Riri dan mencari identitas wanita itu.
To be continued
__ADS_1
Haii guys aku gak pernah bosen ngingetin kalian untuk dukung terus karya aku,, jangan lupa like n komennya ya,,
Salam buat para pecinta novel ☺❤❤