Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda
perdebatan


__ADS_3

Di kelas


Murid kelas X pun belajar seperti biasa tidak ada perkenalan karena mereka sudah saling kenal satu sama lain karena mengikuti MOS.


Tidak terasa bel istirahat pun berbunyi.


Kriiingg..kriiinggg..kriiingg (anggap aja suara bel)


Dengan senang para siswa berlarian keluar kelas ada yang ke perpustakaan, ada yang ke kantin dan ada pula yang sekedar nongkrong di luar kelas..


Nana dan Riri keluar kelas di ikuti oleh Lia di belakang meskipun Nana dan Lia baru kenal tapi mereka sudah terlihat akrab satu sama lain berbeda dengan Riri yang acuh ketika diajak ngobrol dengan teman sekelasnya karena bagi dia itu sangat menyebalkan bersikap sok baik dan pura-pura saling mengenal padahal mereka saja baru bertemu.


Di kantin


"Rame banget kita mau duduk dimana nih" seru Lia.


"Gak tau nih Li smuanya udah penuh bangkunya" balas Nana sambil melihat ke seluruh meja kantin berharap ada tempat kosong di sana.


Riri yang dari tadi asyik dengan dunianya sendiri akhirnya ikut mencari siapa tau ada meja kosong di sekitarnya.


Saat Riri sedang fokus mencari bangku ada tangan yang melambai ke arahnya dan memanggil Riri dengan kencang hingga semua mata tertuju ke arah Alvian, ya yang memanggil Riri adalah Alvian.


"Riri duduk di sebelah gua aja sini masih ada tempat kosong nh" panggil Alvian pada Riri sambil menunjuk ke tempat kosong di samping mejanya.

__ADS_1


Riri melihat ke arah Alvian berjalan menuju meja Alvi di ikuti oleh kaka kembarnya dan temannya Lia


"mulut lo bisa gak sih gak usah teriak teriak gitu udah kaya toa tau gak" kata Riri dengan nada kesalnya.


"mana gua tau kalo lo denger kuping lo aja di sumpel earphone gtu" gumam Alvi menunjuk kearah earphone Riri."


"ah alesan aja lo" ucap Riri lalu duduk berhadapan dengan Alvian.


"Ohh iya lo berdua kembar ya?" Tanya Alvi kepada Nana dan Riri.


"Udah tau pake nanya lagi lo dasar" jawab Riri ketus.


Sedangkan Nana hanya tersenyum dan memperkenalkan diri kepada Alvian..


Mereka pun saling berjabat tangan.


"Oh iya kalian mw pesan apa? biar aku yang pesan" tanya Lia menawarkan diri.


"aku nasi goreng spesial minumnya jus jeruk" kata Riri dan memberikan uang kepada Lia.


"aku samain aja sama Riri tapi jangan pedes minumnya es teh manis." ucap Nana ikut memesan.


" gua soto sama nasi minumnya es teh manis hangat" gumam Alvian.

__ADS_1


Seketika mereka bertiga pun saling bepandangan dan Riri menarik nafas kasar karena kesal dengan permintaan absurd Alvi.


"hahhhhh.. Eh curut mana ada es teh manis hangat, lo kalo mau gila jangan sama kita-kita deh" ucap Riri lagi dengan nada ketusnya.


"Heehhee (sambil tersenyum memperlihatkan gigi putihnya) yaudah es teh manis tapi jangan pake gula deh", jawab alvi makin ga jelas permintaannya.


Riri yang kesal pun akhirnya melempar sedotan ke kepala Alvi dan yang di lempar memberikan ekspresi watados (wajah tanpa dosa) apa ada yang salah dengan permintaannya.


"Eh curut buruan gak usah bercanda deh kita smua laper, lo mw es teh manis apa teh tawar" tanya Riri dengan ekspresi kesalnya.


"ohh gua salah ya heheheeh, ya mangap deh yaudah gua pesen es teh manis aja." dengan cengiran membuat siapa saja yang melihat Alvian merasa jengkel.


Lalu Lia berjalan menuju ke tempat pedagang nasi goreng dan soto ayam.


Setelah beberapa saat pesanan mereka pun datang


Mereka pun makan dengan lahap dan setelah selesai mereka berempat kembali ke kelas karna bel sudah berbunyi.


Beberapa jam telah berlalu hingga suara bel tanda pulang telah berbunyi


Teeetttt..Teeetttt..teeettt (anggap aja suara bel)


Para murid pun berhamburan keluar dengan senang menuju rumah masing.

__ADS_1


__ADS_2